PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 185 "Kun Long Adalah Sang Naga Kegelapan!!"


Niat pedang yang mendominasi dan mencekam membuat pertarungan berhenti sejenak, semua orang menatap ke arah sumber yang mendominasi itu dengan tatapan ngeri dan ketakutan. Namun tidak untuk naga kegelapan, ia menatap itu dengan wajah yang masih datar, dan detik berikutnya..


"BOOOMMM!!!.."


Asap mengepul menutupi tempat pertarungan, tetua kedua tersenyum senang dan bangga. Mengira jika naga Kegelapan telah mati, "Hahahaha!!!.. Inilah akibatnya jika berani membuatku marah hahahaha!!.." Suara tawa dari tetua kedua menggema sangat keras.


Namun tawanya berhenti seketika karena ia merasa ada sesuatu yang salah. Tetua kedua menyipitkan matanya dan memandang ketempat naga kegelapan yang ia kira sudah mati. Dan ketika semua asap menghilang sepenuhnya, semua tetua kembali membelalakkan matanya karena sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.


Di tempat naga kegelapan setelah asap menghilang, terlihat seekor naga hitam dengan sisik hitam dan ujung sisik yang berwarna merah, sedangkan di bagian perutnya berwarna putih seputih susu.


Sang Naga Kegelapan membuka matanya berwarna merah menyala, ia memandang semua tetua dengan tatapan sombong. Naga kegelapan mendengus dan aura sekitar langsung berubah derastis. Aura niat pedang yang sebelumnya mencekam seketika di gantikan dengan aura jahat yang menjijikkan dan jauh lebih kuat. Aura iblis yang sangat kuat masuk kedalam tubuh semua tetua dan terasa menusuk tulang.


Semua tetua tidak bisa bergerak sama sekali, mereka seolah di tahan oleh sebuah tali yang mengikat seluruh tubuhnya. Semua tetua merasakan keringat dingin ketika mereka melihat naga kegelapan seolah mereka mengenalnya.


Disisi lain, pada saat yang bersamaan ketika naga kegelapan mendengus dan membuka matanya. Wang Long, sang naga emas yang sedang tidur malas diatas sebuah pohon sembari melihat dua pemuda yang sedang berlatih.


Seketika Wang Long membuka matanya dan ekspresi wajah yang sangat terkejut. "Aura ini... Tidak salah lagi! Aura ini adalah milik Sang Naga Kegelapan KUN LONG!!!.." Ujarnya dengan mata yang tiba-tiba membara.


"Kun Long sudah mati di tanganku lima ratus ribu tahun yang lalu! Dan bagaimana mungkin sekarang dia masih hidup!.." Gumam Wang Long tidak percaya.


Wang Long tidak percaya jika musuh bebuyutannya ternyata masih hidup, namun aura yang ia rasakan sangatlah familiar dan tidak mungkin salah. Ia sangat mengenal aura menjijikkan itu dengan baik.


"Tidak bisa!! Aku harus memastikannya!!.." Gumam Wang Long lagi. Kemudian ia tanpa ragu mengubah tubuhnya kedalam bentuk aslinya yaitu se ekor naga emas raksasa. Ia dengan tergesa-gesa menggunakan kecepatan penuh dan terbang ke arah aura yang ia rasakan.


Namun sebelum ia pergi, ia meninggalkan suara, "Wu Min, Zhao Yu latihan hari ini harus kita akhiri, dan cepat turun gunung katakan pada tuan jika ada masalah darurat. Dan untuk kelanjutannya, katakan pada tuan untuk menungguku!!.."


Zhao Yu dan Wu Min mengangguk mengerti, dan kedua pemuda itu langsung turun gunung dengan tergesa-gesa. Sangat jarang bagi Wang Long untuk bertindak sangat serius, jadi tanpa ragu-ragu mereka langsung melesat seperti angin lewat.


Di Medan perang, para pasukan dari kekaisaran Zhang menatap sang naga kegelapan dengan tatapan kagum. Mereka langsung bersemangat dan memuja-muja sang naga kegelapan, mereka bersorak-sorai berpikir jika mereka pasti akan bisa mundur dengan selamat dengan naga kegelapan yang sudah menunjukkan dirinya.


"Hahaha!.. Kun Long sudah menunjukkan diri, sudah saatnya untuk membalikkan keadaan! Pasukan dengarkan perintah!! Lanjutkan menerobos kepungan!!.." Teriak Mao Tzu dengan semangat.


Dalam sekejap, pasukan kekaisaran Zhang yang sebelumnya mulai putus asa kini berubah menjadi sangat bersemangat. Dengan Kun Long sang naga kegelapan berada disisi mereka, mereka sangat yakin jika mereka akan mengalahkan pasukan musuh.


Para panglima iblis angin yang melihat itu, mereka semua tersenyum sangat senang dan melanjutkan kembali peperangan.


Disisi delapan tetua, mereka menatap Kun Long dengan keringat dingin di seluruh tubuh mereka, mereka seolah-olah sedang di awasi oleh dewa kematian. Hanya satu orang yang bisa bergerak meskipun harus berusaha sedikit keras, yaitu tetua kedelapan Zhao Chun.


