PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 80 "Kota Benteng Besi ( Sambutan Yang Ramah).


Setelah selesai bercerita untuk beberapa menit kemudian Tang Lian melanjutkan perjalanannya dan memasuki kota benteng besi bersama semua orang-orangnya. Sedangkan untuk para tawanannya, Tang Lian menyuruhnya untuk bersikap seperti seorang pengawal dan bukan tahanan. Ini akan sangat aneh jika orang-orang melihatnya dijadikan tahanan di kota mereka sendiri.


Singkat cerita pada saat ini Tang Lian telah sampai didepan gerbang kota benteng besi dan mengantri untuk masuk. Kemudian setelah beberapa saat akhirnya tiba giliran Tang Lian lalu seperti biasanya dia dihentikan dengan kasar.


"Tunggu! Lima ribu koin emas untuk memasuki kota!." Prajurit yang bertugas berkata dengan arogan dan berniat memeras Tang Lian.


"Apa!? Orang itu hanya membayar lima ratus koin emas lalu mengapa ketika giliranku begitu mahal?." Tang Lian berkata dengan protes.


Sejujurnya Tang Lian tidak akan peduli tentang ini namun tidak dengan Zhao Yu. Tang Lian berpikir dia harus memiliki harga diri yang lebih tinggi lagi jika bersama dengan Zhao Yu atau jika orang-orang merendahkannya lagi maka Zhao Yu akan marah lagi.


"Jika tidak punya uang maka tidak boleh masuk, dasar rakyat jelata!!." Prajurit itu berkata dengan sombong dan merendahkan Tang Lian.


Sejujurnya prajurit itu merendahkan Tang Lian adalah karena pakaiannya sangat biasa, tidak bermodel ataupun bermerek dan persis seperti pakaian rakyat kalangan bawah.


Ketika prajurit itu berkata seperti itu Zhao Yu merasa emosinya naik sampai ke ubun-ubun kepalanya dan ingin menghajarnya, namun sebelum itu terjadi tiba-tiba pemuda yang Wang Long hampir makan sebelumnya memukul prajurit itu dengan kesal.


"Bam...!."


"Ughk.."


"Dasar bodoh apa kau tidak punya mata?." Pemuda itu berkata dengan kesal setelah dia memukul prajurit itu.


"Si... Siapa kau yang begitu berani menyerang petugas..!." Prajurit itu berkata dan berusaha bangkit dengan bantuan rekannya yang satu lagi.


"Aku pengawal dari keluarga Liao, apa kau memiliki masalah dengan itu?." Pemuda itu berkata dengan sedikit sombong.


"Ah... Maafkan aku yang tidak punya mata untuk melihat tuan...!" Prajurit itu berkata dengan takut setelah dia mendengar nama keluarga Liao.


"Lalu apa sekarang kami sudah bisa masuk?." Pemuda itu bertanya lagi.


"Tentu saja tuan, tapi aku ingin tau apakah aku memiliki kesalahan yang tidak disengaja sehingga anda memukulku." prajurit itu bertanya lagi.


"Aku sedang mengawalnya..." Pemuda itu berkata seraya menunjuk ke arah Tang Lian.


Mendengar jawaban pemuda itu membuat prajurit itu membelalakkan matanya karena terkejut, dia merasa habislah hidupnya kali ini karena dia berpikir Tang Lian adalah tamu kehormatan keluarga Liao sehingga mereka mengawalnya.


"Tuan muda mohon ampuni kami!!." Prajurit itu memohon ampun seraya bersujud kepada Tang Lian.


"Baiklah, untuk kali ini kau aku ampuni namun tidak untuk lain kali.." Tang Lian berkata dengan acuh tak acuh karena dia ingin cepat memasuki kota.


Kemudian setelah itu Tang Lian dan kelompoknya masuk kekota benteng besi dengan bebas dan tanpa membayar satu koin emas pun. Sejujurnya pemuda itu memukul prajurit itu adalah karena dia takut jika Tang Lian dan kelompoknya itu mengamuk maka kota ini bisa hancur.


Sedangkan didalam kota Tang Lian telah ditunggu oleh pemimpin perampok sebelumnya bersama dengan tuan mudanya.


