
"Nah...Chen Lau berikan aku kata-kata..." Tang Lian berkata sambil tersenyum dan mengelus-elus telinga Chen Lau.
"Ta..ta..Tang...tidak, penguasa muda mohon ampuni aku, aku minta maaf aku tau aku salah mohon maafkanlah aku.."
"Memaafkanmu? Apa aku tidak salah dengar?"
"Ti...tidak penguasa muda, aku benar-benar meminta maaf dengan tulus, aku akan bersedia menjadi anjing pelayanmu penguasa muda, apapun yang akan kamu perintahkan akan aku lakukan..." Chen Lau berkata dengan tubuh gemetar, Chen Lau tidak pernah berpikir bahwa Tang Lian akan sekejam ini.
"Setelah semua yang kau lakukan padaku dengan tidak tahu malu meminta maaf? Sungguh lucu. Tapi baiklah aku akan melepaskanmu" Tang Lian berkata demikian sambil tersenyum jahat, kemudian melepaskan ikatan Chen Lau.
"Terima kasih penguasa muda...terima kasih" Chen Lau berkata dengan gembira sambil bersujud didepan Tang Lian.
"Masih terlalu cepat bagimu untuk berterima kasih Chen Lau, kau masih harus menyiksa dan membunuh ayahmu didepanku, setelah itu aku dapat memikirkan pengampunan untukmu.."
Seperti tersambar petir ketika Chen Lau mendengar perkataan Tang Lian barusan, tetapi Chen Lau tidak memiliki pilihan lain jika ingin pengampunan dari Tang Lian.
"Baik penguasa muda, perintah dilaksanakan..." Chen Lau berkata masih dengan bersujud kemudian berdiri dan berjalan kearah Chen Lu yang sedang diikat ditiang.
"Maafkan aku ayah, demi mendapatkan pengampunan dari penguasa muda, aku harus melakukan ini..." Chen Lau berkata sambil menangis didepan ayahnya kemudian Chen Lau menarik telinga ayahnya hingga lepas.
"Aaaa...apa yang kau lakukan dasar anak durhaka..." Chen Lu berkata dengan marah.
Tetapi seakan tidak peduli Chen Lau kembali menarik telinga ayahnya yang sebelah lagi hingga lepas.
"Aaaa...anak durhaka, anak bajingan!!! Aku benar-benar menyesal memiliki anak sepertimu..." Chen Lu berkata dengan sangat marah diiringi oleh tetesan darah yang mengalir dari kedua telinganya yang sudah tidak ada.
Karena tidak sanggup mendengarkan teriakan ayahnya Chen Lau pun kemudian menarik lidah ayahnya keluar sehingga tidak bisa bicara ataupun berteriak lagi.
Sedangkan Tang Lian tertawa puas melihat itu seperti sebuah hiburan.
"Hahahaha....bagus sekali Chen Lau, sekarang putuskan juga kedua tangan ayahmu" Tang Lian memberikan perintah kepada Chen Lau agar memutuskan tangan ayahnya.
"Baik penguasa muda..." Chen Lau menerima perintah dan langsung saja menarik menarik kedua tangan ayahnya hingga lepas.
Didalam hatinya, Chen Lau benar-benar hancur tetapi dia harus melakukan ini agar mendapatkan pengampunan dari Tang Lian. Chen Lau terlalu takut dengan metode penyiksaan dan cara membunuh Tang Lian sehingga dia memutuskan untuk menjadi anak durhaka.
Chen Lu saat ini hampir pingsan karena darah terus menetes dari telinga, mulut, dan tangannya, tapi sebelum dia pingsan Tang Lian menyuruh Chen Lau untuk membunuh ayahnya sekarang.
"Sekarang bunuh ayahmu, setelah itu akan aku pikirkan lagi tentang pengampunan padamu" Tang Lian berkata sambil tersenyum jahat.
"Baik penguasa muda..." Setelah berkata seperti itu Chen Lau pun memukul jantung ayahnya dengan keras sampai bolong kemudian mati ditempat.
Setelah ayahnya mati, Chen Lau kemudian mendekat kearah Tang Lian kemudian bersujud.
"Aku telah melakukan semua yang anda perintahkan penguasa muda..."
"Jadi?"
"Aku rasa anda harus menepati janji anda penguasa muda..." Chen Lau berkata tetapi tubuhnya tidak bisa berhenti gemetar.
