PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 51 " Membujuk Yun Mei"


Tang Lian yang melihat istrinya marah-marah hanya bisa menunjukkan raut wajah yang kebingungan karena tidak berdaya. Beberapa menit yang lalu Yun Mei menyuruhnya untuk memakan makanan busuk itu namun sekarang makanan busuk itu dibuang oleh Yun Mei juga.


"Maafkan aku Mei'er, aku terlalu lapar jadi tidak memperhatikan makanan itu sudah busuk..." Tang Lian hanya bisa berkata tidak berdaya.


"Salahkan saja dirimu yang berlatih selama tiga tahun itu..." Yun Mei berkata dengan raut wajah yang masih marah.


Setelah itu Yun Mei pun berdiri dan pergi mengambil makanan yang baru lalu kembali lagi setelah dia mengambil makanan itu dan memberikannya kepada Tang Lian. Karena sangat lapar Tang Lian langsung saja menyantap makanan itu dan kurang dari satu menit makanan itu hanya tinggal tulang saja.


Melihat Tang Lian yang sepertinya masih lapar Yun Mei pun menyendok kan lagi makanannya kepiring Tang Lian, dan sambil terus menggerutu dan mengomel-ngomel tidak jelas kepada Tang Lian.


Tang Lian terus menyantap makanannya hingga hampir menghabiskan stok makanan yang sama dengan tiga bulan lamanya. Namun mereka ada dihutan jadi tidak perlu menghawatirkan apapun. Jika stok habis maka tinggal berburu saja.


Setelah itu Tang Lian akhirnya kenyang dan tubuhnya sudah kembali seperti semula dan tidak kurus kerempeng lagi. Setelah itu Tang Lian pun memutuskan untuk keluar dari goa untuk berolah raga setelah tiga tahun setengah dia tidak menggerakkan tubuhnya.


Diposisi para bawahan Tang Lian yang sedang duduk bersila memejamkan matanya kemudian merasakan aura Tang Lian dan Yun Mei mendekat, kemudian membuka mata mereka dan bangkit.


"Tuan..." Para bawahan Tang Lian berkata dengan serempak dan memberikan penghormatan.


Sedangkan Tang Lian saat ini tidak memperhatikan para bawahannya yang sedang memberikan penghormatan karena mulai dari dalam goa dan sampai dia diluar, dinding goa hampir seluruhnya ada bekas pertarungan dan diluar goa juga dalam radius satu kilo meter telah rata dengan tanah dan membentuk banyak kawah kecil.


"Ini.....Apakah telah terjadi pertarungan sebelumnya?" Tang Lian bertanya dengan bingung kepada ketiga bawahannya.


Para bawahan Tang Lian tidak tahu harus menjawab apa karena mereka takut Yun Mei akan memarahi mereka dan hanya terdiam dan menatap kearah belakang Tang Lian sebentar-sebentar lalu menunduk lagi.


Tang Lian kemudian akhirnya paham bahwa ini dilakukan oleh Yun Mei yang sedang kesal sebelumnya dan menatap kearah Yun Mei dengan perlahan.


Yun Mei yang melihat itu hanya memalingkan wajahnya dan berkata "Hmph.." Seakan tidak peduli, karena sampai saat ini Yun Mei masih merasa kesal.


"Apakah memang seperti ini jika seorang wanita sedang kesal?" Tang Lian membatin dalam ketidak berdayaannya sambil terus menatap Yun Mei yang sedang merajuk sepertinya.


Setelah itu Tang Lian melanjutkan aktivitas dengan mencoba berbagai macam jurus yang telah dia pelajari ditemani oleh ketiga bawahnya. Sekarang Tang Lian telah menguasai mayoritas tujuh puluh persen semua jurus-jurus yang diberikan oleh Yun Zhang, termasuk alkemis dan formasi.


Kemudian pada saat ini malam hari telah tiba dan Tang Lian ingin tidur dengan Yun Mei tetapi Yun Mei masih terus merajuk, bahkan hampir tidak pernah berbicara sepatah katapun.


"Jangan menyentuhku!!" Yun Mei masih berkata dengan kesal dan menepis tangan Tang Lian karena Tang Lian ingin memeluknya sambil tidur.


