PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 149 "Yan Feng Berlatih"


Sementara itu disisi lain, seorang bocah laki-laki yang berusia tujuh tahun sedang berteriak dan menggerakkan tinjunya dengan semangat mengikuti gerakan-gerakan yang diperagakan oleh lima puluh orang dengan serentak.


Di antara lima puluh orang itu, terlihat seorang pria paruh baya yang memimpin gerakan-gerakan itu didepan dan yang lainnya mengikutinya.


"Haa!! Haa!! Haa!!.." Teriakan semangat kelima puluh orang itu menggema. Sedangkan seorang bocah laki-laki berteriak dengan lucu.


Sedangkan lima orang wanita yang sangat cantik memperhatikan bocah kecil itu dari lantai dua sebuah bangunan yang tepat berada dihadapan kelima puluh orang itu berlatih. Kelima wanita itu ialah dua istri sah Tang Lian dan tiga yang masih berstatus calon istrinya.


"Selama dua minggu ini Yan Feng berlatih sangat keras.." Ucap Liu Mingyan seraya memandang kebawah.


"Dia masih sangat kecil, berlatih sekeras itu takutnya itu tidak bagus untuk tubuhnya.." Sambung Jia Li seraya mengelus kelinci putih yang di tangkap oleh Tang Lian atas permintaannya beberapa bulan lalu.


"Haih!!.. Semenjak semenjak kepergian pria mesum itu, Yan Feng menjadi seperti ini. Aku tidak tau apa yang sebenarnya bocah itu pikirkan, dia begitu bersikeras meskipun kita telah melarangnya." Ujar Wu Sue seraya menggelengkan kepalanya.


Sementara Fei Fei yang mendengar apa yang dikatakan oleh wanita-wanita cantik itu, menjadi sangat khawatir terhadap putra tunggalnya itu hingga dia menggenggam tangannya erat dan meletakkannya didadanya.


Yun Mei tau apa yang dipikirkan oleh Fei Fei, kemudian ia memotong pembicaraan, "Sudahlah, ini adalah pilihan Yan Feng. Kalian harusnya mendukungnya dan bukan malah membuatnya putus asa.."


"Kakak Mei, kami bukannya ingin membuat Yan Feng putus asa tetapi ini memang belum saatnya dia berlatih sekeras itu, dia masih terlalu muda." Ujar Jia Li menjelaskan.


Mendengar itu kemudian Yun Mei hanya tersenyum lalu berkata, "Suami telah menyelamatkannya dan ibunya, suami juga telah memberikannya kehidupan baru. Yan Feng berpikir suami itu sangatlah kuat dan luar biasa, dan meskipun begitu suami tidak sombong dan tidak memandang status. Oleh karena itu Yan Feng berpikir dia menjadikan suami sebagai tujuan hidupnya, dan karena telah memutuskan dia tentunya tidak ingin membuat suami kecewa nantinya. Apakah aku benar Fei Fei?.."


Ujar Yun Mei menjelaskan lalu kemudian melirik Fei Fei.


"Itu... Itu benar kakak Mei, Tapi..." Fei Fei membenarkan tetapi juga dia tidak bisa untuk tidak khawatir setelah mendengar perkataan para saudarinya.


"Sudahlah, tidak perlu khawatir berlebihan. Ingat? Ada kami disampingmu, dan tentunya suami pasti punya solusi untuknya setelah dia kembali..." Ucap Yun Mei kembali yang ingin mengurangi rasa khawatir Fei Fei.


"Benar saudari Fei, tidak peduli apapun itu suami pasti tidak akan membiarkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada calon anak angkatnya hihihi..." Sambung Jia Li dan menggoda Fei Fei.


Mendengar itu membuat Fei Fei malu dan wajahnya memerah seperti tomat hingga ia berusaha menyembunyikan wajahnya. Keempat wanita cantik lainnya kemudian tertawa puas dan menikmati ekspresi lucu Fei Fei.


"Oh ya, aku akan kembali ke kota. Ada pekerjaan yang belum aku selesaikan disana.." Ujar Liu Mingyan yang kemudian menghentikan tawanya.


"Baiklah, tapi ingat untuk sering-sering datang kemari atau kamu akan tertinggal lagi ketika suami sudah kembali." Ujar Jia Li mengingatkan.


