
Setelah Tang Lin masuk kekamar Ling Yuan pada awalnya dia ingin berteriak lagi namun tidak jadi karena Tang Lin melihat Tang Lian sudah bersembunyi dibalik punggung ibunya. Dan itu membuat Tang Lin terdiam sejenak karena tidak tahu harus berkata apa-apa, Tang Lin takut jika dia berbicara maka Ling Yuan akan marah padanya.
"Ibu lihatlah telingaku ini hampir lepas ditarik pria tua itu..." Ditengah terdiamnya Tang Lin dia dikejutkan dengan putranya yang sedang mengadu pada ibunya sambil menunjukkan telinganya yang merah karena tarikan Tang Lin sebelumnya.
"Mana, coba ibu lihat" Ling Yuan berkata dengan penuh perhatian. Kemudian setelah Ling Yuan melihat telinga putranya yang memang benar-benar merah menjadi kesal, sebelumnya saja Ling Yuan sudah kesal karena kain yang sedang dia jahit jadi salah jahit ditambah lagi sekarang dia melihat telinga putranya yang merah.
Disisi Tang Lin yang melihat itu dia merasa tamatlah riwayatnya karena Ling Yuan akan mengomel sebentar lagi, dan benar saja tidak lama setelah Ling Yuan memeriksa telinga anaknya kemudian mengomel.
"Bagaimana kamu bisa kejam kepada anakmu sendiri, lihatlah telinganya hampir sudah merah sampai seperti ini dan bla bla bla...." Ling Yuan terus mengomeli Tang Lin sampai lima belas menit lamanya. Dan Tang Lin yang mendengar itu seperti lima belas jam lamanya, sedangkan Tang Lian hanya tersenyum kepada ayahnya seakan mengatakan 'rasakan itu'.
Dan Tang Lin yang melihat ekspresi putranya tau bahwa putranya itu sedang mengejeknya dan itu membuatnya tambah kesal lagi, namun walaupun dia kesal dia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena wanita yang sedang mengomel itu bagaikan suara tawon yang berdengung ditelinga. (Sama seperti kamu yang sedang membaca ini sering kenak omelin๐๐).
Setelah lima belas menit mengomeli Tang Lin kemudian Ling Yuan berbalik mengomeli Tang Lian juga.
"Kamu juga Lian'er, sudah tau jika ayahmu itu mudah marah mengapa memprovokasi lagi, cepat sekarang minta maaf" Ling Yuan berkata sambil melihat kearah Tang Lian yang sedang bersembunyi dipunggungnya.
Tang Lian yang mendengar ibunya mengomelinya juga akhirnya tidak bisa tersenyum lagi bahkan sekarang Tang Lian hanya bisa membuat ekspresi sedih. Berbeda dengan Tang Lin yang kemudian tersenyum kearah Tang Lin seolah-olah membalas perkataan Tang Lian sebelumnya 'rasakan juga itu'.
"Tidak mau!!!" Tang Lian berkata sambil memalingkan wajahnya seolah-olah dia sedang merajuk.
Ling Yuan yang melihat putranya yang sedang merajuk dan mirip seperti seorang anak kecil yang manja akhirnya menyerah untuk mengomelinya kemudian sambil menggelengkan kepalanya Ling Yuan mencium lembut pipi anaknya.
'Cup'
"Sekarang sudah mau minta maaf?" Ling Yuan bertanya dengan lembut. Namun Tang Lian tidak menjawab kemudian memalingkan wajahnya kearah lain lagi seolah-olah mengatakan cium sebelah lagi maka aku akan meminta maaf. Melihat itu akhirnya Ling Yuan kembali mencium pipi putranya yang sebelah lagi.
"Sekarang sudah mau meminta maaf?" Ling Yuan bertanya dengan lembut dan mengelus lembut kepala Tang Lian.
"Sudah ibu..." Tang Lian berkata dengan singkat dan tersenyum. Kemudian Tang Lian turun dari tempat tidur dan berjalan kedepan ayahnya dan bersujud meminta maaf.
"Ayah aku minta maaf..."
Melihat putranya yang meminta maaf sambil bersujud membuat Tang Lin mau tidak mau tidak tega dan akhirnya memaafkannya.
"Bangun lah nak, ayah memaafkanmu..." Tang Lin berkata sambil mengangkat tubuh putranya yang sedang bersujud.
