
( Author: Baca dengan musik yang kalian suka atau yang menurut kalian cocok, cobalah berimajinasi diakhir episode ini).
Tang Lian yang merasakan tangan kakaknya menyentuh sesuatu dibalik celananya menjadi merinding dan berbicara dengan gagap.
"Ka...kakak ini tidak bagus kan?"
"Hihihi... mulutmu mengatakan tidak tetapi burungmu mengatakan yang lain..." Tang Yue berkata sambil mengelus-elus burung Tang Lian dari balik celananya dan membuat burung itu seakan berontak dan ingin keluar dari sarangnya.
Namun Tang Lian masih berusaha berpikir jernih karena ini adalah kamar ibunya, jadi dia memutar otaknya untuk mencari cara untuk kabur dari situasi ini. Kemudian Tang Lian berpikir jika Zhao Yu ada dalam jarak dekat maka dia pasti bisa berbicara melalui batinnya.
'Zhao Yu tolong aku' Tang Lian berbicara dari batinnya untuk meminta tolong pada Zhao Yu, dan benar saja Zhao Yu mendengarnya karena dia ada didepan kamar menjaga. Kemudian Zhao Yu mendobrak pintu karena dia berpikir Tang Lian sedang dalam bahaya.
Namun apa yang dia lihat setelah mendobrak pintu membuatnya terdiam sebentar lalu berbicara dengan gagap.
"Tu...tuan ada yang ingin bertemu denganmu..." Zhao Yu berkata dengan bingung apa yang sebenarnya maksud Tang Lian meminta tolong bukankah ini surga yang diinginkan? Lalu mengapa Tuannya meminta tolong.
Tang Lian yang melihat Zhao Yu ada disana kemudian merasa senang. Berbeda dengan ketiga kakaknya Tang Lian yang berubah menjadi kesal.
Singkat cerita akhirnya Tang Lian lolos dari ketiga kakaknya dan berterimakasih kepada Zhao Yu, jika Zhao Yu tidak menolongnya waktu itu maka bisa dipastikan pinggang Tang Lian akan pegal karena memacu kuda.
Setelah itu sore hari pun tiba dan pada saat ini Tang Lian dan keluarganya telah berada didepan portal ruang dan waktu karena sudah waktunya untuk berpisah lagi.
"Nak, jaga dirimu baik-baik, pastikan mandi setiap hari, makan yang teratur, jangan terlalu sering begadang dan bla bla bla..... " Ling Yuan terus menasehati dan mengingatkan Tang Lian dalam segala hal.
Sejujurnya Ling Yuan tidak tega untuk berpisah lagi dengan putranya, namun karena putranya itu telah mewarisi tahta ayahnya dimasa lalu maka dia pun harus merelakannya.
"Baik ibu, aku pasti akan mengingat nasehat ibu dengan baik." Tang Lian menjawab perkataan ibunya dan memeluk ibunya dengan erat.
Kemudian berlanjut kepada ketiga kakaknya Tang Lian, mereka juga berpelukan dan berbicara cukup lama. Orang-orang berpikir itu mungkin sebuah nasehat namun sebenarnya tidak.
"Adik, jaga dirimu baik-baik, setelah kamu kembali nanti jangan harap bisa lepas dariku lagi..." Tang Yue berbisik ditelinga Tang Lian sambil memeluknya.
Tang Lian yang mendengar itu menjadi merinding sendiri, tidak tahu mengapa sepertinya ini berbahaya. Setelah itu sekarang adalah bagian Tang Lin untuk memberikan kata-kata.
"Nak, nasehat ayah sama seperti ibumu, ayah tidak pandai banyak berkata-kata seperti ibumu" Tang Lin berbicara sembari melepaskan cincin dijarinya dan memberikannya kepada Tang Lian.
"Ayah ini...?" Tang Lian berkata-kata dengan bingung karena ini adalah cincin pribadi ayahnya dan entah sudah berapa lama cincin itu menemani ayahnya.
"Terima saja, ayah masih memiliki banyak cincin seperti itu dan suatu saat nanti kamu akan membutuhkan apa yang ada didalamnya..." Tang Lin berkata dengan memaksa.
"Baiklah karena ayah memaksa maka aku akan menerimanya, terima kasih ayah..." Tang Lian berkata dengan lembut dan hormat.
"Baiklah kami pergi..." Tang Lin berkata kemudian menghilang dari sana memasuki portal ruang dan waktu kemudian diikuti oleh kakak dan ibunya.
Ketika Tang Lian melihat ibunya dia melihat ekspresi sedih diwajah ibunya karena tidak ingin berpisah lagi, karena itu Tang Lian mengatakan kepada ibunya bahwa dia berjanji akan segera kembali ke alam atas untuk menenangkan ibunya.
