PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 200 "Hanya Ingin Dia Menikmati Hidupnya"


"A-apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kediaman Sang Penghakim bisa hancur seperti ini!?." Ujar seorang murid sekte elang besi, memandang area kediaman Tang Lian yang telah hancur.


"Entahlah, tampaknya ada seseorang yang sedang mengacau!.." Ujar murid lainnya menyambung.


"Hei lihat itu!..." Ujar murid lainnya lagi seraya menunjuk kearah Tang Lian dan yang lainnya.


"Astaga! Apa-apaan itu!?.."


"Itu tampak seperti Sang Penghakim sedang bertarung!.."


"Tapi dengan siapa?.."


"Apa kau buta! Lihatlah dengan jelas, musuhnya pasti harimau putih itu!.."


"Kau yang bodoh! Harimau putih itu adalah hewan peliharaan Sang Penghakim, jadi itu tidak mungkin!."


"Itu bisa saja, jika harimau itu berkhianat!.."


"Jika harimau itu benar-benar berkhianat, ia pasti sudah mati. Karena Binatang roh yang telah menjalin kontrak dengan seseorang menjadi tuannya tidak akan pernah bisa berkhianat atau ia akan mati dengan satu kata dari tuannya..."


Begitulah para murid sekte elang besi mencoba menebak-nebak apa yang sedang terjadi.


Sebagai manusia yang memiliki rasa keingintahuan yang besar, tentu saja para murid itu ingin mendekat agar semakin jelas mendengar apa yang sedang terjadi, tapi mereka tidak berani karena ada dua orang yang tampaknya sangat berwibawa dan menakutkan.


Bahkan Jia Kun dan para tetuanya yang telah berada disana juga tidak berani melakukan apapun, sebelumnya mereka sangat jelas merasakan penindasan luar biasa dari dua orang yang sedang melindungi Tang Lian.


Tapi mereka juga masih penasaran siapa dua orang yang sedang melindungi Tang Lian itu?.


Sementara itu, Lao Hu merasa semakin tidak percaya dengan kemunculan Yun Zhang tiba-tiba dan ikut melindungi Tang Lian. Bahkan juga ikut-ikutan menantangnya bertarung hidup dan mati?.


"Bodoh... Bodoh... Bodoh...! Mengapa kalian semua sangat bodoh! Pangeran sedang berusaha membuang darahnya, seharusnya kalian membantuku menghentikannya, bukan malah melawan ku bodoh!!.." Ucap Lao Hu berteriak sangat kesal.


"Kau yang bodoh! Lihat apa yang kau lakukan! Ini semua adalah ulahmu yang telah membongkar segalanya! Apa kau kira kau setara dengan Yang Mulia dan berhak mengatakan semuanya!?.." Balas Shen Long dengan sengit.


"Aku melakukannya karena dunia ini sedang tidak baik-baik saja! Kau tau itu!!." Ujar Lao Hu membela diri.


Menggelengkan kepalanya, Shen Long berkata, "Kekhawatiran mu sama sekali tidak berdasar!..."


"Tidak berdasar katamu!? Apa kau telah melupakan apa yang terjadi lima ratus ribu tahun yang lalu? Itu adalah era kekacauan dan kehancuran, apa kau ingin itu terjadi lagi hah!.." Ucap Lao Hu dan kembali menghentakkan sebelah kakinya sehingga menciptakan ledakan energi kembali.


Ketika Lao Hu menghentakkan kakinya, para murid dari sekte elang besi langsung pergi menjauh, bahkan ada beberapa murid yang tidak sempat menjauh dan akhirnya terpental dan tak sadarkan diri.


Setelah itu tidak ada yang berani mendekat, bahkan Jia Kun sendiri ragu apakah ia dapat menahan satu hentakan kaki dari Lao Hu.


"Memangnya kenapa jika era kehancuran itu kembali! Apa kau kira Yang Mulia tidak cukup kuat untuk menghadapinya? Ingatlah! Siapa yang menciptakan era kedamaian di alam rendah ini lima ratus ribu tahun yang lalu!!.." Ucap Shen Long kembali.


Tenggelam dalam pikirannya, Lao Hu baru menyadari kesalahannya. Sebelumnya Tang Lin hanya berkata ingin putranya kembali ke sisinya, tidak sekalipun ia menuntut putranya untuk menjadi kuat dan menanggung tanggung jawab alam rendah ini.


