PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 225 "Duel Satu Lawan Satu!"


Sementara disisi Tang Lian, aura dingin ia keluarkan membekukan tempat mereka bertarung dalam radius lima kilo meter.


Seribu pasukan iblis itu juga ikut berubah menjadi bongkahan es, iblis gendut melihat itu dengan menyipitkan matanya, "Tampaknya ada orang bodoh lainnya yang ingin menantang ras iblisku!.. " Teriaknya sombong dan mengibaskan tangannya.


Kibasan tangan iblis gendut itu mengandung energi panas, seketika membuat es yang membekukan pasukannya mencair begitu saja. Bukannya takut, Tang Lian justru menyeringai lebar dan menakutkan. Tampak seperti ada sesuatu yang mendorong keinginan nya untuk berduel melawan iblis gendut itu.


"Iblis gendut, kau sangat menarik! Aku ingin tahu sekuat apa pilar iblis kedua belas!.. " Ujar Tang Lian dengan senyuman aneh yang sulit diartikan.


Tang Lian berjalan perlahan menghampiri iblis gendut itu. Tidak ada rasa takut sedikitpun dalam hatinya, yang ada hanya keingin duel satu lawan satu.


Shie Long tentu tahu maksud Tang Lian, dengan sangat khawatir ia berniat menghentikannya, "Tuan tolong jangan gegabah! Iblis itu jauh lebih kuat darimu!" Ucapnya seraya merenggangkan kedua tangannya dihadapan Tang Lian.


Tapi sayangnya Tang Lian tidak mengubrisnya sama sekali, ia justru berkata dengan dingin seraya menatap tajam naga betina itu.


"Minggirlah Shie Long!"


Tatapan tajam yang menusuk itu, entah mengapa Shie Long merasa merinding. Tanpa sadar ia pun menyingkir dari jalan Tang Lian.


Sementara itu Sun Hai yang sudah bangkit dari pukulan iblis gendut sebelumnya, kembali mengamuk sendirian melawan seribu pasukan iblis.


"Lebih baik kau bantu saja Sun Hai dan ingat jangan ganggu pertarungan ku! " Tegas Tang Lian tanpa melirik Shie Long sama sekali.


"Hahaha.. Lelucon macam apa ini? Manusia rendahan dan cacat sepertimu sungguh berani melawan pilar iblis kedua belas sepertiku? Hahaha... " Tawa iblis gendut itu mengejek Tang Lian.


"Tapi aku kagum dengan keberanianmu manusia rendahan. Sebagai penghargaan dariku, akan kuberikan kau kematian yang cepat!.. " Ujar iblis gendut itu lagi kemudian tiba-tiba menghilang dari tempatnya.


Entah apa yang terjadi, Tang Lian tidak bisa melihat pergerakan iblis itu. Namun Tang Lian bisa merasakan jika iblis itu sedang bergerak cepat kearahnya seraya mengayunkan kapak ditangannya.


Tang Lian memejamkan matanya, "Domain Es!" Teriaknya tiba-tiba, kurang dari satu detik tempat mereka bertarung kembali ditutupi oleh es yang sangat dingin. Bahkan es kali ini jauh lebih dingin daripada sebelumnya.


"Hm?.. " Iblis gendut itu sedikit terkejut karena ia tiba-tiba tidak bisa bergerak. Ketika ia memperhatikan lagi, ternyata setengah dari tubuhnya berubah menjadi es.


"Seseorang yang bisa membunuh ku didunia ini belum dilahirkan!.. " Ujar Tang Lian yang tiba-tiba muncul di hadapan iblis gendut itu lalu memukul wajahnya dengan sangat keras.


Iblis gendut itu terlempar kebelakang dan terpental berkali-kali. Tang Lian tersenyum bangga melihat itu, sementara Shie Long terbelalak tidak percaya menatap itu.


Namun masih terlalu cepat untuk merayakan kemenangan, es kristal yang membekukan setengah tubuh iblis gendut itu tiba-tiba mencair perlahan.


"Hahaha... Bagus sekali! Tidak kusangka manusia rendahan sepertimu memiliki tehnik yang lumayan kuat. Ayo keluarkan semua yang kau punya!... " Tantang iblis itu seraya menyeringai menyeramkan.


Kening Tang Lian berkerut tidak suka dengan perkataan iblis gendut yang terkesan mengejek barusan. Tapi itu tidak akan membuatnya ketakutan, justru sebaliknya Tang Lian ingin melawan pilar iblis ini satu lawan satu.


"Baik! Sesuai keinginan mu! Shie Long berikan aku senjata!.. " Tang Lian mengangkat tangannya.


