
"Sialan! Apa yang dipikirkan oleh lelaki bodoh itu sebenarnya! Kenapa juga dia tiba-tiba marah-marah tidak jelas!" Shie Long menggurutu kesal dengan sikap Tang Lian yang masih agak kekanakan.
"Kau! Cepat buka segel itu sekali lagi, aku akan menyusul lelaki bodoh itu!" Bentaknya pada Ming Jiao tiba-tiba.
Ming Jiao lumayan terkejut dengan Shie Long yang tiba-tiba membentaknya. Ia ingin marah, namun apalah daya karena Shie Long adalah putri dari dewa naga yang sama sekali tidak bisa dia singgung.
"A-anu.... "
"Aku tidak mau mendengar penolakanmu! Cepat buka kembali portal itu atau aku akan menghajarmu!" Teriaknya dengan sangat memaksa.
"T-tapi aku butuh memulihkan energiku kembali, karena untuk membuka segel yang dibuat oleh guruku aku menggunakan tujuh puluh persen energiku.. " Jawab Ming Jiao seraya memaksakan senyuman.
"Cih! Dasar pria tidak berguna!" Umpat Shie Long kembali.
Ming Jiao pun hanya bisa menggerutu didalam hati karena menjadi sasaran kekesalan Shie Long.
"Para naga betina benar-benar galak!" Gerutu Ming Jiao dalam hati.
"Cepat minum pil pemulih energi milikku! Lalu buka kembali segelnya!" Ujar Shie Long masih berteriak.
Dia benar-benar sangat kesal oleh Tang Lian. Tidak ada angin tidak ada hujan, Tang Lian tiba-tiba memarahinya dan meninggalkannya, tentu saja itu membuat Shie Long sangat kesal.
Tang Lian memintanya untuk membawanya ketempat yang banyak monster agar bisa cepat meningkatkan kekuatannya dengan cara menyerap inti roh binatang buas itu. Dan sekarang Shie Long telah membawanya, lalu kenapa pula Tang Lian yang bodoh itu tiba-tiba marah tidak jelas. Sungguh Shie Long sangat ingin memukuli wajah Tang Lian itu.
"B-baik.. " Ming Jiao pun hanya bisa mengangguk pasrah saja. Bukannya ia tidak berani melawan Shie Long, namun karena siapa ayah Shie Long. Dan lagi, wanita yang mengamuk itu nyatanya lebih menyeramkan dari pada dewa kematian.
Sementara itu, disuatu tempat yang dipenuhi oleh pepohonan raksasa yang sangat besar dan tinggi, tiba-tiba sebuah portal terbuka dan mengeluarkan Tang Lian dan Sun Hai dari dalamnya.
Sun Hai bergedik ketakutan begitu pertama kali ia menginjakkan kakinya ditempat yang baru saja ia datangi. Ia merasa jika ia sedang ditatap oleh banyak mata dan niat membunuh sedang mengelilinginya.
Tang Lian juga tidak jauh berbeda, dia juga merasakan hal yang sama. Namun bedanya, Tang Lian bukannya takut tapi justru menyeringai kejam.
"Wah, wah, wah...Baru saja kami berdua tiba. Tapi sambutan kami sangat spesial."
"Grrr!"
Ucapan Tang Lian hanya ditanggapi dengan geraman puluhan macan hitam yang sedang bersembunyi disekeliling mereka.
Tang Lian pun kemudian memasang wajah cemberut, "Hey! Ayolah... Jika aku sedang berbicara maka tunjukkan wujud kalian. Jika kalian terus bersembunyi, itu tandanya kalian tidak sopan!" Ujar Tang Lian menggerutu.
Setelah Tang Lian selesai berbicara, disitu pula delapan puluh ekor macan hitam keluar dari persembunyian nya dan mengepung Tang Lian serta Sun Hai.
Jika Tang Lian menanggapi semua macan hitam itu dengan santai, maka berbeda dengan Sun Hai yang berkeringat dingin. Kera Api itu justru bersembunyi ketakutan Dibelakang punggungnya.
Tang Lian yang mengerti jika kera api itu masih terlalu lemah untuk melawan para macan hitam itu, tidak mempermasalhakan sama sekali. Lagi pula, tingkat kultivasi macan hitam itu rata-rata berada di Jendral Perak tahap menengah. Dan sebagian ada pula yang berada di tahap Jendral emas tahap awal, dua tingkat diatas Sun Hai.