Tang Lin hanya ingin putranya menikmati hidupnya, membiarkan apapun yang akan dilakukannya. Bahkan jika putranya itu menjadi Penghakim atau tidak, menjadi sampah atau tidak, ia tetap akan menyayangi putranya.


Itu juga adalah alasan mengapa Tang Lin menyembunyikan segalanya dari Tang Lian. Ia tidak ingin membebani putranya dengan tuntutan menjadi kuat seperti dirinya, ia hanya ingin putranya menjadi dirinya sendiri tanpa paksaan dari Tang Lin sendiri.


Tapi karena Lao Hu, semuanya kacau sekarang, bukannya membuat Tang Lian kembali ke sisi ayah dan ibunya, tetapi justru membuatnya semakin menjauh.


Lamunan Lao Hu, seketika terbuyarkan ketika Tang Lian menjerit keras, ia tampak sedang memaksakan dirinya untuk secepatnya membuang semua darah itu, ia benar-benar ingin memutus hubungan sepenuhnya dengan ayahnya.


Tubuh Tang Lian yang tadinya kekar tegap berisi, kini perlahan menjadi kurus dan pucat. Ketampanannya juga perlahan memudar.


Ekspresi wajah Lao Hu langsung berubah menjadi rasa bersalah yang sangat dalam, ia menatap Tang Lian dengan sangat sedih, ini adalah salahnya.


Tapi seketika Lao Hu kembali menatap kedua orang yang sedang melindungi Tang Lian itu dengan tajam, "Meskipun aku bersalah... Setidaknya kalian harus menyingkir! Aku ingin menghentikan pangeran yang berusaha membuang darahnya itu!.."


"Haih!!... Dari awal dia sudah membentuk segel pemurnian darah, kau sudah tidak punya waktu untuk menghentikannya, dan justru kau akan menyakitinya atau bahkan membunuh nya tanpa sengaja karena menghentikan dengan paksa.." Ujar Yun Zhang yang kini angkat bicara.


Mendengar itu perasaan bersalah semakin memenuhi pikiran Lao Hu, sementara itu Shen Long dan Yun Zhang hanya bisa menghela nafas tidak berdaya. Itu juga adalah alasan mengapa kedua orang itu melindungi Tang Lian, mereka tentunya tidak ingin mati meskipun ia sudah membuang darahnya atau Tang Lin akan murka.


Murka Tang Lin bukanlah sesuatu yang bisa mereka tanggung jika ia benar-benar sangat murka.


Semua orang terdiam, hanya terdengar isakan tangis dari para istri dan kekasih Tang Lian. Namun meskipun demikian, Shen Long dan Yun Zhang tidak mengendurkan kewaspadaannya sedikit pun, tidak ada jaminan jika Lao Hu sudah menyerah, bisa saja Lao Hu tetap memaksa untuk menghentikan.


Disela-sela itu, Yun Zhang menatap putrinya dengan tatapan teduh dan berkata dengan lembut, "Putriku, ayah mohon kamu tenang lah.. Semua akan baik-baik saja, ayah tidak ingin terjadi sesuatu dengan cucu ayah..."


Mendengar itu, Yun Mei sedikit merasa tenang kemudian menjawab, "Aku mengerti ayah..."


Tempat itu kembali hening, namun beberapa detik selanjutnya, langit tiba-tiba gelap gulita! Angin tiba-tiba berhembus sangat kencang! Petir merah seperti darah menggelegar di atas langit! Tetesan air hujan yang panasnya seperti lahar menghujani seluruh area sekte elang besi.


"Lihatlah, sekarang Yang Mulia benar-benar murka..." Ujar Shen Long seraya menatap langit dengan tidak berdaya.


Benar, itu adalah Tang Lin yang sedang murka!


Angin yang berhembus kencang itu, menumbangkan pohon-pohon sekitar, tetesan air hujan yang panas, membuat bangunan-bangunan sekte elang besi meleh, petir-petir merah itu terus menggelegar sangat menakutkan.


Namun, Tang Lian dan para istrinya terlindungi dari semua itu, ketika ada tetesan air yang akan menyentuh mereka, itu akan langsung dibelokkan. Seolah ada perisai tak kasat mata yang melindungi mereka.


Berbeda dengan Shen Long, Lao Hu, Yun Zhang dan Wang Long. Mereka harus melindungi diri sendiri.


Sementara itu orang-orang sekte elang besi yang tidak tau apa-apa kini juga terkena imbas dari kemarahan Tang Lin.