PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 57 "Kediaman Pemimpin Kota II (Tao Lun)"


Keesokan harinya dikediaman pemimpin kota telah berkumpul tiga orang patriak keluarga besar yang ada di kota singa api itu dan satu pemimpin sekte kecil beserta para pengawal mereka.


Mereka berpikir mengapa mereka harus dikumpulkan dengan paksa disini, mereka juga belum tau bahwa pemimpin kota telah mati, mereka hanya tau bahwa ini berarti sangat penting.


Pada saat semua orang berbincang-bincang tentang apa sebenarnya yang terjadi mereka dikejutkan dengan Tang Lian beserta para bawahannya masuk dengan santai.


Ketika Tang Lian dan para bawahannya sedang berjalan menuju kursi utama pemimpin kota, mereka perhatikan dengan tatapan bingung oleh semua orang. Semua orang memiliki pertanyaan yang sama yaitu 'Siapa para anak muda ini?.


Setelah itu Tang Lian duduk di kursi utama dengan perlahan dan santai tanpa memperdulikan raut wajah semua orang yang berubah menjadi merah padam karena marah.


"Nak, sebaiknya kamu mencari kursi lain.." Seorang patriak keluarga dari keluarga Tao bernama Tao Lun berkata sambil menahan amarahnya dan menunjukkan senyum yang dipaksakan.


"Oh? Mengapa?." Tang Lian berkata dengan acuh tak acuh.


"Nak, itu adalah kursi pemimpin kota, jika dia melihat ini kamu bisa mati nanti.." Tao Lun berkata sambil menahan amarahnya yang semakin memuncak.


"Heh... Aku ingin lihat bagaimana anjing gila itu membunuhku.." Tang Lian berkata dengan seringai main-main.


Mendengar perkataan Tang Lian membuat Tao Lun tidak bisa lagi menahan amarahnya dan begitu juga dengan semua orang disana.


"Lancang!! kau telah menghina pemimpin kota kami, jadi kau harus mati!!." Tao Lun berkata dengan marah dan menunjuk Tang Lian.


Walaupun Tang Lian diancam seperti itu, dia tidak peduli sama sekali dan hanya menyunggingkan senyumnya. Sedangkan Zhao Yu yang melihat Tao Lun menunjuk tuannya dia seketika menjadi marah kemudian bergerak secepat kilat dan memotong tangan Tao Lun.


"Perhatikan sikapmu jika berbicara dengan tuanku.." Zhao Yu berkata dengan dingin setelah dia memotong salah satu tangan Tao Lun.


Dan ketika itu juga semua orang yang menatap dengan terkejut, karena mereka tidak bisa melihat gerakan Zhao Yu yang sangat cepat.


"Kau berani melukai aku jadi kau harus mati bersama dengan tuanmu itu!!." Tao Lun berkata dengan marah kemudian melompat kebelakang dan menjaga jarak dengan Zhao Yu sambil memegang tangannya yang putus.


"Kalian berdua bantu aku membunuhnya!!." Tao Lun memerintahkan kedua orang tetua dari keluarganya untuk membunuh Zhao Yu.


"Baik patriak!." Kedua tetua itu berkata dengan serempak lalu kemudian menyerang Zhao Yu bersamaan.


Diposisi Zhao Yu dia hanya diam dan menunggu serangan ketiga orang itu mendekat. Kemudian setelah ketiga orang itu berada satu meter didepan Zhao Yu, mereka menyunggingkan senyumnya berfikir bahwa Zhao Yu pasti akan mati. Namun sebelum serangan ketiga orang itu mengenai Zhao Yu dia tiba-tiba menghilang dan muncul dibelakang ketiga orang itu.


"Apa!!." Ketiga orang itu berkata dengan bersamaan karena terkejut.


Ketiga orang itu merasakan bahaya dari arah belakang mereka dan ingin berbalik dan menangkis serangan Zhao Yu, namun itu tidak sempat karena Zhao Yu mengayunkan tombaknya dan mengenai punggung ketiga orang itu secara bersamaan dan tekapar dilantai.


"Aaahhkkk..." Ketiga orang itu berteriak kesakitan dan terkapar dilantai.


"Lemah!!!." Zhao Yu berkata kemudian mengambil rambut Tao Lun yang panjang dan menyeretnya kehadapan Tang Lian.


"Apa masih ada lagi yang ingin protes?." Tang Lian bertanya kemudian menginjak kepala Tao Lun yang ingin bangkit lagi.


