
"Tidak lama setelah itu, ayah menemukan kami, namun kakakku sudah mati. Kematian kakakku membuat ibuku syok berat dan jiwanya terguncang hebat, akhirnya ibuku juga meninggal menyusul kakakku. Pada awalnya aku berpikir, jika ayah pasti akan sangat membenciku dan mungkin membunuhku, namun kenyataannya ayah benar-benar tidak menganggap ku ada, pandangan matanya menjadi kosong seolah-olah dia tidak punya jiwa. Kematian kakak dan ibuku membuat ayahku sangat sedih, begitu juga denganku.(Zhao Yu kemudian berbicara degan keras seraya air matanya mengucur deras). Setelah itu aku sadar bahwa akulah penyebab kematian kakakku!! Akulah yang membunuh ibuku!!. Tuan!! Lihatlah pengikutmu yang bodoh ini!! Tuan menganggap ku sebagai adikmu kan? Lalu apakah aku pantas menyebut tuan kakak? Hiks... Hiks... Hiks..."
"Zhao Yu ini....." Tang Lian ingin mengatakan sesuatu dan tanpa dia sadari dia juga meneteskan air matanya.
"Tuan lihatlah! Pengikutmu yang bodoh ini adalah seorang pembunuh!! Pengikutmu yang bodoh ini adalah seorang bajingan!! Pengikutmu yang bodoh ini adalah anak durhaka!!..." Zhao Yu berteriak keras, dan air matanya semakin mengalir deras membasahi pipinya.
Kemudian Zhao Yu melanjutkan lagi perkataannya, "Tidak lama setelah itu, ayah jatuh sakit. Entah apa penyebabnya aku tidak tau, dan sampai saat ini tidak ada yang bisa menyembuhkannya. Pada awalnya aku berpikir akan membiarkannya seperti itu, berbaring ditempat tidur dengan tubuh yang lemah, jiwanya hampir hilang, kakinya lumpuh. Aku berpikir dia saja tidak memperdulikan aku, lalu mengapa aku harus peduli pada ayahku yang bahkan tidak pernah menganggap ku ada?.
Tapi kemudian aku mengingat kata-kata kakakku bahwa aku tidak boleh membenci ayah, jadi aku merawatnya, aku memberikan kasih sayang seorang anak padanya. Meskipun dia tidak menganggap ku ada , tetapi tetap saja dia adalah ayahku. Aku juga tidak bisa berbohong dengan hatiku jika aku merasa sakit ketika melihatnya jatuh sakit dan tidak berdaya seperti itu.
Memangnya kenapa jika ayah tidak pernah memperhatikanku? Memangnya kenapa jika ibuku tidak mencintaiku? Mereka berdua tetaplah orang tuaku, jadi sebagai anaknya aku harus mengabdi pada orang tua, Jadi aku sekarang tidak membenci ayah dan ibuku.
Hingga pada akhirnya aku bertemu dengan tuan, dan tuan sangat mirip dengan kakakku. Tuan juga penyayang meskipun tuan juga pemarah, tuan juga pengasih meskipun tuan juga adalah pembenci, apalagi tuan berkata jika tuan menganggap aku adalah adikmu, itu membuatku sangat senang. Apa yang membuatku menyesal sampai sekarang adalah kakakku Zhao Che sudah tidak ada lagi!! Apa yang membuatku selama ini merasa sangat bersalah adalah, karena aku lah yang membuat ibu mati!! Hiks... Hiks... Hiks...
"Zhao Yu..." Seraya bergumam Tang Lian menggenggam kedua tangannya dengan erat hingga berdarah, dia merasa sangat marah kepada orang tua seperti itu. Zhao Yu adalah anaknya juga, bagaimana bisa mereka bersikap kejam seperti itu?. Terlebih lagi mencambuki Zhao Yu yang masih berusia tujuh tahun? Apakah mereka masih benar-benar masih layak disebut orang tua dari Zhao Yu?.
Zhao Yu melihat Tang Lian yang menggenggam kedua tangannya dengan erat sampai berdarah, jadi Zhao Yu berpikir mungkin Tang Lian membencinya setelah dia tau jika Zhao Yu adalah anak durhaka?.
"Tuan, apakah sekarang kamu membenciku? Apakah sekarang kamu menyesal karena telah menganggapku adikmu? Tidak apa-apa tuan, aku tau aku pantas menerimanya!! Tapi kumohon tuan!! Jangan buang aku!!..." Zhao Yu menangis keras dan bersujud dikaki Tang Lian.
