PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 233 "Murid Sang Penguasa"


"Aku punya satu permintaan sebelum kamu pergi," Ujar Ling Yuan setelah melepaskan pelukannya. Tatapan Ling Yuan sangat dalam dan tajam pada Tang Lin, yang menandakan dia sangat serius dengan permintaan nya.


"Katakan, apapun permintaan kamu aku pasti akan memenuhinya selama itu tidak diluar batas kemampuanku," Jawab Tang Lin dengan senyuman senang.


Didalam hatinya, Tang Lin tentu saja sangat senang karena akhirnya istrinya satu ini akhirnya mau berbicara dengannya.


"Berjanjilah bahwa kamu akan membawa putra kita kembali kedalaman keluarga kita. Aku ingin semuanya bisa kembali seperti semula, aku ingin kita bisa bercanda tawa kembali dengan putra kita. Terlepas dari semua masalah atau apapun kesalahan yang telah diperbuat putra kita, aku ingin kamu memaafkannya!" Ucap Ling Yuan masih dengan tatapan tajamnya.


Mendengar permintaan istrinya itu, Tang Lian pun tersenyum kembali seraya mengangkat tiga jarinya sejajar dengan kepalanya dan berkata, "Aku bersumpah dengan namaku sebagai Kaisar dan Sang Penguasa! Bahwa aku telah memaafkan semua kesalahan anak-anakku, dan aku akan membawanya kembali kedalam keluargaku!"


"DDUAAARRRR!"


Tiba-tiba langit bergemuruh dan menyambarkan petir dengan sangat keras, menandakan bahwa sumpah Tang Lin diterima. Kelak, Tang Lin harus memenuhi sumpahnya atau jiwanya tidak akan bisa bereankarnasi lagi.


Setelah itu barulah Ling Yuan tersenyum indah seraya berkata, "Pergilah! Selesaikan apa yang seharusnya dari dulu telah kamu selesaikan, dan ingatlah untuk kembali dengan selamat!"


Tang Lin pun mengangguk dan mencium kening istrinya itu sebelum naik keatas kapal raksasa miliknya.


"Berangkat!!"


Teriak Tang Lin dengan sangat keras setelah ia sampai ditempat duduknya diatas kapal miliknya. Detik itu juga, seluruh kapal raksasa itu bergerak secara serempak dengan kapal Tang Lin yang paling besar dan berada ditengah.


"Alam iblis! Tang Lin telah kembali!" Gumam Tang Lin dengan tatapan tajamnya dan memandang lurus kedepan.


...----------------...


Sementara itu, didalam sebuah jurang yang sangat gelap, yang bahkan cahaya mata hari sekalipun tidak dapat menembus kedalam jurang itu, terlihatlah Tang Lian, Shie Long dan juga Sun Hai yang sedang berjalan menyusuri jurang itu.


Meskipun jurang itu sangat gelap, namun bagi para kultivator seperti Tang Lian dan yang lainnya akan tetap bisa melihat dengan jelas.


Beberapa saat kemudian, Tang Lian pun menghentikan langkahnya karena Shie Long yang memimpin jalan juga berhenti. Tang Lian pun menatap Shie Long dengan tatapan keingintahuan dan penasaran. Pasalnya Tang Lian melihat seseorang yang sedang duduk bersila dan sebuah tombak biru cerah dengan corak harimau yang tertancap disampingnya.


Benar, seseorang itulah yang sebenarnya membuat Tang Lian dan yang lainnya berhenti melangkah. Jaraknya pun hanya sekitar sepuluh meter dari tempat Tang Lian berdiri. Seseorang itu atau lebih tepatnya seorang pria yang terlihat seumuran dengan Tang Lian, kemudian berbicara tanpa membuka matanya.


"Katakan maksud dan tujuan kalian kemari!"


Tang Lian hendak menjawab, namun didahului oleh Shie Long, "Salam senior, perkenalkan aku adalah Shie Long. Dan kami ingin memasuki alam Monster melalui porta yang senior jaga." Ujarnya dengan sopan dan menangkupkan tangannya.


Pemuda itupun lantas menyeritkan keningnya, "Shie Long? Apakah kau dari Klan Naga?"


"Benar senior, karena itu mohon kiranya senior mengizinkan kami untuk--"


Belum sempat Shie Long selesai berbicara, tiba-tiba langsung dipotong oleh pemuda itu, "Pergilah! Alam Monster bukanlah tempat dimana seharusnya kamu datang Shie Long! Tempat itu sangatlah berbahaya, karena jumlah monster yang tidak pernah ada habisnya makanya tempat itu disegel oleh guruku!"


Shie Long sudah tahu akan mendapatkan jawaban seperti itu. Oleh karena itu Shie Long pun berkata lagi, "Aku tahu jika kamu disuruh oleh gurumu untuk menjaga portal masuk itu agar tidak ada orang bodoh yang akan merusak segel portal itu. Karena jika segel itu dilepas, maka para monster akan berhamburan keluar dan bisa menghancurkan alam rendah ini kapanpun."


