PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 82 "Wu Min"


"Prankkk...."


Seorang pria paruh baya yang sedang duduk santai dihalaman belakang kediamannya dan terlihat berusia sekitar lima puluh tahunan tiba-tiba menjatuhkan gelas ditangannya hingga pecah.


"Ji-jiwa putraku Liao Gun'er me-menghilang!? Tidak, ini tidak mungkin!!."


Pria paruh baya itu merasa putranya tidak mungkin mati kemudian mengeluarkan giok jiwa putranya dari cincin penyimpanannya untuk memastikan lagi dan berharap apa yang dia pikirkan itu salah. Namun begitu dia mengeluarkannya giok jiwa itu sudah hancur berkeping-keping.


"Pu-putraku bagaimana ini bisa terjadi padamu!?." Pria paruh baya itu berkata seraya memegang giok jiwa itu dengan tangan gemetaran.


Kemudian untuk beberapa detik pria paruh baya itu terdiam dan menatap giok jiwa putranya yang telah hancur.


"Bajingan!!!!!!..... Siapa yang telah membunuh putraku!!!!!....." Pria paruh baya itu kemudian berteriak keras dengan mata yang berubah menjadi merah karena sangat marah.


"****** kemari kau!!!." Pria paruh baya itu kemudian memanggil seorang wanita dengan kasar.


"Hamba disini tuan..." Wanita itu kemudian muncul dengan cepat ketika pria paruh baya itu memanggilnya.


"Cepat kau kumpulkan semua orang dikeluarga ini dan katakan kita akan membalas dendam atas kematian putraku!!!." Pria paruh baya itu masih berkata dengan kasar dan penuh kemarahan.


"Baik tuan..."


Wanita itu menjawab iya namun dibatinnya di bergumam 'Jadi pria bajingan itu telah mati? Hmph!!.. Itu bagus.' Setelah itu wanita itu kemudian menjalankan tugasnya.


Wanita itu adalah wanita yang ditiduri oleh Liao Gun sebelumnya. Wanita itu selain diancam dengan adiknya akan dibunuh jika dia tidak menurut, dia juga telah ditanami segel budak. Segel budak yang ditanamkan padanya itu adalah segel tingkat rendah, sehingga tuannya tidak tau apa yang dipikirkan oleh budaknya, namun dia tetap bisa terbunuh hanya dengan satu kata dari tuannya jika dia diketahui telah mengkhianati tuannya.


Setelah itu dua jam telah berlalu dan sekarang pria paruh baya itu telah mengerahkan seribu orang untuk melacak jejak dari pembunuh putranya diseluruh kota. Namun walaupun begitu, mereka cukup kesulitan untuk melacak jejak Tang Lian yang telah membunuh tuan muda dari keluarga Liao itu karena Tang Lian menyamarkan auranya. Oleh karena itu, ayah Liao Gun kemudian mengerahkan serigala bumi untuk melacak nafasnya. Ayah Liao Gun berpikir, siapapun yang telah berani membunuh putranya maka dia harus mati dengan mengenaskan ditangannya.


Keluarga Liao juga telah bertanya kepada sebagian orang dikota itu dan mengancamnya, namun tetap saja mereka tidak mendapatkan petunjuk apapun karena orang-orang yang melihat pertarungan Tang Lian sebelumnya merahasiakannya sangat dalam. Mereka lebih takut dengan murka Tang Lian nantinya dari pada takut akan keluarga Liao.


Sedangkan diposisi Tang Lian saat ini dia sedang makan dengan santai disebuah restoran yang mewah bersama dengan kedua istri diakanan kirinya serta Lao Hu dan Wang Long berada di atas meja makan. Sedangkan kesembilan belas tahannya sebelumnya sudah kabur ketika semua orang sedang menonton pertarungan Tang Lian sebelumnya, dan hanya satu diantara kesembilan belas orang itu yang masih tetap mengikuti Tang Lian, dia adalah pemuda yang hampir Wang Long makan sebelumnya.


"Hei anak muda, mengapa kamu tidak ikut kabur bersama dengan kedelapan belas orang rekanmu dan satu pemimpin idiot itu?." Wang Long bertanya dengan penasaran.


"Karena aku tahu jika tuan-tuan semua serius maka kemanapun kami lari maka akan tetap ditemukan dengan mudah..." Pemuda itu menjawab dari belakang Tang Lian seraya berdiri. Pemuda itu tidak berani duduk apalagi makan bersama dengan kelompok Tang Lian.


"Bukankah ini juga sama saja seperti kamu menyerahkan diri dengan mudah?."


"Aku mengakui itu..." Pemuda itu menjawab seraya tersenyum tidak berdaya.


"Jika begitu berarti kamu telah siap menjadi makananku kan? hehehehe...." Wang Long berkata seraya meneteskan air liurnya.


"Itu...." Pemuda itu bingung harus menjawab apa dan hanya terdiam dengan tubuh gemetar.


"Dari ekspresi wajahmu sepertinya kamu sudah siap hehehe, dari kemarin aku menantikan bagaimana rasa dagingmu, jadi bersiaplah aku akan memakanmu sekarang.." Wang Long berkata kemudian melompat kearah pemuda yang berdiri dibelakang Tang Lian seraya membuka mulutnya.


"Sudahlah Wang Long, apa kau belum puas menakut-nakutinya?." Tang Lian berkata kemudian meletakkan Wang Long kembali ke meja.


Disis pemuda itu dia membatin 'Aku selamat!' Setelah itu dia terjatuh terduduk dilantai dengan wajah pucat.


"Ehehehe.... Tuan, aku hanya bercanda saja dengannya lagi pula bagaimana bisa aku memakannya dengan tubuh sekecil ini..." Wang Long menjawab dan tertawa cengengesan.


Mendengar jawaban Wang Long, kemudian Tang Lian hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya dan membatin 'Bercandanya Wang Long bisa membuat orang yang sakit jantung mati seketika'.


"Katakan siapa namamu?." Tang Lian bertanya pada pemuda itu yang telah kembali berdiri namun wajahnya masih pucat.


"Namaku Wu Min tuan muda."


"Wu Min, diusia yang masih enam belas tahun sudah menjadi perampok, setelah itu mengikutiku yang merupakan orang yang menangkapmu, lalu aku berfikir kau pasti memiliki alasan kan?."


"Itu benar tuan muda.." Wu Min membenarkan perkataan Tang Lian.


"Katakan apa alasanmu..."


"Tuan muda, aku menjadi perampok juga bukan karena keinginanku, tapi karena kakakku perempuanku ditahan dan ditanamkan segel budak oleh keluarga Liao, mereka mengancamku akan membunuh kakakku jika aku tidak menuruti mereka, dan pada akhirnya aku juga telah ditanami segel budak..."


Pada saat Wu Min bercerita Tang Lian juga diam-diam memeriksa tubuhnya dan benar saja apa yang dikatakan oleh Wu Min itu. Namun Tang Lian hanya menggelengkan kepalanya karena segel itu adalah tingkat rendah, jadi pantas saja setelah Liao Gun mati maka Wu Min berani mengikutinya.


"Lalu ketika kau melihat bahwa aku membunuh Liao Gun dengan mudah jadi kau berniat meminta bantuan ku?."


Mendengar perkataan Tang Lian kemudian Wu Min menjatuhkan diri dan bersujud dilantai.


"Tuan muda benar, aku hanya memiliki kakakku seorang dan tidak punya keluarga lain lagi, ayah dan ibu kami telah lama mati sejak kami masih kecil dan dicap sebagai pembangkang diklan kami sehingga kami diusir dari klan.


Aku hidup dengan kakakku hanya berdua dan tinggal di sebuah rumah tua. Tuan muda, aku tidak tau harus meminta bantuan siapa lagi, jika terjadi sesuatu pada kakakku maka aku akan merasa orang yang paling tidak berguna.." Wu Min memohon dan seraya bersujud dan meneteskan air matanya.


Melihat itu, Tang Lian tidak bisa berpura-pura tidak tersentuh hatinya dan tidak peduli sama sekali. Kemudian Tang Lian menghembuskan nafas berat dan bertanya sekali lagi untuk memastikan apakah dia siap dengan segala konsekwensinya nanti, karena musuh ini adalah sebuah keluarga besar dan kuat.


"Aku bisa saja membantumu dan melepaskan segel budak itu, namun kau tahu tidak ada yang gratis didunia ini kan?."


"Aku tahu itu tuan muda, bahkan jika harus berkorban nyawa aku juga akan rela asalkan kakakku lepas dari cengkraman keluarga bajingan itu..." Wu Min masih berkata seraya bersujud.


"Sekarang berdirilah, kita akan menyelamatkan kakakmu.." Tang Lian berkata kemudian berdiri dari kursinya dan diikuti oleh kedua istri dan para bawahannya. Dengan Wang Long kembali melilit dileher Tang Lian dan Lao Hu yang ada di atas kepala Tang Lian serta Zhao Yu sipendiam yang dingin itu berjalan mengekor dari belakang.


"Terima kasih tuan muda, terima kasih!!!." Wu Min berkata dan kemudian bangun dari sujudnya lalu mengekor juga dari belakang.


***BERSAMBUNG***