PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 174 "Tehnik Pedang Angin!"


Seratus empat puluh lima ribu orang itu berteriak keras dan semangat yang membara, mereka terus meneriakkan hal yang sama berulang-ulang. Tetua kedelapan yaitu Zhao Chun, tersenyum sangat puas karena meskipun sudah ratusan ribu tahun lamanya mereka tidak berperang, para pasukan itu tidak memperlihatkan jejak ketakutan sama sekali diwajahnya, namun justru sebaliknya.


"Baiklah! Buka formasi pelindung istana!!.. Perintah Zhao Chun.


Selang dua detik setelah Zhao Chun memberikan perintah, formasi pelindung yang berbentuk setengah lingkaran yang menutupi seluruh istana itu dan awalnya transparan, kini berubah menjadi merah seperti darah dan perlahan terbuka dari atas.


"Pasukan berangkat!!.." Perintah Zhao Chun lagi.


"Brak... Brak... Brak...!!."


Seratus empat puluh lima ribu orang kini mulai melangkahkan kakinya serentak. Barisan demi barisan pasukan itu kemudian melewati gerbang, dan ketika setiap orang melewati gerbang, maka pakaian mereka yang awalnya bermacam-macam warna dan bentuk, kini berubah sama menjadi armor perang berwarna merah bercampur hitam. Para pasukan yang awalnya hanya tangan kosong belaka, kini tiba-tiba memiliki berbagai senjata yang berbeda-beda.


Tidak lupa, bendera merah bertuliskan ISTANA PENGHAKIM berdiri menjulang tinggi dan berkibar lebar ketika angin bertiup.


Setelah semua pasukan keluar, formasi pelindung istana kembali muncul dan menutupi seluruh istana itu. Ketika formasi itu telah dipasang, maka tidak ada yang bisa masuk ataupun keluar dengan bebas. Sementara Zhao Luo harus tinggal di istana bersama anak-anak yang masih kecil dan para pelayan yang tidak bisa berlatih.


Lima ratus meter berjalan setelah pasukan itu keluar, Zhao Chun dan tujuh tetua lainnya menghentikan pergerakan mereka. Mereka semua sangat jelas merasakan jika saat ini mereka sedang diintai, dan yang lebih membuat semua pasukan itu kesal adalah orang yang mengintai mereka itu memiliki aura menjijikkan yang sangat pekat.


"Kalian para iblis, aku tau kalian sedang mengintai kami. Tunjukkan wajah kalian dan aku bisa membunuh kalian tanpa rasa sakit!!.."


Lima ratus orang berpakaian serba hitam yang sedang bersembunyi merasakan keterkejutan yang besar. Mereka pikir mereka sudah menyembunyikan aura dan nafas mereka sedalam mungkin, tetapi pasukan istana Penghakim itu masih dapat merasakannya. Lima ratus orang itu, ialah para prajurit Mao Rue sebelumnya yang terus mengintai istana itu. Mereka tidak tau jika pemimpin mereka yaitu Mao Rue telah mati.


"Masih belum keluar juga!? Baiklah, kalian yang memaksaku!!.." Teriak Zhao Chun, lalu mengayunkan pedangnya melingkar.


"Swoosh!!!.."


Angin tiba-tiba berhembus kencang, namun anehnya angin itu bahkan tidak menumbangkan satu pohon pun. Lima ratus orang yang sedang bersembunyi itu tiba-tiba tertawa dan menghina. Mereka pikir orang-orang istana Penghakim itu tidak sekuat yang terdengar.


Pada saat Lima ratus orang itu tengah tertawa, pasukan istana Penghakim juga hanya diam saja. Mereka seolah tidak peduli dengan tawa dari iblis hina itu. Salah satu dari lima ratus orang itu segera menyadari jika ada yang tidak beres. Ia menyipitkan matanya dan menatap Zhao Chun.


"Sriiing!!!.."


"Buruk!! Cepat menghindar!! Itu adalah tehnik pedang angin yang legendaris!!.." Teriaknya setelah sadar dari keterkejutannya dan langsung melompat tinggi keatas langit.