"Baiklah nak, ayah masih ada urusan ayah harus pergi sekarang..." Tang Lin berkata sambil menepuk-nepuk lembut kepala Tang Lian.
"Baik ayah..." Tang Lian berkata dan kembali ketempat tidur kemudian meletakkan kepalanya di pangkuan ibunya kemudian tidur dengan manja.
"Lian'er mengapa kamu sangat suka membuat ayahmu marah?" Ling Yuan bertanya dengan lembut sambil mengelus kepala anaknya yang serang berbaring di pangkuannya.
"Aku tidak bermaksud seperti itu ibu, karena sebentar lagi ayah dan ibu akan kembali kealam atas jadi aku hanya ingin menghabiskan waktu yang tersisa." Tang Lian menjawab sambil tetap memejamkan matanya.
"Memangnya kamu tidak ingin ikut kembali bersama kami?"
Ling Yuan yang melihat putranya sudah tertidur di pangkuannya tidak melanjutkan lagi pertanyaannya dan tentunya Ling Yuan juga paham apa alasan Tang Lian sebenarnya.
Setelah itu Ling Yuan kembali melanjutkan menjahit kain sebelumnya sambil bernyanyi lembut, suara nyanyian Ling Yuan yang indah dan merdu membuat Tang Lian semakin terlelap dalam tidurnya. Ketika Ling Yuan sedang bernyanyi, ketiga putrinya masuk kekamar itu dan berjalan kearah Ling Yuan.
"Apa kalian menginginkan sesuatu?" Ling Yuan berhenti menyanyi dan bertanya kepada ketiga putrinya.
"Tidak ada ibu, kami hanya ingin kami yang mengurus adik kami sekarang." Tang Yue berbicara dengan lembut dan tersenyum diikuti oleh anggukan Tang Yui dan Tang Yua.
"Baiklah silahkan..." Ling Yuan berkata kemudian mengangkat kepala Tang Lian dengan perlahan agar tidak membangunkannya kemudian memindahkannya ke pangkuan Tang Yue dan setelah itu Ling Yuan pun keluar dan membiarkan keempat anaknya disana.
Setelah Ling Yuan keluar, Tang Yue kemudian mencium lembut kening Tang Lian, kemudian secara bergantian ketiga kakak Tang Lian menciumi wajahnya dengan lembut.
Singkat cerita sore hari telah tiba dan sekitar dua jam lagi portal akan selesai dibangun kemudian Tang Lian terbangun. Ketika Tang Lian membuka matanya dia melihat tiga wajah kembar dan cantik didepannya.
"Kakak?" Tang Lian berkata dengan masih linglung karena baru bangun.
"Selamat sore adik, apakah tidurmu sangat nyenyak?" Tang Yue bertanya sambil tersenyum hangat.
"Iya kakak..." Tang Lian menjawab dan ingin bangkit namun tidak bisa karena Tang Yui dan Tang Yua tiba-tiba memeluknya dari kiri dan kanan sambil berbaring.
"Kakak?" Tang Lian berkata karena bingung.
"Diamlah untuk sebentar saja adik, kami masih ingin memelukmu.." Tang Yua berbicara sambil mengeratkan pelukannya. Dan begitu juga dengan Tang Yui kemudian meletakkan kepalanya di dada Tang Lian.
Tang Yue yang melihat itu akhirnya mengangkat kepala Tang Lian dan memindahkannya kebantal, kemudian Tang Yue duduk diatas Tang Lian, tepatnya diantara paha Tang Lian dan kemudian berbaring juga didada Tang Lian.
Pada saat ini Tang Lian sedang diapit dari kiri, kanan dan atas oleh ketiga kakaknya, dan hal itu membuat burungnya bangun dan menyentuh lembah keramat Tang Yue. Dan Tang Yue yang merasakan itu hanya tersenyum dan menggoda Tang Lian.
"Adik ternyata kamu cabul..." Tang Yue berkata dengan suara yang menggoda sambil mengelus lembut bibir Tang Lian dengan ibu jarinya.
"Bu...bukan seperti itu kakak..." Tang Lian berkata dengan malu tetapi tidak dapat dipungkiri saat ini nafsunya sedang naik.
"Lalu ini apa?" Tang Yue bertanya dan memegang burung Tang Lian yang sudah bangun dan menyentuh lembah keramat Tang Yue sebelumnya.
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong ๐
**********SAMPAI JUMPA***************