Kemudian ibunya menghilang kedalam portal lalu diikuti oleh satu juta prajurit sebelumnya juga. Sebenarnya Ling Yuan ingin memindahkan makam Ling Zhi yaitu ibu angkat dari Tang Lian sebelumnya tetapi Tang Lian berkata biarkan makam itu berada dialam bawah ini untuk sesaat lagi untuk menemani Tang Lian, Tang Lian berjanji akan membawa mayat ibu angkatnya nanti ketika dia kembali.
Disisi Long Tian dan Shu Zhu mereka berdua bingung mengapa Tang Lian tidak ikut kembali bersama ayahnya, mungkinkah itu karena putrinya?. Karena Long Tian tidak bisa menahan rasa penasarannya akhirnya memutuskan untuk bertanya.
"Masih ada yang harus aku lakukan di alam bawah ini paman..." Tang Lian hanya menjawab singkat dan kemudian berjalan kembali kekamarnya dan diikuti oleh Yun Mei dibelakangnya.
Long Tian yang mendengar itu semakin bingung, namun karena Tang Lian tidak ingin mengatakannya jadi Long Tian tidak bertanya lagi.
Setelah sampai didalam kamarnya Tang Lian langsung menulis sebuah surat dan surat itu akan dia tinggalkan untuk Long Xia Shi sebagai kata-kata terakhir. Yun Mei yang melihat Tang Lian sedang menulis surat kemudian bertanya.
"Suamiku apa yang kamu tulis itu? Apakah sebuah puisi?" Yun Mei bertanya dengan penasaran.
"Kita juga akan pergi dari istana ini istriku, jadi bersiap-siaplah..." Bukannya menjawab pertanyaan Yun Mei malah sebaliknya Tang Lian mengatakan mereka akan pergi dari istana itu.
"Mengapa kita harus pergi suamiku?." Yun Mei bertanya dengan semakin bingung.
"Tidak ada alasan bagi kita untuk tetap tinggal di istana ini.." Tang Lian berkata sambil terus menulis surat.
"Baiklah aku akan bersiap-siap.." Yun Mei berkata kemudian mulai mengemasi barang-barang yang menurutnya penting.
Sambil mengemasi barang-barangnya Yun Mei juga merasa bingung dengan suaminya itu apakah ini karena Long Xia Shi itu lagi? Sepertinya benar, memangnya siapa lagi jika bukan dia. Walaupun Yun Mei berpikiran seperti itu dia tetap mengikuti apa yang dikatakan oleh Tang Lian.
Menurut Yun Mei sekeras apapun Tang Lian berusaha untuk melupakan dan menjauh dari Long Xia Shi pada akhirnya mereka akan tetap bersama. Disisi lain Yun Mei merasa dia bersalah atas hubungan Long Xia Shi dan Tang Lian. Yun Mei tidak berani membahas hal itu karena dia takut Tang Lian akan marah.
Setelah Tang Lian slesai menulis surat itu dan Yun Mei juga sudah selesai berkemas lalu Tang Lian masuk diam-diam kekamar Long Xia Shi dan meletakkan surat itu diatas meja, kemudian Tang Lian, Yun Mei dan Zhao Yu pergi secara diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun.
"Suamiku kemana tujuan kita sekarang?" Yun Mei bertanya karena tujuan mereka tidak jelas dan mereka terus berjalan ditengah hutan belantara.
"Kita akan menuju hutan merah istriku, aku ingin melatih kemampuan bertarungku disana" Tang Lian menjawab dan terus berjalan dengan Yun Mei yang ada disampingnya dan Zhao Yu dibelakangnya.
"Suamiku, kamu kan sudah kuat untuk apa berlatih lagi?"
"Aku memang sudah kuat namun pengalaman bertarung ku hampir tidak ada jadi aku harus berlatih untuk sementara..."
"Jadi begitu ya, baiklah aku akan mengikutimu kemanapun itu suamiku.." Yun Mei berkata sambil tersenyum hangat kearah Tang Lian.
Tang Lian yang melihat itu merasa sangat beruntung karena telah mencintai dan bisa menikahi Yun Mei putri dari pemimpin para dewa. Memikirkan itu membuat Tang Lian tersenyum kemudian mengambil tangan Yun Mei dengan tangannya kemudian bergandengan tangan sambil berjalan.
Yun Mei yang merasakan hangatnya tangan Tang Lian menjadi sangat senang kemudian membalas genggaman tangan Tang Lian juga. Sambil mereka bergandengan Tangan Zhao Yu memainkan sebuah suling dengan indah menemani perjalanan mereka.
Musik akhir season telah dimainkan dan kamera merekam ketiga orang itu dibawah sinar bulan purnama yang terang sampai pada akhirnya layar kaca berubah menjadi hitam yang menandakan PUTRA SANG PENGUASA SEASON I : PENDERITAAN TANG LIAN END.
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁
**********SAMPAI JUMPA***************