Seketika ruangan itu menjadi hening tanpa suara dan bahkan suara hembusan nafas saja dapat terdengar. Kini semua orang terdiam karena takut sekarang. Sebelumnya mereka berfikir bahwa Tang Lian dan para bawahannya hanya pemuda tanpa kuktivasi karena mereka tidak bisa melihat ranahnya. Namun ternyata pemikiran mereka semuanya salah.


"Bajingan!! Lepaskan patriak keluarga kami..!!" Kedua tetua yang terkapar sebelumnya berkata dengan marah dan berusaha bangkit.


"Dump.."


"Aaahhkk..." Kedua tetua itu berteriak kesakitan karena dipaksa berlutut.


"Ka...Kamu akan menyesali ini, putra pertama dari patriak keluarga kami adalah salah satu komandan pasukan ternama di kekaisaran Long ini!!." Salah satu tetua berkata dan mengancam Tang Lian.


"Apa kau mengancamku?." Tang Lian bertanya dengan tatapan matanya yang tajam.


"Tidak, aku tidak mengancammu, hanya saja mengingatkanmu.." Salah satu tetua itu berkata sambil berusaha tersenyum dibawah tekanan Tang Lian.


"Apakah kamu takut sekarang? Aku peringatkan sekali lagi, lepaskan patriak kami dan kami akan melupakan ini.." Tetua itu berkata kembali dan mengancam Tang Lian.


Namun Tang Lian tidak takut sama sekali dan bahkan Tang Lian hanya tersenyum misterius.


"Bahkan jika kaisar Long Tian disini juga tidak bisa berbuat apa-apa padaku.." Tang Lian berkata sambil menguatkan kembali tekanannya.


"Ka...kau....aahhkk.." Tetua itu ingin berkata namun tekanan Tang Lian semakin kuat.


"Apa kau tidak percaya?." Tang Lian bertanya sambil menatap kedua tetua itu yang menatapnya dengan tatapan membunuh.


Perkataan Tang Lian barusan hanya membuat kedua tetua itu semakin marah dan menggertakkan giginya.


"Baiklah jika kau tidak percaya maka aku akan membuktikannya.." Tang Lian berkata kemudian memanggil Chu Jiu menghadap padanya.


"Hamba disini tuan.." Chu Jiu berkata dengan sangat hormat.


Dan lagi karena itu juga membuat semua orang menjadi sangat penasaran dan terkejut karena Chu Jiu sangat hormat pada Tang Lian.


"Sampikan berita kepada kaisar Long Tian bahwa SANG PENGHAKIM telah membunuh Chao Peng beserta semua keluarganya!!!." Tang Lian memberikan perintah sambil mengeluarkan kepala Chao Peng dari cincin penyimpanannya dan melemparkannya ke tengah-tengah semua orang.


"Baik tuan.." Chu Jiu menjawab dan kemudian pergi dari ruangan itu menuju istana kekaisaran.


Semua orang kini terdiam melongo dan bahkan kedua tetua sebelumnya juga tidak tau harus berkata apa lagi. Terlebih lagi Tang Lian menyebutkan sang penghakim, dan itu mengundang jutaan pertanyaan dikepala semua orang.


Ditengah terdiamnya semua orang, mereka juga sudah tau bahwa yang membunuh pemimpin kota sebelumnya adalah Tang Lian dan itu membuat mereka semua bergedik ngeri dan ketakutan. Pemimpin kota sebelumnya itu adalah orang yang mereka anggap sangat kuat dan tak terkalahkan, namun kenyataannya sekarang pemimpin kota itu telah dibunuh oleh kelompok pemuda yang ada dihadapan mereka.


"Baiklah tanpa basa-basi lagi aku ingin tau siapa saja yang memiliki pil seperti ini segera menghadap padaku.." Tang Lian berkata kemudian mengeluarkan pil berwarna merah darah yang dia ambil dari Chao Peng sebelumnya.


Setelah Tang Lian berkata seperti itu, sebelas orang kemudian berdiri dihadapannya termasuk juga dengan salah satu patriak keluarga dari keluarga Chu bernama Chu Sun.


Kemudian untuk memastikan bahwa sudah semuanya berkumpul dan jujur Tang Lian menggunakan mata dewanya untuk memeriksa semua orang. Dan ketika Tang Lian melihat kearah pemimpin sekte kecil yang ada di sana, Tang Lian merasakan aura yang jauh lebih menjijikkan dari Chao Peng sebelumnya.


"Zhao Yu bawa orang itu kehadapanku.." Tang Lian berkata sambil menunjuk pemimpin sekte kecil itu.


Pemimpin sekte itu seketika menjadi terkejut dan berpikir bahwa dia tidak berbicara dari tadi lalu apakah salahnya?.


***BERSAMBUNG***