"Apa kamu masih marah padaku?" Tang Lian bertanya sambil terus berusaha memeluk Yun Mei walaupun istrinya itu terus membelakangi dan menepis tangannya.


Kemudian karena Yun Mei merasa semakin kesal bangun dan pergi berjalan dengan cepat keluar goa, lalu Tang Lian yang melihat itu kemudian mengikutinya juga dari belakang.


Namun walaupun Tang Lian telah berusaha menjelaskan berkali-kali Yun Mei tetap tidak berbicara dan terus menghindar dari Tang Lian. Yah itu wajar saja karena semakin Tang Lian mengejarnya maka Yun Mei semakin senang juga sebenarnya.


Tetapi Tang Lian yang tidak paham akan hal itu lama-kelamaan kesabarannya menjadi habis kemudian menjadi kesal juga. Sebelumnya Tang Lian melakukan pelatihan sampai selama itu karena memang benar-benar kejadian yang mengancam nyawa Yun Mei sebelumnya tidak ingin terjadi lagi.


"Ah... Sudahlah aku tidak tau harus bagaimana lagi untuk membujuk dirimu, lakukan saja seperti yang kau inginkan, aku tidak peduli lagi!!!" Tang Lian akhirnya benar-benar menjadi kesal dan berkata dengan kasar, kemudian meninggalkan Yun Mei didepan goa.


Yun Mei yang mendengar perkataan Tang Lian membuat dia membelalakkan matanya karena terkejut. Sebenarnya Yun Mei seperti ini memang karena dia kesal, tetapi juga dia tidak dapat berbohong kepada hatinya bahwa semakin Tang Lian mengejarnya dia semakin senang. (Ya itulah wanita, sangat membingungkan memang).


Kemudian Yun Mei merasa sedikit menyesal telah bertingkah seperti itu lalu kembali masuk kedalam goa dan membaringkan tubuhnya disamping Tang Lian yang tidur membelakanginya, kemudian Yun Mei memeluk Tang Lian dari belakang dan meletakkan kepalanya di punggung Tang Lian dengan lembut dan tanpa bicara.


Yun Mei ingin meminta maaf namun dia terlalu malu untuk melakukan itu kemudian hanya bisa berprilaku manja dan seolah-olah meminta maaf tanpa bicara kepada Tang Lian.


Tang Lian yang merasakan tangan lembut dan hangat memeluknya dari belakang kemudian berbalik. Setelah Tang Lian berbalik dia melihat bulir-bulir air menetes dari pelupuk mata Yun Mei.


"Maafkan aku karena telah berbicara kasar padamu Mei'er." Tang Lian berkata dengan tulus dan membalas pelukan Yun Mei.


"Emm..." Yun Mei hanya mengangguk kemudian menatap kearah mata suaminya itu, Yun Mei bisa melihat ada tanda-tanda penyesalan didalamnya.


"Apa sekarang kamu memaafkan aku?" Tang Lian bertanya untuk memastikan lagi.


"Emm..." Yun Mei menjawab dengan cara yang sama dan suara kecil seperti nyamuk.


Tang Lian yang sudah yakin bahwa istrinya itu sudah memaafkannya kemudian mencium bibirnya dengan lembut, dan begitu juga dengan Yun Mei yang membalas ciuman itu dengan intens.


"Cup...cup...cup..."


Ciuman terus berlanjut sampai lidah keduanya saling menyerang dan menghisap satu sama lain. Kemudian setelah Lima menit Yun Mei dan Tang Lian menyudahi ciumannya dan terlihat seutas benang air liur terhubung diantara bibir keduanya dan nafas ter engah-engah serta tubuh yang memanas.


Melihat istrinya yang berekspresi sangat imut dan cantik, Tang Lian kemudian menindih Yun Mei dan melanjutkan lagi ciuman mereka sambil meraba-raba seluruh tubuh Yun Mei, hingga pada akhirnya Tang Lian tidak bisa menahan nafsunya lagi kemudian memulai permainan utama.


"Aaaannnhhh...Aaaahhhhhhnnn... Lebih cepat lagi suami...." Yun Mei terus mengeluarkan suara yang menggoda dan membuat Tang Lian semakin cepat memacu kudanya.


Yun Mei: