PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 216 "Menundukkan Kera Api. "


Kera api terpukul mundur, meskipun kera itu sudah mengerahkan seluruh tenaganya, tetap saja ia kalah ketika beradu pukulan dengan Tang Lian.


Sementara Tang Lian tersenyum puas, pukulannya barusan juga hanya pukulan biasa, meskipun tidak mematahkan lengan kera itu, namun bisa memaksanya mundur.


Tangan kera itu gemetar menahan sakit, ia menatap marah kearah Tang Lian.


"Ayo! kerahkan seluruh kekuatan mu!.. " Tantang Tang Lian seraya membentuk kuda-kuda serius. Tang Lian tahu, kera ini masih belum mengeluarkan kemampuan yang sesungguhnya. Jadi ia yakin, setelah menerima kekalahan dua kali dari Tang Lian kera api itu pasti serius.


Dan benar saja, kera itu seperti memiliki kecerdasan, ia mencabut salah satu bulunya dan bulu nya itu seketika berubah menjadi sebuah tongkat!


Tang Lian menatap itu dengan kagum! Sekarang ia mengurungkan niatnya untuk membunuh kera ini, akan lebih bagus jika kera ini dijadikan bawahannya. Sangat disayangkan jika kera itu dibunuh, kera dengan kepintaran yang hampir sama dengan manusia itu lumayan langka, jadi ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.


Tatapan tajam kera itu, Tang Lian tahu bahwa itu bukan tatapan yang sama dengan binatang buas lainnya. Tatapan kera itu lebih ke hati-hati dan waspada serta sedang memikirkan strategi. Oleh karena itu Tang Lian juga tahu tentang kepintaran kera itu.


Kera itu berjalan memutari Tang Lian, caranya berjalan persis seperti manusia! Tidak seperti kera pada umumnya yang akan menggunakan tangannya juga.


Tang Lian tersenyum, kera ini benar-benar membuat kagum Tang Lian. Apa yang direncanakan oleh kera itu sekarang? Apapun itu, Tang Lian tidak peduli, ia mengikuti pergerakan kera itu dan memutar dengan arah yang berlawanan.


Merasa sekarang lah waktunya untuk menyerang, kera itu meraung seraya memutar-mutar tongkatnya dengan cepat! Tongkat itu seketika diselimuti oleh api yang membara, kemudian kera itu melompat dan mengayunkan tongkatnya memukul Tang Lian dari atas!


Tang Lian menghindar kekanan, tongkat kera itu tepat melewati depan wajahnya, hampir saja mengenai hidungnya!


"Bam!.. "


Kera itu memukul tanah dan retak!


Tang Lian menatap itu semakin kagum, sekarang ia benar-benar harus menundukkan kera api ini! Bagaimana pun caranya! Karena tidak hanya pintar, tenaga kera api ini juga luar biasa!


Kera itu ingin mengayunkan tongkatnya kesamping dan memukul Tang Lian, namun kaki Tang Lian lebih dulu memukul perutnya dan membuatnya terhempas kebelakang. Kera itu menabrak sebuah pohon dan tumbang!


Tang Lian menatap kearah kera yang ditimpa pohon, apakah kera api itu mati? Tidak mungkin kan? Tapi mengingat kerasnya tulang kaisar semestanya, itu bisa saja terjadi.


Namun apa yang selanjutnya terjadi membuat Tang Lian tersenyum lega, kera itu bangkit dan membuat pohon yang menimpanya beterbangan kesegala arah!


"Hahaha! Bagus sekali! Tunduk dan akui aku sebagai tuanmu atau mati!?.. " Ucap Tang Lian seraya mengacungkan jari telunjuknya pada kera itu.


Kera api itu tentu saja menolak dan marah, dijadikan budak oleh seorang manusia adalah penghinaan baginya, apa lagi manusia cacat seperti Tang Lian. Lantas kera itu pun meraung lagi hingga air liurnya menyembur kemana-mana, lalu mengumpulkan energi Qi pada tongkatnya lalu melemparkannya pada Tang Lian.


Tongkat itu menusuk bagaikan tombak! Melesat kearah Tang Lian dengan kecepatan tinggi, namun Tang Lian menendang tongkat itu kembali.


"Terlalu lemah!.. " Teriak Tang Lian setelah menendang tongkat itu.


Kera itu ingin mengambil kembali tongkatnya, namun Tang Lian tiba-tiba muncul dihadapannya, "Sekarang adalah giliran ku untuk menyerang!.. " Ucap nya lalu meninju perut kera itu.


Kera itu lagi-lagi terhempas kebelakang dan menumbangkan pohon lainnya.


"Kau ingin mengambil tongkat ini!? Ck, ck, ck.. Tidak adil jika kau memakai senjata sedangkan aku tidak, lebih baik kau berikan saja tongkat ini padaku dan cabut bulumu yang lain untuk dijadikan tombak atau bertarung dengan tangan kosong!.. " Ujar Tang Lian seraya memainkan tongkat kera itu yang baru saja ia cabut.


Nafas kera itu memburu dan menatap Tang Lian semakin benci, tapi mau tidak mau kera itu harus mencabut bulu nya yang lain dan dijadikan tongkat lagi, bertarung dengan tangan kosong melawan Tang Lian, itu sama saja dengan bunuh diri.


"Bagus sekali! Kau benar-benar penurut, Jadi rasakanlah bagaimana dipukul oleh tongkatmu sendiri!.. " Teriak Tang Lian seraya bergerak dengan cepat kedepan lalu mengayunkan tongkatnya dari samping.


Kera itu pun menahannya dengan tongkatnya, sesaat mereka beradu, saling menatap tajam satu sama lain. Beberapa detik beradu, kemudian keduanya saling melompat menjauh.


"Bagus sekali! Kau semakin serius! Aku suka itu. Jadi sekarang saatnya bagiku untuk serius juga, kuharap kau bisa bertahan dari dinginnya elemen esku!.. " Ujar Tang Lian seraya menyelimuti tongkatnya dengan elemen esnya itu.


Kera api yang tidak mau kalah, menggunakan elemen apinya dan menyelimuti tongkatnya.


"Hiyah!!. " Tang Lian berteriak seraya bergerak kedepan dengan cepat dan mengayun kan tongkatnya.


Kera api membungkukkan tubuhnya kebelakang dan menghindar, menancap kan tongkat nya ketanah dan dijadikan bahan topangan untuk menendang Tang Lian dengan kedua kakinya.


Tang Lian menahan itu dengan tongkat ditangannya, namun Tang Lian dipaksa mundur beberapa meter hingga menciptakan garis panjang bekas kakinya.


"Hahaha! Ayo tunjukkan lebih banyak kemampuanmu!.. " Tang Lian semakin tertawa senang.


Adegan barusan layaknya mirip seperti pendekar kungfu sejati. Sangat mengagumkan!


Kera api merasa tertantang dan kembali melesat kedepan, mengayunkan tongkatnya lagi dan lagi. Begitu pula dengan Tang Lian, menangkis semua serangan kera api. Tang Lian juga terkadang menyerang dan ditahan oleh kera api. Bertahan dan menyerang terus terjadi dalam pertarungan keduanya.


Tempat mereka bertarung, sudah di selimuti oleh api dan es, es yang dimiliki Tang Lian tidak pernah meleleh meskipun kera api itu sudah berusaha sekuat mungkin, dan bahkan apinya yang hampir mendominasi dipadamkan dalam sekejap oleh es Tang Lian.


Kera api yang semakin benci dan tidak mau kalah dari Tang Lian yang ia anggap manusia cacat dan rendahan, sementara Tang Lian menatapnya dengan semakin kagum. Tang Lian semakin ingin menaklukkan kera api ini. Dimasa depan, kera ini pasti akan sangat berguna baginya, apa lagi jika dilatih dengan baik, kera ini pasti tidak tertandingi.


Hingga akhirnya satu jam berlalu dan pertarungan pun mencapai puncaknya, kera api yang kelelahan karena kehabisan energi Qi. Sementara Tang Lian yang tetap segar dan energik karena tulang kaisar semestanya yang terus saja menyedot energi alam dan mengisi kembali energi Qi nya.


"Tunduklah kera brengsek!!. " Teriak Tang Lian dan memukul dada kera itu dengan tongkatnya.


Kera itu dikirim terbang dan Terpental-pental beberpa meter, ketika kera itu ingin bangkit, rasa dingin yang menyengat tiba-tiba memenuhi dadanya, hal itu membuat nya tidak bisa bangkit. Ketika ia melihat dadanya, itu sudah beku oleh es Tang Lian. Pada kesempatan itu, Tang Lian mengacungkan tongkatnya pada leher kera api seraya berkata, "Kau kalah!.. "