
"Fei Fei! Keluar kau!!."
Seseorang berteriak dari depan rumahnya Yan Feng dan ibunya.
"Suara ini, bukankah suara Jiang Zhisan? Apa yang dia inginkan sekarang?." Fei Fei bergumam pelan, kemudian dengan memaksakan diri dia berusaha bangkit dari tempat tidurnya.
"Ibu sebaiknya istirahat saja, biarkan aku yang mengurusnya.." Dengan tidak tega Yan Feng menahan ibunya.
"Tidak apa-apa Feng'er, bukankah kamu sudah membawakan obat untuk ibu?."
"Emm.." Yan Feng mengangguk.
"Maka ibu juga akan sembuh jika sudah meminumnya.." Seraya berkata Fei Fei kemudian berdiri dengan perlahan lalu keluar dari rumahnya.
Disisi Lao Hu, semenjak Jiang Zhisan menyuruh keluarga kecil itu keluar, tatapannya berubah menjadi tajam, jelas dia sedang marah saat ini mengingat bagaimana keluarga kecil ini menderita, apakah mereka tidak memiliki rasa simpati sedikitpun?. Kemudian Lao Hu melompat ke bahu Yan Feng yang kemudian menyusul ibunya.
"Jiang Zhisan, apa yang kau inginkan?". Fei Fei bertanya seraya berusaha berdiri tegak meskipun sebenarnya dia berdiri dengan gemetar.
."Aku hanya ingin kau mengembalikan pil embun yang dicuri oleh putramu!." Dengan membentak Jiang Zhisan menjawab.
"Pil embun?."
"Benar, pil embun itu pada awalnya akan ada tamu yang ingin membelinya, namun siapa sangka Yan Feng menyusup dan mencurinya.."
"Bohong... Paman Jiang Zhan kamu berbohong, aku membelinya darimu dengan harga mahal!!." Yan Feng berkata protes.
"Hmph!! Masih kecil saja sudah berani memutar balikkan fakta, sepertinya aku harus mewakili ibumu untuk mengajarimu bocah!!." Jiang Zhisan berkata lalu mengangkat sebelah tangannya.
Kemudian setelah Jiang Zhan mengangkat tangannya, dari balik kegelapan malam tiba-tiba saja tiga ratus orang mengepung Yan Feng dan ibunya dari berbagai arah dengan kultivasi jendral emas tingkat menengah. Dikepung seperti itu, tentunya Yan Feng dan ibunya panik seraya menatap ke sekeliling.
"Tapi ya... Aku bisa saja melupakan hal ini asalkan kau mau menjadi istriku yang ksebelas..." Dengan tatapan mesumnya Jiang Zhisan berkata seolah-olah dia menawarkan jalan damai dengan syarat Fei Fei harus bersedia menjadi istrinya.
"Cuih.... Bahkan jika langit runtuh pun aku tidak akan pernah bersedia menikahi seekor babi gendut!!." Fei Fei meludah dan mencibir.
Mendengar perkataan Fei Fei yang menyebutnya babi gendut, Jiang Zhisan kemudian wajahnya berubah merah dan amarahnya meluap.
"Hmph!!! Aku telah berbaik hati untuk melupakan semua ini, namun siapa sangka kau lebih memilih mati dengan mengenaskan!!." Jiang Zhisan berkata seraya mengumpulkan energi qi ditinjunya.
"Karena pilihanmu adalah mati, maka aku akan mengabulkannya!!!." Jiang Zhisan berkata dengan keras kemudian melesat dengan cepat dan ingin menghajar Fei Fei.
"Tidak!!! Jangan sakiti ibuku.... TIDAAAAAKKKK!!!." Yan Feng berteriak histeris.
"BOOOM......!!."
Lao Hu menghadang serangan Jiang Zhisan dan membuat Jiang Zhisan terhempas sejauh dua meter kebelakang.
"Siapa yang begitu berani!?." Jiang Zhisan bertanya dengan marah.
"Itu aku!!." Lao Hu menjawab.
Serempak dengan suara Lao Hu, Jiang Zihsan membelalakkan matanya karena melihat seekor harimau putih setinggi tiga meter yang melindungi kedua ibu dan anak itu.
"Ha-harimau putih?." Jiang Zhisan berkata dengan tergagap.
Disisi Yan Feng dan ibunya juga sama terkejutnya. Kini Yan Feng tenggelam dalam pikirannya 'Ternyata kucing tuan itu adalah seekor binatang buas harimau putih..'
Disisi Fei Fei dia juga membatin 'Apa? Seekor harimau putih? Dari mana asalnya? Siapa yang mengirimnya?.' Fei Fei bertanya-tanya dalam batinnya.
