
"Akhirnya! Aku bisa menyembuhkan ibu!!." Seraya berlari seorang anak kecil berteriak senang, dan tanpa dia sadari seekor kucing hitam dengan mata merah mengikutinya dari belakang.
Anak itu terus berlari hingga dia sampai didepan sebuah bangunan berlantai lima yang dimana diatas pintu bangunan itu bertuliskan PAVILIUN PIL. Melihat itu Lao Hu pun menjadi paham jika anak itu datang untuk membeli pil.
"Jadi dia menjual mansion itu hanya untuk sebuah pil? Tapi pil apa yang begitu mahal?." Lao Hu membatin.
Disisi anak kecil itu dia dengan bahagianya menghampiri dua pengawal yang berjaga didepan pintu masuk paviliun.
"Tuan pengawal, aku ingin membeli pil untuk ibuku yang sedang sakit, bolehkah aku masuk?." Anak itu dengan sopan meminta izin.
"Kau Yan Feng kan?." Salah satu dari dua pengawal itu bertanya balik.
"Itu aku tuan pengawal.!" Dengan antusias anak kecil yang namanya Yan Feng itu menjawab.
"Jika begitu, tuan manager sudah menggumu didalam.." Pengawal itu berkata dan mempersilahkannya masuk.
"Terima kasih tuan pengawal.." Yan Feng menangkupkan tangannya kemudian memasuki paviliun pil.
Disisi Lao Hu, dia tidak bisa masuk untuk mengawal anak itu seperti apa yang diperintahkan oleh Tang Lian karena paviliun itu tidak mengizinkan hewan peliharaan masuk, sehingga Lao Hu hanya bisa diam diluar seraya menunggu anak itu keluar. Namun meskipun begitu, Lao Hu tetap menggunakan kekuatan jiwanya untuk terus memantau anak itu.
"Permisi nona, bisakah mengantarkan aku kepada tuan manager?." Bahkan seorang pelayan saja dia panggil dengan hormat.
"Dari ciri-cirinya kamu pasti Yan Feng kan?." Pelayan itu bertanya kembali.
"Itu aku nona.."
"Jika begitu mari ikuti aku.." Pelayan itu berkata kemudian memimpin jalan.
Merasa sedikit penasaran bagaimana bisa orang-orang dari paviliun pil ini mengenalnya? Yan Feng by kemudian memutuskan untuk bertanya. "Nona, jika aku boleh tahu, bagaimana bisa nona mengenali aku?."
"Itu karena manager sudah memberitahukan ciri-ciri kamu pada seluruh pegawai paviliun ini.."
"Oh... Jadi begitu..." Yan Feng membatin.
Kemudian setelah lima menit akhirnya Yan Feng dan pelayan itu sampai dilantai empat yang dimana itu khusus untuk ruangannya manager.
"Tuan manager, maaf mengganggu waktu anda tuan, aku membawa Yan Feng..." Pelayan itu berkata dari depan pintu.
"Masuklah..." Sang manager menjawab dari dalam ruangannya.
Kemudian pelayan itupun mengantarkan Yan Feng masuk setelah itu dia keluar lagi dan kembali ke tempatnya sebelumya.
"Yan Feng... Apa kamu telah menyiapkan apa yang aku minta?." Si manager yang gendut itu bertanya dengan tersenyum misterius.
"Tuan manager, aku sudah menyiapkan sepuluh juta koin emas untuk membeli pil itu seperti yang anda minta..." Yan Feng menjawab dengan antusias.
"Jika begitu, kamu dapat memiliki pil embun tingkat empat itu..." Manager gendut itu berkata seraya mengulurkan tangannya seakan meminta mana koin emasnya?.
Memahami itu, kemudian Yan Feng mengeluarkan cincin penyimpanan yang diberikan oleh Tang Lian dan membuat manager gendut itu terkejut.
"Apa!? Dari mana anak ini mendapat cincin itu?." Seraya membatin manager itu mengeluarkan sebuah token berwarna perak yang dimana ditoken itu terdapat sebuah bagian yang berbentuk cincin.
Kemudian Yan Feng dengan patuh meletakkannya disana tanpa berpikir bagaimana sebenarnya cara transaksi ini. Namun ini wajar juga karena Yan Feng masihlah sangat kecil dan pikirannya juga masih polos.
