PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 91 "Tang Lian Tiba!"


"Feng'er!!!!!!!." Fei Fei berteriak histeris.


"Buk..."


Jiang Zhan menendang perut Yan Feng dengan keras hingga Yan Feng memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


"Feng'er!!! Katakan sesuatu nak!!." Fei Fei berkata dan berusaha merangkak untuk menggapai tubuh putranya yang terkapar tidak sadarkan diri.


Kemudian pada saat Fei Fei merangkak, tiba-tiba Jiang Zhisan menarik rambut hitam dan panjangnya hingga memaksanya dalam posisi berlutut dan menghadap ke arah Yan Feng.


"Fei Fei, sekarang kau akan melihat dengan mata kepalamu sendiri bagaimana putramu akan mati dengan leher yang hancur, hahahaha..." Jiang Zhisan berkata dan tertawa seraya menjambak rambut indahnya Fei Fei.


Bersamaan dengan Jiang Zhisan yang berbicara, Jiang Zhan juga menangkap leher Yan Feng dan mencekiknya semakin lama semakin kuat.


Diposisi Fei Fei, dia hanya bisa menangis dalam tidak keberdayaannya seraya memohon untuk tidak membunuh putra satu-satunya yang dia miliki, namun Jiang Zhisan dan Jiang Zhan hanya tertawa lepas tidak peduli.


"Hahaha.... Kakak, bukankah pemandangan ini mengingatkanmu pada sesuatu?." Jiang Zhan berkata dengan misterius seraya mencekik Yan Feng dan mengangkatnya satu meter dari tanah.


"Kamu benar adik, ini mengingatkanku bagaimana aku membunuh Yan Cheng, hahaha..." Jiang Zhisan membenarkan perkataan adiknya dan tertawa lepas menikmati keputusasaan Fei Fei.


"Kalian manusia bajingan! Kalian manusia biadab!! Ternyata yang membunuh suamiku juga kalian!! Aku bersumpah akan membalaskan dendam ini bahkan di kehidupan selanjutnya juga aku akan mencari kalian sampai ujung dunia sekalipun!!!." Didalam keputusasaannya Fei Fei, dia bersumpah dengan penuh amarah dan dendam yang sangat dalam.


Sedangkan diposisi Lao Hu dia sedang disibukkan oleh enam ratus orang yang menyerangnya. Lao Hu ingin menggunakan tehnik tingkat tinggi namun dia takut itu akan melukai Fei Fei dan Yan Feng, bahkan sampai bisa membunuh mereka berdua jika Lao Hu menggunakan tehnik tingkat tinggi. Oleh karena itu dia hanya bisa berharap agar tuannya segera datang.


Disisi Jiang Zhisan yang mendengar Fei Fei bersumpah, dia hanya tertawa dan menatap Fei Fei dengan tatapan merendahkan.


"Mengocehlah Fei Fei, karena ocehanmu itu seperti musik ditelingaku! Tapi kau juga harus tau, bahwa yang membunuh ayahmu juga adalah aku, hahaha... Aku meracuni ayahmu sama seperti aku meracunimu, hahaha..." Jiang Zhisan mengungkap kebenaran untuk membuat Fei Fei semakin putus asa.


"B-Bajingan!! Kalian manusia tercela!! Kalian manusia iblis!!." Dan benar saja Fei Fei semakin putus asa dan kemarahan serta kebencian yang sangat dalam terlihat didalam matanya. Namun apalah daya sekarang dia hanya bisa mencibir.


"Hahahaha..." Jiang Zhisan tertawa kemudian berkata lagi.


"Adik, bunuh Yan Feng sekarang!!."


"Baiklah kakak, hahaha..."


Jiang Zhan menjawab kemudian menguatkan cengkeramannya pada leher Yan Feng dengan perlahan ingin menghancurkan lehernya, namun....


"Sring....!!"


Sekilas cahaya berwarna merah melesat dengan cepat melewati wajah Jiang Zhan dan memotong tangannya yang mencengkram leher Yan Feng, cahaya merah itu adalah sebuah pedang yang panjangnya tiga meter.


Disisi Jiang Zhan, dia tidak sempat bereaksi dan hanya membelalakkan matanya karena terkejut, setelah beberapa detik terdiam barulah Jiang Zhan berteriak kesakitan.


"Aaaaaahhhhh!!!."


Disisi Jiang Zhisan yang masih menjambak rambut Fei Fei, dia kemudian tenggelam dalam batinnya 'Apa? Siapa itu? Apakah harimau putih itu?.' Jiang Zhisan bertanya-tanya dalam batinnya lalu melirik kearah Lao Hu. Kemudian dia melihat Lao Hu masih disibukkan oleh para prajuritnya yang tersisa tiga ratus orang lagi. Melihat itu, kemudian Jiang Zhisan berteriak lagi.


"Membunuh wanita itu? Lakukanlah jika kau mampu..!"