Zhao Chun, menggertakkan giginya dan memandang naga Kegelapan dengan tatapan penuh kebencian, "Kun Long! Ternyata kau masih hidup!!.." Ujarnya.


Kun Long, hanya menanggapi itu dengan masih datar, "Aku mati atau hidup, lalat sepertimu tidak pantas menyebut namaku.." Ujarnya datar dan mengayunkan ekornya.


"BOOMM!!.."


Ekor naga kegelapan menghantam dengan keras, dan membuat semua tetua itu terhempas keberbagai arah. Meskipun Zhao Chun sudah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menahan serangan itu, tapi tetap saja tidak bisa menahannya.


Para tetua memuntahkan banyak darah dan berusaha berdiri dengan susah payah. Zhao Chun bahkan lebih parah lagi, akibat dia seorang diri menahan serangan itu membuatnya terluka sangat parah, tulang rusuknya patah karena serangan itu. Dengan kondisi yang menyedihkan ia berdiri dengan gemetar.


Kun Long memandang itu dengan tatapan menghina, "Heh... Lalat tetap saja lalat.." Ujarnya santai.


"Hehehe...Hahahaha... Sungguh lucu!.."Ujar Zhao Chun tiba-tiba tertawa.


Kun Long sedikit heran dengan Zhao Chun ini, dengan kondisinya saat ini bahkan masih berani tertawa menghina padanya?.


"Kami memang hanya lalat dimatamu, tapi kami lalat ini pernah membuatmu berlutut di tanah dan memohon ampun! Hahahaha!!.." Ujar Zhao Chun mengungkap masa lalu dan tertawa sangat puas.


Sang Naga Kegelapan yang tadinya berekspresi datar, kini berubah menjadi sangat marah karena penghinaan ini, "Bagus!! Sangat bagus sekali!! Kau berhasil membuatku marah!!.."


Aura sekitar langsung berubah lagi, tanah tiba-tiba bergetar meskipun ia melayang di udara, niat membunuh yang sangat pekat merembes keluar. Kun Long mengumpulkan energi hitam yang sangat besar dimulutnya, dengan energi sebesar dua kali lipat gunung itu dapat dipastikan jika itu meledak maka pasti akan menghancurkan sebuah negara tanpa sisa.


Para tetua menatap itu, mereka sudah tidak ada harapan untuk hidup lagi. Tujuh tetua lainnya tidak dapat bergerak sama sekali dan tetua kedelapan terluka sangat parah, satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan adalah menunggu kematian datang menghampiri.


Zhao Chun memandang tetua lainnya dengan tatapan sedih, ia melihat semua tetua itu sudah siap untuk mati. Tidak ada sedikit ketakutan pun di wajah mereka saat ini meskipun mereka berkeringat dingin. Mereka justru tersenyum dan memandang Kun Long dengan tatapan menghina. Mati sebagai pembela kebenaran, mereka percaya jika Yang Mulia yang biasanya mereka agung-agungkan akan bangga pada mereka.


"Kalian sungguh bodoh..." Zhao Chun menggelengkan kepalanya seraya menatap seluruh tetua lainnya. Ia berkata bodoh tetapi ia sangat bangga dengan seluruh tetua itu.


Zhao Chun tidak ingin mati tanpa perlawanan, kemudian ia mengerahkan seluruh kekuatannya yang tersisa, membentuk bola energi yang sangat besar. Meskipun itu tidak sebesar bola hitam di mulut Kun Long, tapi itu bisa melukai naga kegelapan itu dengan cukup parah.


Kun Long menatap itu dengan tatapan yang sangat mengejek, "Lalat Matilah!.." Bola energi raksasa itu ditembakkan kearah Zhao Chun dan semua tetua, bola itu melesat bagaikan peluru.


"Namaku Zhao Chun! Tetua kedelapan dari istana Penghakim!! Akan melawan sampai akhir!!.." Teriaknya sangat keras dan menembakkan energi ditangannya kedepan.


Serangan Zhao Chun juga melesat bagaikan peluru kedepan, tiga detik berikutnya kedua bola energi bertabrakan dan membuat angin berhembus sangat kencang menyapu seluruh area peperangan, mayat-mayat yang sebelumnya bergelimpangan dimana-mana, kini di bawa terbang oleh angin entah kemana. Peperangan juga kembali berhenti, semua orang dari kekaisaran Zhang menatap itu dengan senyuman lebar sedangkan pasukan istana Penghakim menatap para tetuanya dengan putus asa.


"Lalat pengganggu, kau terlalu naif untuk berpikir jika kau bisa mengalahkan ku..." Ujar Kun Long santai, dan dua detik berikutnya serangan Zhao Chun dihancurkan oleh serangan Kun Long. Energi itu terus melesat kearah semua tetua.


Semua tetua sudah tau jika Zhao Chun pasti akan kalah, namun mereka justru masih bisa tersenyum dan menutup mata menunggu kematian mereka. Mereka pikir setidaknya mereka sudah berjuang sampai akhir dan melakukan yang terbaik.


"Yang Mulia... Maafkan kami..." Ujar tetua kedelapan lemah dan menunggu kematian.