Melihat itu tentunya Tang Lian tidak tega, mekipun dia membenci orang yang bersujud selain kepada kedua orang tuanya, namun kali ini Tang Lian memaafkannya. Tang Lian berpikir orang tua seperti itu tidak pantas untuk menerima sujudnya Zhao Yu.
"Berdirilah adikku!!..." Tang Lian berkata seraya meneteskan air matanya dan mengangkat tubuh Zhao Yu yang bersujud. Pada titik ini Tang Lian telah membuang semua rasa malunya untuk memanggil Zhao Yu dengan adik.
Mendengar Tang Lian memanggilnya adik, Zhao Yu kemudian membelalakkan matanya dan menghentikan tangisannya. Melihat ekspresinya itu, Tang Lian lalu berkata, "Kenapa? Apakah kamu tidak ingin memanggilku kakak?."
"T-tentu saja!! Tentu saja aku ingin!! Sangat ingin!!..."
"Maka panggillah aku kakak mulai sekarang..." Tang Lian berkata seraya tersenyum.
"K-kakak..." Zhao Yu memanggil dengan masih canggung.
"Adik..." Tang Lian memanggilnya justru tanpa rasa canggung sama sekali, padahal sebelumnya dia merasa malu.
"Kakak.... kamu kakakku!! kamu kakaku sekarang!!.." Zhao Yu berkata dan memeluk Tang Lian dengan erat.
"Ya, sekarang kamu adikku..." Tang Kian berkata dan membalas pelukan Zhao Yu.
Setelah beberapa detik, akhirnya Zhao Yu melepaskan pelukannya. Setelah itu Tang Lian lalu berkata, "Mulai sekarang, tidak peduli kapan dan dimana pun itu kamu harus memanggilku kakak mengerti?."
"Baik... Baik... Baik kakak.." Sekali lagi Zhao Yu meneteskan air matanya.
"Sebagai adikku, kau tidak boleh cengeng..." Tang Lian berkata dan menghapus air mata Zhao Yu. Jika benar-benar ada yang melihat maka pasti mereka akan muntah melihat ini.
Mendengar itu Zhao Yu lalu mengentingkan tangisnya, yang dia rasakan sekarang adalah kebahagiaan dan rasa lega karena telah melampiaskan seluruh unek-uneknya. Kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Sedangkan dialam atas, Tang Lin tiba-tiba memukul meja dihadapannya hingga hancur berkeping-keping dan menciptakan lobang sedalam dua kilo meter ketanah.
"Bajingan kau Zhao Luo!!!.." Tang Lin berteriak marah setelah dia menghancurkan meja makan dihadapannya.
"Suami kamu kenapa? Mengapa tiba-tiba marah?." Ling Yuan yang terkejut dengan itu bertanya.
"A-ayah apakah kami berbuat salah?." Tang Yue bertanya dengan takut-takut karena ekspresi wajah ayahnya benar-benar sangat marah.
"Bagaimana aku tidak marah sedangkan orang yang aku percayakan untuk menjaga tahta sang penghakim dulu ternyata tidak ada bedanya dengan ayahku dulu!!." Tang Lin berkata denga berteriak keras, jelas dia sangat marah besar kali ini.
"Suami apa maksudmu?." Ling Yuan bertanya dengan bingung, sedangkan ketiga putrinya terdiam seribu bahasa.
Kemudian Tang Lin menceritakan tentang apa yang dia dengar dari pembicaraan putranya dan Zhao Yu. Mengetahui itu, Ling Yuan juga berubah menjadi marah, namun dia masih bisa mengontrolnya.
"Zhao Luo, dia benar-benar membuatku kecewa!! Aku tidak pernah mengajarkannya untuk menjadi seperti itu!!..." Tang Lin berkata seraya masih menggenggam tangannya erat.
"Zhao Luo dan istrinya itu!! Apa yang sebenarnya mereka pikirkan?! Bahkan bisa menjadi sekejam itu!!.." Ling Yuan juga mengumpat marah pada Zhao Luo.
Disisi Ketiga putri Tang Lin, mereka hanya terdiam dan berusaha mencerna apa yang sebenarnya ayah dan ibunya bahas, mereka tidak mengerti. Mereka hanya tau ayah dan ibunya sedang marah kali ini, namun bukan karena mereka.
"Zhao Luo!! Kau beruntung karena aku masih memiliki urusan penting dialam atas ini!! Jika urusanku sudah selesai, maka aku akan tujukkan padamu apa itu keputus asaan yang sebenarnya!!!." Tang Lin berkata dengan mata membara.
BERSAMBUNG
Kasih Like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, tante, atau apalah itu😣😣😣