Dari balik gelapnya malam Tang Lian berkata kemudian melesat dengan cepat lalu menangkap Yan Feng yang masih tak sadarkan diri.


"Apa!?.." Jiang Zhan terkejut karena tubuh Yan Feng tiba-tiba menghilang dari pandangannya tanpa tau siapa yang mengambilnya.


Disisi Jiang Zhisan, setelah mendengar apa yang dikatakan Tang Lian, dengan panik dia kemudian buru-buru ingin membunuh Fei Fei.


"Baiklah!! Kau yang memintanya!!." Jiang Zhisan berkata dengan panik dan ingin menusuk leher Fei Fei dengan pisau yang ada ditangannya.


Kemudian Tang Lian yang melihat itu lalu melesat lebih cepat lagi kearah Jiang Zhisan dan menendang tepat diwajahnya hingga Jiang Zhisan terlempar kebelakang sejauh lima meter. Setelah itu, Tang Lian kemudian tanpa izin atau permisi terlebih dahulu, dia menangkap pinggang Fei Fei dan membawanya menjauh dari sana.


Disisi Fei Fei, dia melihat dengan jelas wajah Tang Lian yang menyelamatkannya, walaupun itu di tengah gelapnya malam jika dari jarak yang sangat dekat maka siapapun pasti akan melihat dengan jelas. Fei Fei yang melihat wajah tampan Tang Lian dan semakin tampan lagi ketika Tang Lian bergerak dan membuat rambutnya berkibar, membuat wajah Fei Fei memerah dan jantungnya berdegup kencang, terlebih lagi, pinggangnya sedang digenggam oleh Tang Lian itu membuat hatinya tidak bisa tenang.


Fei Fei menikah dengan Yan Cheng bukan karena dia mencintainya, namun dia menikahinya adalah karena menurutnya Yan Cheng adalah orang baik, pekerja keras dan yang paling penting adalah, dia menikahi Yan Cheng adalah untuk menghindar dari Jiang Zhisan. Namun siapa sangka Jiang Zhisan menaruh dendam atas hal itu, bahkan sampai membunuh Yan Cheng dan ayahnya Fei Fei.


Meskipun Fei Fei tidak mencintai Yan Cheng, Dia tetap saja marah ketika Jiang Zhisan mengungkap kebenaran tentang kematian suaminya itu. Itu dikarenakan Fei Fei dan Yan Cheng telah memiliki seorang anak laki-laki yang luar biasa. Namun kali ini wajahnya memerah, jantungnya berdegup kencang, sepertinya Fei Fei jatuh cinta pada pandangan pertama, terlebih lagi orang itu menyelamatkannya. Dan meskipun usia mereka terpaut lumayan jauh, itu tidak menjadi masalah kan? Karena sifat Tang Lian adalah mesum, entah itu janda atau gadis Tang Lian berpikir semua kecantikan adalah miliknya seorang.( Yah, sebenarnya author juga berpikir semua wanita cantik adalah milik author, namun author bukanlah Tang Lian meskipun authorlah yang menciptakan Tang Lian😭😭).


"Lao Hu, sekarang kau bisa bertarung dengan bebas." Tang Lian berkata pada Lao Hu yang terlihat menahan kekuatannya dan tidak bertindak ceroboh karena memikirkan ibu dan anak itu.


"Tuan? Hahahaha... bagus, bagus sekali! Karena tuan sudah ada disini maka aku tidak akan menahan kekuatanku lagi!!." Lao Hu berkata kemudian meraung keras lalu mulai menyerang balik dengan ganas.


Disisi Jiang Zhan yang melihat kakaknya terhepas kemudian berlari mendekati kakaknya dan membantunya berdiri.


"Kakak apakah kamu baik-baik saja?."


"Aku tidak apa-apa adik..!" Jiang Zhisan berkata seraya menggertakkan giginya karena merasa sangat kesal.


"Bagaimana dengan tanganmu adik?." Jiang Zhisan bertanya kembali.


"Aku sudah menghentikan pendarahannya kakak..." Jiang Zhan menjawab.


Mendengar pembicaraan kedua kakak beradik itu membuat Tang Lian tertawa dan berkata, "Hahaha hubungan kakak beradik yang sangat harmonis" Setelah berkata seperti itu, Tang Lian kemudian menampakkan dirinya yang sedang memegang Fei Fei dikanannya dan Yan Feng dikirinya.


"Janda cantik, tunggulah sebentar disini, aku akan mengurus mereka berdua untukmu..." Tang Lian berkata seraya membelai bibir Fei Fei yang membiru karena racun dengan lembut.


Perlakuan Tang Lian membuat Fei Fei semakin tidak karuan.


"Ja-janda cantik?." Fei Fei berkata dengan bingung dan wajah yang memerah karena malu seraya memegang bibirnya yang dibelai oleh Tang Lian sebelumnya.


***BERSAMBUNG


Kasih Like Dan Votenya Dong Kak, Bang, Om, Tante, Atau Apalah Itu😣😣😣***