"Nah, itu kamu tahu. Jadi aku tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan lagi, oleh karena kamu sudah mengerti maka pergilah!" Ujar pemuda itu lagi.


Pemuda itu, atau yang dipanggil oleh Shie Long dengan nama Ming Jiao ataupun Pendekar Harimau Suci, langsung membuka matanya lebar-lebar karena sangat terkejut!


Siapa orang ini!? Kenapa dia bisa tahu bahwa guruku adalah Tang Lin!? Dan bagaimana dia bisa tahu namaku dan julukanku!?. Begitulah pikir Ming Jiao.


Namun ketika dia membuka matanya, disitupula ia harus terkejut sekali lagi seolah jantungnya akan hendak melompat keluar, karena melihat Tang Lian yang sangat mirip dengan Tang Lin.


"G-guru!?..." Ujarnya terbata karena sangat terkejut. Namun segera ia mengendalikan dirinya yang hampir saja melompat dan berlari memeluk Tang Lian. Karena jika ia perhatikan, wajahnya memang mirip dengan Tang Lin, namun aura dan warna rambut serta warna matanya memiliki perbedaan yang jelas.


"Tidak! Kamu bukan guruku! Siapa sebenarnya kalian? Dan apa tujuan kalian?" Tanyanya sekali lagi dengan raut wajah yang sulit diartikan.


"Sekali lagi aku perkenalkan, aku adalah Shie Long, putri dari Dewa Naga Shen Long, dan dia adalah--"


Shie Long ingin memperkenalkan Tang Lian juga, namun langsung didahului oleh Tang Lian.


"Siapa aku kamu tidak perlu tahu, yang harus kamu ketahui adalah kami ingin memasuki alam monster itu. Apakah kamu mengizinkan nya atau tidak?" Ujarnya yang tidak mau diketahui siapa sebenarnya dia.


Apa yang diucapkan oleh Shie Long sebelum nya sudah cukup membuat Tang Lian tahu bahwa pemuda dihadapannya adalah murid ayahnya. Dan Tang Lian juga tahu, meskipun pria dihadapannya itu masih tampak muda dan seumuran dengannya, namun nyatanya pemuda itu hampir sama tuanya dengan ayahnya yaitu berusia lima ratusan ribu tahun lebih.


Ming Jiao tentu saja sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Shie Long adalah putri dari Sang Dewa Naga Shen Long. Namun karena perkataan Tang Lian membuatnya sadar, maka ia pun menatap Tang Lian dengan tatapan penasaran yang sangat besar.


Berbagai macam tebakan muncul dibenaknya tentang siapa sebenarnya Tang Lian, termasuk Tang Lian adalah anaknya Tang Lin atau tidak?


"Anak muda, perkenalkan namamu sebelum bicara!" Ujar Ming Jiao memancing.


Tentu saja Tang Lian tidak akan terpancing dengan mudahnya, sebagai jawaban Tang Lian justru hanya berdiam diri seraya menyunggingkan senyuman misterius.


Ming Jiao pun semakin yakin dengan tebakannya. Namun untuk membuktikannya lagi, akhirnya ia berkata,


"Baiklah jika kamu tidak ingin memperkenalkan dirimu. Namun jika kamu ingin memasuki alam monster, maka kamu harus mengalahkanku terlebih dahulu. Jika kamu tidak bisa, maka jangan harap kamu bisa memasuki alam monster, sekalipun kamu adalah putra guruku!"


...****************...


Halo teman-teman semuanya, mohon maaf sebesar-besarnya karena sudah ada dua bulan author tidak update. Itu dikarenakan Author tidak punya HP lagi.


HP Author terpaksa author jual untuk biaya makan sebelumnya. dan bahkan sampai sekarang author masih belum bisa belik HP lagi karena penghasilan Author satu harinya hanya tiga puluh ribu perhari, buat makan aja masih kurang.


Ini aja saya tinggal numpang Dirumah abang angkat. Abang angkatku kebetulan baru pulang dari kalimantan, jadi bisa pinjam HP nya. itu pun katanya hanya dua minggu Dirumah habis itu terbang lagi ke batam.


Author pun bingung sekarang, kadang aja makan kadang enggak. Taulah hidup ditanah rantau susahnya gimana. Ini pun mungkin hanya dua minggu author bisa update, karena sehabis abg angkat author pigi lagi Udah pasti author ga bisa update lagi.


Sekali lagi maafkan author ya, tapi tolong jangan hina author. Author cerita kemari karena Gak punya tempat cerita, sumpah demi allah, kadang author mau nangis. Saudara kandung ga punya, orang tua Udah pulang menghadap Allah, dan author juga anak tunggal.


Dan permintaan author kali ini, buat semua pembaca yang baik, mohon doakan author ya... Dan sekali lagi jangan hina author... terima kasih.