PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 180 "Nikahi Aku!!"


Sementara semua orang sibuk mencari dimana itu Yan Feng, disisi lain Tang Lian dan Yan Feng sudah hampir tiba dan mendengar teriakan-teriakan memanggil dari berbagai arah. Tang Lian pun langsung saja mempercepat langkahnya kembali.


Sekelompok murid baru yang juga sibuk mencari, mereka semua terkejut dengan Tang Lian yang tiba-tiba muncul bersama Yan Feng diatas pundaknya.


"Siapa kamu!? Apakah kamu yang menculik Yan Feng ha!?.." Teriak marah salah satu murid karena ia tidak mengenal Tang Lian. Sedangkan untuk Yan Feng tentu saja mereka mengenalinya karena seringnya ia bermain dan berlatih bersama mereka.


"Tidak, aku tidak menculiknya..." Belum sempat Tang Lian menyelesaikan kata-katanya, salah satu murid baru itu kemudian memotongnya.


"Saudara, mana ada maling mau ngaku.."


"Benar, sebaiknya kita beri dia pelajaran setelah itu baru kita menyerahkannya kepada sang Penghakim nanti!.."


"Hmph!! Aku ingin lihat bagaimana sang Penghakim nanti menghukummu karena telah menculik putranya!!.." Ujar para murid-murid baru itu penuh kebencian.


Detik berikutnya, kelompok murid baru itu pun melesat bersamaan dan menyerang Tang Lian. Tang Lian yang tau jika ini hanya salah paham saja, kemudian dengan cepat melumpuhkan para murid itu.


Setelah para murid baru itu tidak berdaya dan babak belur, barulah ia berkata, "Kalian ini seharusnya memastikan terlebih dahulu. Dengar, aku adalah sang Penghakim..."


Kelompok murid itu terlihat tidak percaya, kemudian memandang Yan Feng yang hanya diam dari tadi. Yan Feng pun menganggukkan kepalanya dan membuat kelompok murid itu ketakutan setengah mati. Mereka ingin meminta maaf tapi Tang Lian sudah pergi terlebih dahulu karena ibunya Yan Feng pasti sangat khawatir.


Para murid itupun mengutuk diri sendiri karena tidak mengenal Tang Lian. Setelah itu barulah mereka menyebarkan kabar jika Yan Feng sudah kembali dengan ayahnya.


Disisi Tang Lian, ia dengan cepat sudah tiba dikediamannya, ia pun membuka pintu dengan kakinya. Didalam kediamannya itu, semua wanitanya berusaha menenangkan Fei Fei, sedangkan Jia Kun hanya berdiri dengan tatapan membara karena amarah.


Dan ketika mereka melihat Tang Lian masuk bersama Yan Feng, mereka membelalakkan matanya terkejut. Sementara Fei Fei langsung berlari memeluk putranya erat-erat.


"Feng'er!! Dari mana saja kamu nak... Kamu membuat ibu takut.." Ujar Fei Fei dengan berderai air mata. Tapi meskipun ia menangis, hatinya sudah tenang.


Melihat ibunya yang menangis seperti itu, perasaan bersalah memenuhi diri Yan Feng.


"Maafkan aku ibu, sudah membuat ibu khawatir. Anakmu tidak berbakti, hukum saja aku bu..." Ujar Yan Feng meminta maaf seraya memeluk ibunya.


Sementara itu, semua wanita Tang Lian dan Jia Kun melihat itu dengan tatapan haru. Akhirnya mereka bisa bernafas dengan lega sekarang.


Fei Fei yang merasakan permintaan maaf dari putranya dengan tulus, kemudian melepaskan pelukannya lalu berkata, "Tidak apa-apa nak, asalkan kamu baik-baik saja, itu sudah cukup bagi ibu.." Ujarnya dengan senyuman hangat pada putranya.


"Kau bocah nakal!! Dari mana saja kau!!.." Ujar Yun Mei tiba-tiba dan menarik telinga Yan Feng.


"Aduh! Aduh! Aduh!... Bibi Mei itu sakit!!.." Ujar Yan Feng yang merasakan telinganya panas.


"Telingamu bahkan akan ku buat lepas jika kau tidak memberiku penjelasan!.." Ujar Yun Mei tanpa mengendurkan tangannya dari telinga Yan Feng.


"Baik bibi Mei, akan aku jelaskan, tapi lepaskan dulu telingaku itu sangat sakit bibi Mei!!.." Ujar Yan Feng yang merasa kali ini Yun Mei menarik telinganya lebih keras dari pada sebelumnya.