"Kakak Zhisan, mengapa begitu takut dengannya? Dia hanyalah seekor kucing saja, sedangkan kita ada enam ratus orang."
Jiang Zhan memecah keheningan.
"Hahaha.... Adik, kamu datang tepat waktu. Kamu benar kakak, untuk apa takut? Heh... Aku ingin lihat bagaimana dia bisa melindungi kedua ibu dan anak itu seorang diri." Jiang Zhisan tertawa dan membenarkan perkataan adiknya.
"Para prajuritku yang gagah nan perkasa bunuh ketiga keparat ini!!!." Jiang Zhisan memberikan perintah.
"Perintah dilaksanakan tuan..." Enam ratus orang menjawab dengan serempak kemudian mulai menyerang.
Disisi Lao Hu sebelumnya, setelah dia melihat tiga ratus orang lagi datang, dia langsung mengirim pesan darurat pada Tang Lian. Sebenarnya bukannya Lao Hu tidak mampu melawan mereka semua, enam ratus orang prajurit itu hanyalah kumpulan semut Dimata Lao Hu. Namun karena dia harus bertarung seraya melindungi dua orang yang tidak berdaya maka itu akan sangat sulit, sehingga mau tidak mau Lao Hu harus mengirim pesan darurat pada Tang Lian.
Kemudian setelah Lao Hu mengirim pesan darurat, lalu kemudian dia menyambut serangan yang mengarah padanya.
Sekarang Lao Hu tengah dikeroyok oleh enam ratus orang, oleh karena itu, Jiang Zhisan dan Jiang Zhan menggunakan kesempatan ini dan menyerang Fei Fei dan Yan Feng.
"Hahaha... Fei Fei, sekarang tidak ada yang bisa menghalangiku untuk membunuhmu, tapi sebelum itu, aku akan membunuh putramu terlebih dahulu dan membuatmu putus asa, hahaha.." Dengan seringai jahatnya Jiang Zhisan berkata seraya berjalan mendekat secara perlahan.
Melihat itu kemudian Yan Feng menghalanginya dengan cara berdiri didepan ibunya seraya merentangkan kedua tangannya.
"Menjauh dari ibuku babi gendut!!." Dengan ekspresi wajah yang sangat marah Yan Feng berkata.
Namun meski Yan Feng merasa sangat marah dan ingin mencabik-cabik tubuh Jiang Zhisan dan Jiang Zhan dihadapannya, Yan Feng hanyalah seorang anak laki-laki yang masih berusia tujuh tahun dan tentunya belum bisa berkultivasi. Sehingga apa yang dia lakukan membuat Jiang Zhan tertawa.
"Hahaha.... Bocah bodoh, ternyata kamu cukup berani juga." Jiang Zhan tertawa kemudian berkata lagi.
"Kakak, serahkan saja Yan Feng padaku, kamu urus saja itu Fei Fei..." Seraya berkata Jiang Zhan menampar Yan Feng hingga terjatuh.
"Feng'er!!!." Dengan sangat khawatir Fei Fei ingin menggapai tubuh putranya dan ingin membantunya berdiri namun...
"Plak..."
Sebuah tamparan dari Jiang Zhisan mendarat di pipi kanan Fei Fei hingga dia juga ikut terjatuh. Sebelumnya saja Fei Fei harus berusaha keras untuk mempertahankan tubuhnya agar tidak terjatuh ditambah lagi sekarang dia ditampar dengan cukup keras.
"Tidak ada waktu untuk menghawatirkan putramu..." Jiang Zhisan berkata setelah dia menampar Fei Fei.
"Ibu!!!." Yan Feng berteriak khawatir dan ingin bangkit dan menggapai ibunya, namun sebelum dia bangun sepenuhnya, perutnya ditendang oleh Jiang Zhan.
"Buk..."
"Ahkkkkk....!"
Yan Feng memegang perutnya yang sakit dan berguling-guling ditanah setelah ditendang oleh Jiang Zhan.
"Anak kecil, kamu harus tau sopan santu jika sedang berhadapan dengan orang tua..." Jiang Zhan berkata lagi dan mendekat kearah Yan Feng yang terbaring dan ingin menendangnya lagi.
"FFFFFFEEEEEENGGGGG'EEEEEERRRR!!!!."
Fei Fei berteriak histeris ketika dia melihat Jiang Zhan hendak menendangnya lagi.
BERSAMBUNG
Kasih Like Dan Votenya Dong Kak, Bang, Om, Tante, Atau Apalah Itu😣😣😣