"Tuan muda itu dia!!." Dong Dong berkata dan menunjuk kearah Tang Lian yang sedang berjalan ditengah kota.


"Apakah kamu yakin itu dia?." Tuan muda itu bertanya sekali lagi untuk memastikan.


"Tuan muda aku sangat yakin! Lihatlah tuan muda, mereka adalah para anak buahku yang dijadikan tahanan...!." Dong Dong berkata sambil masih menunjuk kearah Tang Lian.


Disisi Tang Lian yang sedang berjalan dengan santai tiba-tiba saja dia merasakan ada energi besar yang mengarah padanya, kemudian dia menatap kearah samping kanannya.


"Menyerang secara diam-diam?." Tang Lian membatin kemudian mengangkat tangan kirinya dan menahan serangan yang mengarah padanya.


"Bom..."


Tangan kiri Tang Lian yang dilapisi energi qi juga kemudian berbenturan dengan serangan tuan muda itu dan menciptakan asap yang mengepul disekitarnya.


Disisi tuan muda dari keluarga Liao itu dia merasa telah melukai Tang Lian kemudian tersenyum lebar.


"Hanya seperti itu kemampuannya? Cih... ternyata sungguh lemah, hahahaha...." Tuan muda itu mencibir dan tertawa meremehkan.


Namun disisi Dong Dong dia hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum kecut.


"Tuan muda, anda terlalu meremehkan mereka..."


"Apa maksudmu Dong Dong?." Tuan muda itu bertanya dengan bingung, namun ditengah-tengah itu semua Tang Lian kemudian berbicara.


"Sambutan kedatanganku di kota ini ternyata sangat ramah..." Tang Lian berkata dan perlahan asap yang mengepul juga menghilang dan mengejutkan tuan muda yang menyerangnya.


"Apa!?." Tuan muda itu membuat eksperi tidak percaya.


"Tuan muda, sudah aku katakan anda terlalu meremehkan mereka." Dong Dong berbicara lagi.


"Memangnya kenapa jika aku meremehkannya? Tadi itu hanya serangan kecil dariku.." Tuan muda itu berkata seraya tersenyum kemudian mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya lalu melesat dengan cepat dan menyerang Tang Lian.


Dimata Tang Lian dan para bawahannya serangan itu terlihat sangat lambat seperti seekor siput yang berjalan membawa rumahnya. Kemudian Zhao Yu ingin melawan tuan muda itu namun Tang Lian menghentikannya.


"Tunggu Zhao Yu, kali ini giiranku yang akan bersenang senang..." Tang Lian berkata dan mengeluarkan pedang darah penghakim yang panjangnya tiga meter dari jiwanya dan menahan ayunan pedang tuan muda itu dari atas.


"Trank..." (Suara pedang beradu).


"Tidak bertanya siapa aku, dan tanpa alasan langsung menyerangku, hehehe... aku harap kau tidak akan menyesali kebodohanmu.." Tang Lian berkata seraya menahan pedang tuan muda itu dengan santai.


"Anggap saja aku ini sedang menyambut kedatanganmu.." Tuan muda itu berkata kemudian melompat kebelakang dan menjaga jarak dari Tang Lian.


"Wah... Sambutan yang sangat ramah.." Tang Lian berkata seraya tersenyum misterius.


"Hahaha...aku bisa lebih ramah lagi.." Tuan muda itu berkata kemudian mengeluarkan energi qi yang lebih besar lagi daripada sebelumnya dan mengalirkannya kepedang yang ada ditangannya. Setelah itu dia kemudian menggumamkan sebuah tehnik pedang.


"Pedang seribu kesengsaraan!." Tuan muda itu bergumam dan kemudian dari belakangnya muncul bayangan pedang yang cukup besar dan berwarna hijau yang mirip seperti pedang yang ditangannya kemudian mengarahkannya kepada Tang Lian.


Disisi Tang Lian yang melihat itu hanya tersenyum dan tidak bergeming dari tempatnya berdiri dari awal, sedangkan para bawahannya dan kedua istrinya sudah menjauh sedari tadi agar tidak terkena imbas dari serangan Tang Lian.


"Aku harap seranganmu ini tidak mengecewakanku..." Tang Lian berkata kemudian...


***BERSAMBUNG***