Disisi manager itu dia kemudian membatin 'Bagaimana jika aku menyedot seluruh isi cincin itu? Hehehe..'
Kemudian dengan tersenyum misterius manager itu terus menyedot isi cincin itu hingga pada akhirnya berhenti diangka sepuluh juta tepat.
'Apa? Jadi benar-benar hanya sepuluh juta koin emas saja? Cih dasar rakyat jelata!!' Manager itu membatin kesal.
Yang sebenarnya tidak diketahui oleh manager itu adalah, cincin itu memiliki kesadaran dan meskipun itu tidak memiliki jiwa tetapi dia dapat dengan jelas mendengar semua apa yang orang bicarakan disekitarnya. Sama seperti sebelumnya cincin itu juga mendengar apa yang dibicarakan oleh kedua orang itu sehingga cincin itu hanya mengizinkan koin emas yang ada didalamnya itu keluar sebanyak sepuluh juta saja. Kehebatan cincin saja seperti ini, lalu buatan siapakah ini? Tentunya ini hanya bisa ditempa oleh Tang Lin sendiri.
Karena merasa isi dalam cincin itu telah habis akhirnya manager gendut itu kesal sendiri dan mengusir Yan Feng.
"Sekarang urusan kita sudah selesai, sekarang kau keluarlah!!." Manager itu berkata seraya menyerahkan kembali cincin itu.
Disisi Yan Feng, dia bingung dengan perubahan sikap manager yang tiba-tiba ini, namun meskipun begitu Yan Feng tidak tersinggung sama sekali dan hanya menurut dan keluar dari sana dan membawa sebuah kotak kecil berwarna perak dengan ukiran indah disekelilingnya.
Disisi Lao Hu dia semakin bingung, karena pil yang dibeli oleh Yan Feng adalah pil tingkat empat yang mana itu bisa dikatakan hanyalah pil sampah didepan matanya, lalu mengapa begitu mahal? Sepertinya Yan Feng ditipu, begitulah Lao Hu berpikir.
Setelah itu, Lao Hu kemudian mengirimkan pesan jiwa pada Tang Lian tentang Yan Feng yang ditipu, dan meskipun demikian, Tang Lian tidak menyuruh Lao Hu untuk bertindak dan hanya menyuruhnya untuk terus mengikuti saja hingga sampai dirumahnya.
"Ibu .. kamu akan segera sembuh!!.." Dengan sangat senang Yan Feng berkata seraya berlari lalu tiba-tiba seekor kucing hitam menghentikannya.
"Meow.... Meow.... Meow..."
Kucing itu adalah Lao Hu yang mengeong dan menggosokkan tubuhnya dikaki Yan Feng.
"Hei kucing kecil, apa kamu tersesat?." Yan Feng berkata dan mengangkat kucing itu kepelukannya.
"Meow..."
Seolah mengatakan ya aku tersesat, Lao Hu membuat ekspresi terimutnya.
"Hm? Tapi kucing kecil, bukankah kau kucingnya tuan muda yang membeli mansionku itu? Lalu bagaimana bisa tersesat sampai disini?."
Yan Feng yang merasa bingung itu bertanya lagi, jika ada orang yang melihatnya mungkin dia akan disangka orang gila karena mengajak bicara seekor kucing biasa.
"Meow, meow..." Lao Hu seolah menjawab tidak tahu.
"Ummm.... Ah sudahlah, kucing kecil kamu tidak usah takut, besok pagi aku akan mengantarmu kembali pada tuanmu, sekarang kamu ikut saja denganku."
Yan Feng yang pada awalnya ragu-ragu untuk membawanya pulang kemudian rasa ragunya itu hancur ketika mengingat Tang Lian adalah orang baik menurutnya, lagi pula dia hanya akan merawatnya malam ini saja dan mengembalikannya besok pagi.
Kemudian Yan Feng kembali berlari dengan Lao Hu sekarang digendongannya. Sedangkan Lao Hu membatin 'Baru kali ini, aku yang seekor kaisar harimau putih dipanggil kucing kecil, terlebih lagi oleh anak kecil, haiisss.... dasar bocil!!.'
Harga diri Lao Hu meronta-ronta ketika Yan Feng memanggilnya kucing kecil dan membawanya pulang seraya digendong seolah dia adalah kucing manja.
*****BERSAMBUNG**
Kasih Like Dan Votenya dong bang, kak, om, Tante, atau apalah itu.😣😣***