"Hehehe.... Berbahagialah kalian wahai para macan jelek! Karena kalian adalah yang pertama yang akan aku bunuh di alam monster ini!" Ujar Tang Lian seraya menyeringai kejam. Ia menatap para monster macan hitam itu seperti sedang menatap harta karun.
Karena delapan puluh monster macan hitam dihadapannya, pasti akan meningkatkan kultivasinya sampai pada Jendral Emas Tahap Puncak!
Para macan hitam itu sangat marah ketika mendengar ucapan Tang Lian, mereka menggeram dan menunjukkan taringnya yang besar dan tajam.
Tang Lian hanya menanggapi itu dengan senyuman, kemudian mengeluarkan tombaknya. Tentu saja tombak itu masihlah tombak yang diberikan oleh Shie Long sebelumnya. Sehingga setiap kali memegang tombak itu Tang Lian pasti akan mengingat gadis naga itu.
"Cih... Aku kan sedang marah padanya? Mengapa pula aku harus memikirkannya!" Gumamnya menggerutu sendiri.
"Roarr!" Salah satu macan hitam meraung dan langsung menerkam kearah Tang Lian.
Tang Lian langsung mengalihkan pandangannya kearah macan hitam itu dan mengayunkan Tombaknya dengan cepat!
"Sriing!" Tubuh macan hitam itu langsung terbelah menjadi dua detik itu juga, darah merah yang segar langsung bercipratan dan membasahi dedaunan rumput.
Melihat jika salah satu teman mereka dibunuh, para macan hitam lainnya langsung meraung marah dan menyerang Tang Lian beramai-ramai.
Tang Lian yang melihat jika ia diserang dari segala arah, kemudian berkata pada Sun Hai, "Sun Hai! Tugasmu adalah hanya mengumpulkan inti binatang roh ini! Sedangkan aku akan melayani tuan rumah!" Ujarnya seraya menyeringai kembali.
Setelah berkata demikian, Tang Lian pun menyambut semua macan hitam itu dengan salah satu teknik andalannya.
"Domain Es!"
Dalam radius lima ratus meter disekeliling Tang Lian langsung berubah menjadi kristal es terkecuali Sun Hai. 79 macan hitam yang tersisa, juga seketika membeku bagaikan patung.
Tang Lian tidak ingin berlama-lama, kemudian bergerak sangat cepat, menebas semua macan hitam yang membeku! Kurang dari lima menit, Tang Lian sudah berhasil membunuh semua macan hitam itu. Tidak ada darah yang menetes bahkan setetespun. Karena teknik Domain Es milik Tang Lian juga membekukan darahnya.
Sun Hai menjatuhkan rahangnya lebar-lebar karena sangat terkejut. Tidak pernah ia tahu jika Tuannya memiliki kemampuan mengerikan seperti ini! Bahkan hanya butuh waktu kurang dari lima menit, Tang Lian berhasil delapan puluh macan hitam yang kultivasinya bisa terbilang tinggi! Ini adalah pemandangan spektakuler bagi Sun Hai.
"Sun Hai, kumpulkan semua inti roh semua monster ini dan kita akan melanjutkan perburuan!" Tegas Tang Lian memberikan perintah.
Mengingat para istri dan keluarganya menunggunya untuk cepat pulang, ia tidak memiliki waktu lagi untuk bermain-main. Prioritasnya saat ini adalah mengembalikan kekuatannya pada tahap saint puncak dan kembali pada para istri dan keluarganya lalu hidup dengan bahagia, hanya itu.
Dari kejadian pada saat ia melawan Ming Jiao yang merupakan murid ayahnya, Tang Lian sudah menyerah untuk membuktikan jika ia bisa mencapai kultivasi tanpa bantuan ayahnya dalam bentuk apapun. Ia sadar, bahwa apa yang dikatakan oleh Lao Hu waktu itu adalah benar!
Ia akui, bahwa ia bukan siapa-siapa tanpa nama, status, dan kekuasaan ayahnya. Oleh karena itu ia telah memutuskan tujuan terakhirnya. Yaitu mengembalikan kekuatan puncak saintnya agar tidak ada orang yang berani mengganggu keluarganya, lalu hidup dengan damai dialam rendah ini hingga maut menjemputnya.
Dalam hatinya, Tang Lian berkata, jika memang reinkarnasi itu ada. Maka ia ingin bereankarnasi tidak dalam keluarga Tang lagi.
BERSAMBUNG...