Ketika ia melompat, dahan pohon yang ia gunakan untuk bersembunyi tiba-tiba terpotong oleh bilah angin yang sangat tajam, pohon itu terpotong seolah-olah ia adalah tahu.


Teman-temannya yang lain, ketika mendengar peringatan itu sebelumnya, juga seketika melompat keatas dengan spontan. Namun sayangnya ada yang selamat dan ada yang mati dengan tubuh terpotong menjadi beberapa bagian. Pohon-pohon besar yang sebelumnya dijadikan tempat bersembunyi kini tiba-tiba tumbang tanpa sebab.


Tiga ratus orang selamat, menatap itu dengan tatapan ngeri. Tubuh mereka mengeluarkan keringat dingin dan tubuh mereka bergetar, ditambah lagi mereka melihat tubuh teman-temannya yang telah bergelimpangan tanpa utuh dimana-mana. Mereka yang awalnya tertawa meremehkan dan menghina, kini ketakutan setengah mati hingga kencing di celana.


Seperti namanya, tehnik pedang angin ialah sebuah tehnik pedang yang menggunakan angin sebagai pedangnya. Angin tidak terlihat namun bisa dirasakan, dan tehnik itu dihasilkan dari energi qi yang diubah menjadi angin lalu diasah hingga setipis mungkin. Dengan begitu pedang tajam yang tidak terlihat tercipta, ia bahkan bisa memotong sebuah besi dengan sangat mudah jika sudah mencapai tingkat tertentu.


Tiga ratus orang tersisa, karena terlalu takut mereka ingin melarikan diri, tapi apakah mereka pikir itu mudah? Hehehe... Ingatlah bahwa yang kalian hadapi saat ini adalah orang-orang dari istana Penghakim. Bahkan raja iblis saja berpikir sepuluh kali jika ingin menyerangnya.


Tetua ketujuh menyeringai kejam ketika ia melihat iblis yang tersisa itu ingin melarikan diri keberbagai arah, "Jangan kira kalian bisa lolos dengan mudah!... Domain es!!.."


Ketika tetua ketujuh menggumamkan tehnik itu, udara sekitar berubah menjadi sangat dingin, salju-salju putih kecil mulai berjatuhan, tanah juga mulai membeku, dan bahkan sampai jarak sepuluh kilometer jauhnya seketika tertutup oleh bongkahan es dan salju.


Tiga ratus orang sebelumnya juga seketika merasakan aura dingin menusuk ke tulang-tulang mereka. Langkah kaki mereka perlahan menjadi lambat dan berat, dan akhirnya mereka juga membeku menjadi bongkahan kristal es.


"Tetua ketujuh, mereka hanya beberapa tikus kecil, mengapa harus menggunakan tehnik itu.?." Tanya Zhao Chun yang heran.


Tetua ketujuh yaitu Bai Xien, menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tertawa cengengesan, "Hehehe... Ini adalah pertama kalinya aku kembali menggunakan kekuatanku setelah ratusan ribu tahun lamanya, dan aku kehilangan sedikit kontrol.." Jawabnya santai.


Mendengar itu Zhao Chun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecut. Tetua ketujuh bilang ia kehilangan sedikit sedikit kontrol, hei! apakah dia sedang bercanda!? Membekukan apapun dalan jangkauan sepuluh kilo meter dan ia bilang itu hanya sedikit kehilangan kontrol!?. Lalu bagaimana jika ia benar-benar kehilangan kontrol atas dirinya? Bisa-bisanya dia akan membekukan satu kekaisaran menjadi bongkahan es yang tidak berguna.


"Baiklah, sudah saatnya kita melanjutkan perjalanan, ingat? Seratus assassin kita sedang berperang seorang diri. Dan mereka tidak akan bisa bertahan lama, paling lama mereka akan bertahan selama dua minggu.."


Mendengar itu, Zhao Chun sekali lagi menggunakan tehnik pedang anginnya dan memotong semua iblis yang tersisa dan membeku sebelumnya.


Setelah itu barulah mereka melanjutkan perjalanan dengan tergesa-gesa.