
Ayah Tang Lian:
Ibu Tang Lian:
Long Xia Shi:
Yun Mei(Putri Yun Zhang atau dewa tua yang telah disebutkan di episode 26):
"Maafkan aku Yun Zhang,aku kira dengan menyembunyikan keberadaan ku kamu akan menyerah mencariku.."
"Maafkan aku yang mulia jika membuat anda tidak nyaman.."
"Tidak masalah, bagaimanapun juga kamu adalah salah satu bawahanku yang paling setia sebelumnya.."
"Lalu apa tujuan anda sebenarnya menjumpai aku disini yang mulia?"
"Baiklah,aku hanya ingin berterimakasih padamu karena telah menyelamatkan putraku.."Tang Lin berkata sambil menunjuk ke arah Tang Lian.
"D-dia putra anda...?"Yun Zhang bertanya dengan gagap kerena terkejut atas pengakuan Tang Lin yang tiba-tiba.
"Ya,dia adalah putraku"Tang Lin berkata dengan santainya.
Yun Zhang yang mendengar Pengakuan Tang Lin sekali lagi membuatnya terdiam tanpa dapat berkata-kata.
"Mengapa terdiam seperti itu?Apa jangan-jangan kau tidak mengenalnya?"Tang Lin bertanya karena merasa heran dengan Yun Zhang yang sepertinya tidak mengenal anaknya.
"It-itu benar yang mulia,aku tidak mengenalnya karena aku terlalu buru-buru dan tidak sempat melihat garis darahnya"Yun Zhang menjawab dengan suara yang masih gagap dan membuat Tang Lin tertawa sedikit.
"Hahaha... Sepertinya kau belum berubah Yun Zhang...Baiklah itu tidak apa-apa karena aku juga menutupi garis darah dewanya dengan garis darah manusiaku sehingga kau tidak bisa merasakannya secara langsung,tapi jika kamu perhatikan lebih teliti maka kamu dapat mengetahuinya walaupun darah dewanya belum aku bangkitkan"
"Masih seperti biasanya yang mulia juga sangat berhati-hati..."Yun Zhang berkata sambil menggelengkan kepalanya.
Karena aliran waktu telah dihentikan maka untuk sementara Tang Lin dan Yun Zhang bercakap-cakap santai, terkadang membahas masa lalu dan teman-temannya di alam dewa juga hingga pada akhirnya Tang Lin pamit akan kembali ketubuh manusianya.
"Yun Zhang aku akan kembali ketubuh manusiaku sekarang.."
"Secepat itukah yang mulia?kita baru saja bertemu dan akhirnya berpisah lagi"Yun Zhang berkata dengan sedih karena harus berpisah lagi dengan Tang Lian.
"Maafkan aku Yun Zhang,karena aku hanya membuka sepuluh persen segel dewaku maka aku tidak bisa berlama-lama disini walaupun aliran waktu dihentikan,tapi kamu tahu itu tidak berlaku padaku kan?"
"Aku paham tentang itu,tapi yang masih membuatku bingung adalah mengapa bukan anda saja yang melakukan apa yang aku lakukan saat ini?"Yun Zhang bertanya karena dari awal itu juga sudah mengganggu pikirannya.
"Perlu kamu ketahui bahwa jika aku ditubuh manusiaku maka aku memiliki batas kemampuan dan juga untuk membuka segel dewaku sepenuhnya juga membutuhkan waktu yang lama,karena itulah aku tidak sempat melakukannya..."
"Aku paham yang mulia"
"Bagus..."Setelah mengatakan itu Tang Lin pun perlahan mulai menghilang dari sana,tapi sebelum itu terjadi Yun Zang meminta persetujuan dari Tang Lin untuk menikahkan Tang Lian dan Yun Mei.
Tang Lin pun tanpa ragu menyetujuinya kemudian menghilang sepenuhnya dari sana dan aliran waktu kembali normal dan begitu juga dengan jeritan kesakitan Tang Lian berlanjut lagi.
Di dunia luar teriakan Tang Lian juga berlanjut dan semua orang bertanya kepada Tang Lin yang telah kembali ketubuh manusianya dengan bingung dan khawatir.
Kemudian Tang Lin hanya menjawab bahwa dia juga tidak tahu,Tang Lin mengatakan itu untuk menutupi rasa curiga atau penasaran semua orang disana,hanya satu orang yang masih penasaran yaitu Ling Yuan istrinya.
Jeritan Tang Lian terus terdengar tanpa henti hingga tiga bulan lamanya,hal itu terjadi karena Yun Zhang memasukkan berbagai macam pengetahuan dikepala Tang Lian mulai dari,alkemis,master penempa senjata,formasi dan array,berbagai macam teknik bela diri hingga berbagai macam cara berkultivasi.
Setelah tiga bulan akhirnya Tang Lian berhenti menjerit menandakan penyiksaannya telah selesai kemudian perlahan Tang Lian membuka matanya.