"Humph!! Kali ini tidak akan.." Jawab Liu Mingyan yang akhirnya langsung menghilang karena merasa malu. Ia malu karena mengingat masa lalu dimana Tang Lian pergi tanpa berpamitan padanya.


Bertepatan dengan kepergian Liu Mingyan, kelima puluh orang yang ternyata murid dari sekte elang besi itu akhirnya menghentikan latihannya karena hari juga sudah siang dan sudah waktunya untuk makan siang.


"Baiklah! Sekarang sudah saatnya untuk makan siang, kita beristirahat selama dua jam dan ingat kembalilah setelahnya. Jika ada yang terlambat bahkan sedetik saja maka akan dihukum!.." Teriak pemimpin latihan memberitahukan.


Setelah itu orang-orang langsung bubar dan pergi kesegala arah yang berbeda-beda. Sementara Yan Feng yang ingin pergi kearah ibunya, tiba-tiba tiga orang pemuda yang ikut latihan sebelumnya menghentikannya.


Yan Feng merasa ajakan tulus dari ketiga pemuda itu, namun sayangnya ia harus menolak karena ibunya telah memasak untuknya. Sudah sangat lama sejak ibunya memasak untuknya sebelum ibunya diracuni dulu.


"Terima kasih atas kebaikan para kakak-kakak. Tapi maaf dengan berat hati aku harus menolak karena ibuku telah memasak untukku.." Jawab Yan Feng yang menolak dengan sopan dan halus.


"Baiklah adik kecil, kami juga tidak memaksa..."


Setelah berkata demikian ketiga pemuda itu berbalik dan pergi. Namun didalam hatinya ketiga pemuda itu merasa kecewa karena Yan Feng menolak ajakan mereka. Ketiga pemuda itu juga tidak bisa memaksa karena mereka pikir Yan Feng adalah anaknya Tang Lian.


Melihat itu, keempat wanita cantik yang sedari tadi memperhatikan kemudian melompat turun dari lantai dua bersamaan.


"Ibu.." Panggil Yan Feng dan berlari kearah ibunya lalu memeluknya.


"Feng'er, ibu memasak ayam panggang kesukaanmu apa kamu mau makan sekarang?.." Ujar Fei Fei lembut seraya mengelus rambut putranya itu dengan penuh kasih sayang.


"Benarkah ibu?.." Tanya Yan Feng memastikan dengan mata yang berbinar-binar.


"Tentu saja, memangnya ibu pernah berbohong padamu?."


"Aku mau!! Aku mau!!." Teriak Yan Feng dengan sangat senang.


Melihat putranya yang sangat bersemangat membuat Fei Fei tersenyum sangat senang. (kita harus tau jika kebahagiaan seorang anak adalah kebahagiaan juga bagi seorang ibu).


"Tapi sebelum itu bersihkan dulu badanmu, kamu berkeringat.."


"Tapi ibu, nanti aku akan berlatih lagi dan kembali berkeringat." Jawab Yan Feng yang sebenarnya sudah tidak sabar untuk memakan kembali masakan ibunya. Terlebih lagi dia terlalu malas untuk membersihkan tubuhnya karena nanti dia akan kembali berkeringat.


"Bocah bau! Dengarkan saja apa kata ibumu!.." Ucap Yun Mei yang tiba-tiba menggetok kepala Yan Feng namun tidak kuat.


"Aduh... Bibi Mei, kamu sangat suka menggetok kepalaku, apakah kamu tidak tau jika itu sakit.." Protes Yan Feng seraya menggosok-gosok bagian kepalanya yang digetok dengan lucu.


"Oh? Bocah bau! Sekarang kamu sudah berani membantahku ya? Baiklah, jika begitu akan kutarik telingamu.." Ancam Yun Mei.


"Haaaa... B-baik! Aku mendengarkan bibi Mei!!.." Teriak Yan Feng dan tiba-tiba lari terbirit-birit.


Tarikan telinga Yun Mei adalah yang paling ditakuti oleh Yan Feng, sudah beberapa kali dia merasakannya karena kenakalannya.


""Hahahaha....""


Keempat wanita cantik itu tertawa bersamaan karena tingkah lucu Yan Feng. Meskipun Yan Feng berpikir Tang Lian adalah tujuan hidupnya, namun juga dia masihlah seorang anak kecil.