Disisi lain, Tang Lian menatap itu dengan tidak berdaya, karena ia memahami bagaimana khawatirnya para wanitanya itu terlebih lagi Fei Fei.


Dan karena Jia Li telah berkata demikian, maka Yun Mei pun melepaskannya. Namun tatapannya tetap tajam pada Yan Feng.


Seraya menggosok telinganya yang merah, Yan Feng bukannya memberikan penjelasan tapi malah lari kearah Tang Lian, "Ayah! selamatkan aku. Bibi Mei menarik telingaku hampir lepas!!.." Teriaknya mengadu dan bersembunyi dibelakang Tang Lian. Ia tau ia harus memberi penjelasan tetapi tatapan Yun Mei yang tajam membuatnya sangat takut.


"Ha!?.." Bibir Tang Lian berkedut, ia tidak percaya Yan Feng akan bersembunyi dibelakangnya.


Tatapan wanitanya kemudian beralih padanya seolah meminta dia untuk menjelaskan. Yun Mei bahkan tidak bisa membuat tatapan tajam dan ekspresi marah pada Tang Lian, ia hanya bisa memandang wajah itu dengan tatapan teduh dan hati tenang.


Merasakan semua tatapan wanitanya yang menunggu penjelasan, Tang Lian pun menghembuskan nafas panjang sebelum dia bercerita semuanya. Tentang bagaimana Yan Feng mendatangi dia yang sedang berlatih dan memancing. Tidak ada yang ia sembunyikan kecuali tentang harta Karun di pinggir sungai sebelumnya.


Semua wanitanya kini merasa sangat lega, mereka yang awalnya bingung kenapa Tang Lian yang membawanya pulang. Apakah Tang Lian mendengar teriakan orang yang memanggil lalu ia menyudahi latihannya mencari Yan Feng juga. Kini mereka menjadi tau jika apa yang mereka pikirkan itu tidak salah.


Setelah itu, Tang Lian yang ingat jika Yan Feng belum makan apapun, kemudian meminta kepada para wanitanya agar segera menyajikan makanan dan makan malam bersama.


Satu jam kemudian, mereka telah selesai makan dan duduk bersama di ruang tengah kediaman mereka, berbincang ringan dan kadang tertawa bersama. Mereka bercerita tentang apa yang mereka lalui beberapa Minggu ini semenjak Tang Lian tidak ada disana. Pada titik ini, sekte elang besi maupun kota singa api telah kembali tenang.


Sementara mereka dengan bahagianya bersenda gurau, tiba-tiba pintu di dobrak oleh seseorang dengan kasar. Semuanya menatap dengan heran dan ekspresi gelap, mereka pikir siapa yang sangat berani mendobrak pintunya dengan kasar. Namun ketika mereka melihat Liu Mingyan yang masuk, mereka tidak bisa mengatakan apapun.


"Pria Mesum!!.." Teriaknya seraya berjalan dan menghentakkan kakinya kesal.


Tang Lian yang tau jika yang dimaksud itu adalah dirinya, menjawab dengan heran, "Gadis pembohong, kamu kenapa? Wajahmu terlihat sangat kesal.."


Liu Mingyan menjatuhkan diri dipangkuan Tang Lian dan memeluknya seraya berkata, "Aku tidak mau tau, kamu harus mencari pemimpin kota baru untuk menggantikan ku!!.."


"Ha!?...Apa kamu serius?.."


"Tentu saja..."


"Tapi mengapa? Bukankah menjadi pemimpin kota itu enak? Kamu memiliki pelayan dan prajurit kuat yang melindungi mu.." Ujar Tang Lian seraya mengelus kepala Liu Mingyan lembut.


"Tapi bukan itu yang ku inginkan.." Liu Mingyan berkata lalu meletakkan kepalanya di dada Tang Lian.


"Jadi apa yang kamu inginkan? Katakan saja, jika itu masih berada dalam jangkauanku maka akan ku kabulkan.."


Liu Mingyan mengangkat kepala dan memandang lurus mata Tang Lian dan berkata, "Nikahi aku, bahkan jika bisa sekarang!!.."


""Uuuhhkkkk... Uuuhhhhkkkk.... Uuuhhhkkkk!!."


Para wanita Tang Lian yang lainnya tersedak ketika mendengar itu. Mereka tidak menyangka jika Liu Mingyan akan sangat berani mengatakan itu.