Shie Long pun menanggapi itu dengan cepat, sebagai seorang putri dewa tentu saja ia memiliki banyak artefak dan senjata tingkat tinggi di cincin penyimpanannya.


"Tangkap ini tuan!.. " Shie Long melemparkan sebuah tombak berwarna biru pada Tang Lian.


Tang Lian tidak memperdulikan itu, ia memainkan tombak biru itu dengan tangan kirinya. Meskipun Tang Lian hanya memiliki tangan kiri, tapi itu tidak masalah baginya.


"Hiiiyyaah!!"


Entah bagaimana caranya, Tang Lian tiba-tiba muncul dan menusukkan tombak birunya kedada iblis gendut yang masih tertawa mengejek.


"Apa!?.. "


"Bang! "


Iblis gendut itu sungguh tidak menyangka hal ini bisa terjadi, untung saja kulit iblis itu sangat tebal dan kuat, sehingga ia hanya dipukul mundur beberapa meter kebelakang. Namun ini adalah sebuah hal yang sangat memalukan bagi iblis itu, seorang manusia rendahan yang kultivasi nya jauh dibawahnya berhasil memukul mundur pilar iblis kedua belas, tentunya ini tidak dapat diterima oleh iblis itu.


"Bagaimana? Siapa yang dipermalukan sekarang hah?.. " Ejek balik Tang Lian.


"Bajingan cacat! Kau membuatku sangat marah!.. " Teriak iblis itu sangat keras karena kesal.


"Buruk!.. " Monolog Shie Long tiba-tiba seraya menatap kearah tuannya yang akan kembali menghadapi pilar iblis kedua belas itu. Ia ingin membantu, tapi ia ingat perkataan Tang Lian agar tidak mengganggu pertarungan nya. Tapi tetap saja, jika ini terus berlanjut bisa-bisa Tang Lian akan mati mengenaskan.


Shie Long bahkan tidak bisa fokus melawan lima ratus pasukan iblis yang tersisa karena memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa membantu tuannya, haruskah ia melanggar perintah tuannya?


Sementara Sun Hai bergedik ngeri melihat Shie Long dengan santainya membantai satu persatu iblis itu, padahal ia sedang tidak fokus.


"Bajingan cacat! Kau yang memaksaku untuk serius!.. " Iblis gendut itu berkata, dan kali ini ia berisiniatif untuk menyerang Tang Lian lebih dulu.


Ia sangat kesal dengan Tang Lian, sehingga ia tidak ingin bermain-main lagi. Iblis gendut itu membentuk segel tangan, "Tinju iblis penghancur langit!.. "


Sesosok siluet raksasa hitam muncul dibelakang iblis gendut, ia mengayunkan tangannya memukul kearah Tang Lian, sementara siluet raksasa hitam itu mengikuti pergerakannya.


Jika orang lain yang ada diposisi Tang Lian saat ini, maka bisa dipastikan orang itu akan mati sebelum tinju siluet raksasa hitam itu memukulnya karena melihat bagaimana mengerikannya tehnik iblis itu. Namun tidak untuk Tang Lian, ia membalas tehnik itu dengan tehnik yang mirip.


"Kau kira aku takut? Heh! Tinju Raja Tirani!!.. " Balas Tang Lian yang sangat bersemangat.


Sesesok siluet raksasa biru terang muncul dibelakang Tang Lian dan mengayun kan tinjunya pada siluet hitam dihadapannya.


"Boomm!! "


Ledakan dahsyat terjadi ketika dia siluet raksasa hitam dan biru beradu tinju. Bahkan Shie Long dan Sun Hai yang sedang bertempur melawan pasukan iblis yang tersisa terpaksa menghentikan aksi mereka karena ledakan yang sangat dahsyat itu.


Kedua siluet raksasa itu pun terpukul mundur bersamaan dan begitu pula dengan Tang Lian dan iblis gendut itu.


Tang Lian sangat senang bisa sebanding melawan pilar iblis kedua belas. Namun tidak bagi pilar iblis kedua belas itu sendiri, ia justru meraung semakin marah.


"Aaaarrrggghhh! Manusia rendahan! Kau harus mati!.. " Teriaknya sangat marah, ini adalah kedua kalinya manusia cacat dihadapannya berhasil melukainya meskipun luka itu tidak seberapa.


"Lalu mari kita lihat! Manakah yang lebih kuat, tinju raja tirani milikku tau tinju iblis penghancur langit milikmu!.. " Pungkas Tang Lian tidak mau kalah.