Dalam waktu yang sama juga Tang Lian merasakan berbagai pengetahuan ada dikepalanya hanya ada satu yang tidak dia ketahui yaitu tingkat kultivasi.
Dikepalanya Tang Lin hanya mengetahui kata TIDAK ADA AKHIR UNTUK KULTIVASI,hal itu membuatnya bengong sejenak hingga pada akhirnya dia dikejutkan oleh Yun Zhang.
"Bagaimana perasaanmu sekarang anak muda?"
"Ini sangat luar biasa kakek dewa,aku merasa aku tidak terkalahkan oleh siapapun saat ini..."
Mendengar jawaban dari Tang Lian dewa itu menjadi tersenyum puas dan senang.
"Bagus,tetapi kamu harus ingat satu hal dan aku berharap kamu tidak mengecewakan aku dalam hal ini..."
"Apapun itu kakek dewa aku pasti akan mengingatnya..."Tang Lian berkata dengan penuh percaya diri.
"Kekuatan yang aku berikan padamu bukan untuk menindas yang lemah,bukan untuk melakukan hal-hal yang tercela,dengan kata lain tindaslah mereka yang pantas untuk ditindas,tercela lah untuk mereka yang tercela,hukumlah mereka yang harus dihukum dan bersikap baiklah pada mereka yang baik juga namun walaupun aku mengatakan baik kepada mereka yang baik ketegasanmu,kewibawaanmu,keperkasaanmu tidak boleh berkurang sedikitpun..."Yun Zhang berkata dengan nada suara tegas dan tatapan matanya yang tajam pada Tang Lian.
Perkataan Yun Zhang barusan membuat Tang Lian bingung karena secara tidak langsung Tang Lian disuruh untuk mengemban tanggung jawab yang besar.Karena tidak bisa memahami keseluruhan nya akhirnya Tang Lian pun bertanya.
"Mengapa kakek dewa?Aku bingung mengapa aku harus peduli dengan yang baik atau buruk"
Mendengar itu Yun Zhang hanya menjawab dengan singkat tetapi tegas.
"Karena kamu yang sekarang adalah manusia setengah dewa..."
Pada saat yang sama dengan perkataan Yun Zhang barusan sebuah pengetahuan tentang manusia tiba-tiba muncul didalam kepala Tang Lian.
"***Manusia,memiliki sifat yang iri,serakah,dengki(benci) dan kejam namun ada juga yang baik,dermawan dan murah hati.
Manusia,ada yang kuat dan ada yang lemah.Manusia juga memiliki hati yang tidak bisa ditebak seperti hal berikut:
Rasa iri,dengki, keserakahan,dan kekejaman membuat manusia gelap hati hingga pada akhirnya saling membunuh satu sama lain contohnya adalah perebutan wilayah,sumber daya,harta,tahta dan wanita.
KESERAKAHAN menciptakan ketidak adilan,KETIDAK ADILAN menciptakan rasa IRI dan DENGKI,rasa iri dan dengki menciptakan keserakahan kembali secara tidak langsung walaupun pada awalnya tidak merasakannya,kemudian menciptakan lagi PENGHIANATAN.
Penghianatan menciptakan perang yang tiada akhir walaupun pada akhirnya akan ada yang keluar sebagai pemenang,tetapi itu hanya akan menciptakan KEBENCIAN yang lain hingga terjadilah BALAS DENDAM.
Siklus ini tidak akan pernah berhenti jika tidak ada yang menghentikannya karena balas dendam juga akan menyebabkan pihak lain membalasnya juga dengan cara yang sama.
Kemudian manusia KUAT dan manusia yang LEMAH:
Manusia yang kuat sering kali akan menindas mereka yang lemah demi kesenangan pribadi mereka,manusia yang lemah pada akhirnya jatuh kedalam jurang keputusan asaan hingga memilih jalan yang salah(Menjadi kultivator iblis) hanya untuk menghentikan penindasan dan penderitaannya yang disebabkan oleh mereka yang kuat.
Hal itu juga menyebabkan kebencian dan keinginan untuk balas dendam,kemudian walaupun dendam sudah terbalaskan keluarga korban juga pasti akan membalas lagi.
Siklus itu tidak akan pernah berhenti jika tidak ada yang menghentikannya,lalu semua hal diatas akan berimbas kepada mereka yang tidak bersalah dan yang tidak tahu apa-apa dan menguntungkan bagi mereka para IBLIS.
Pertumpahan darah diantara manusia adalah hal yang diinginkan oleh mereka para iblis karena akan memudahkan mereka untuk menguasai dunia ini***"
Begitulah pengetahuan yang tiba-tiba muncul dikepala Tang Lian dan membuatnya terdiam cukup lama.
BERSAMBUNG****
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, KOMEN,DAN VOTE JUGA....
SAYA MOHON MAAF JIKA ALUR CERITANYA SEDIKIT MEMBOSANKAN,BERITAHUKAN SAYA JIKA KALIAN MEMILIKI SARAN ATAU MELIHAT KESALAHAN DI NOVEL SAYA INI.... TERIMAKASIH***