"Sekarang angkat kepalamu" Tang Lian memberi perintah.
"Baik penguasa muda..." Chen Lau berkata seperti itu sambil mengangkat kepalanya.
Ketika Chen Lau mengangkat kepalanya tiba-tiba Tang Lian menendang wajahnya hingga berdarah dan terbaring ditanah.
"Berjanji untukmu? Sejak kapan aku mengatakan hal itu? Aku hanya mengatakan akan memikirkannya lagi bukan berjanji..." Tang Lian berkata sambil berjalan mendekati Chen Lau lagi.
"Kau tahu Chen Lau, rasa benciku padamu jauh lebih besar daripada yang lain..." Tang Lian berkata sambil menginjak kepala Chen Lau yang berusaha untuk bangkit, kemudian Tang Lian jongkok dan memegang jari kelingking Chen Lau.
"Kraak..." Suara Patah tulang.
"Aaaaa..." Chen Lau berteriak kesakitan.
"Jari-jari ini telah membuatku menderita" Tang Lian bergumam setelah mematahkan jari kelingking Chen Lau, kemudian berlanjut kesemua jari-jari Chen Lau.
"Kemudian jari ini juga..."
"Kraak.."
"Yang ini juga..."
"Kraak..."
Suara patah tulang itu terus berlanjut hingga kesepuluh jari tangan Chen Lau bengkok kebelakang, dan Chen Lau pun berteriak kesakitan dengan sangat keras, dia ingin bangkit dan melompat-lompat kesakitan, tetapi Tang Lian menginjak kepalanya agar tidak bisa bangun.
"Hahahaha....ini baru sepuluh jari-jarimu Chen Lau, aku harap teriakanmu akan lebih indah daripada ini..." Tang Lian berkata kemudian menginjak burung Chen Lau hingga hancur.
"Burung kecil ini telah mengencingi aku!!!" Tang Lian berkata dengan sangat marah sambil terus menginjak-injak burung Chen Lau karena mengingat masa lalunya lagi.
"Aaaa...Tidak...tidak...tidak, penguasa muda mohon ampuni aku..." Chen Lau berteriak keras karena kesakitan sambil berguling-guling memegang burungnya dengan jari-jarinya yang sudah patah juga.
"Hahahaha...Ini menyenangkan!!!Sangat menyenangkan!!!" Tang Lian berteriak gembira menikmati penyiksaan yang dilakukan olehnya.
"Hahahaha...Tangan ini juga memukuliku waktu itu!!!" Tang Lian berkata kemudian menginjak siku tangan Chen Lau hingga patah.
"Kakimu juga ikut menginjakku hari itu!!!" Tang Lian bergumam dan mematahkan kaki Chen Lau.
"Lidahmu juga ikut meludahiku!!!" Tang Lian berkata dan menarik keluar lidah Chen Lau Hingga lepas.
"Telingamu juga mendengar teriakan kesakitanku waktu itu!!!" Tang Lian bergumam lagi dan menarik kedua telinga Chen Lau hingga lepas.
Chen Lau yang sedari tadi teriak sangat keras hingga pingsan lalu terbangun lagi dengan paksa karena siksaan Tang Lian, kini dia berada di antara sadar dan tidak sadar, matanya memutih seluruhnya dan mulutnya juga mengeluarkan busa putih. Keadaan Chen Lau saat ini sudah sangat sekarat.
Sedangkan Tang Lian tertawa puas dengan sangat keras seperti seorang iblis yang kejam, namun sebelumnya dia sudah bersumpah bukan? Dia akan menjadi lebih dari iblis untuk orang-orang seperti Chen Lau.
"Hahahaha... Ternyata menyiksa manusia itu sangat menyenangkan, pantas saja kalian begitu semangat begitu menyiksaku waktu itu, hahahaha!!!" Tang Lian tertawa dengan keras dan menunjukkan wajah jahat dan psikopatnya.
"Hei Chen Lau, sudah waktunya untukmu mati!!!" Tang Lian berkata kemudian menginjak kepala Chen Lau hingga hancur, kepingan batok kepala dan otaknya berserakan dimana-mana.
Disisi lain, semua orang yang menonton juga merasakan merinding diseluruh tubuh mereka karena melihat kejamnya Tang Lian, ditempat itu juga ada yang muntah baik itu pejabat atau prajurit kekaisaran karena baru melihat kekejaman seperti ini.
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁
**********SAMPAI JUMPA***************