Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Tehnik Belati Iblis


"Wakil pimpinan, kenapa anda akan melepasnya?" protes tetua yang Ye Chen kalahkan.


"Bodoh apa kau mau aku menjilat ludahku sendiri? salahkan dirimu yang kalah. Sudahlah lupakan masalah ini, kita pulang."


"Tapi tuan puteri...?"


"Puteri manja itu, hais... biar pemimpin yang memutuskan." Sesampainya di akademi kekaisaran, wakil pimpinan akademi melaporkan peristiwa ini.


Pimpinan akademi kekaisaran sendiri tertarik dengan bakat Ye Chen, Ia berencana mengundangnya masuk akademi.


Pihak akademi kekaisaran lalu mencari Lao Yifeng sebagai penanggung jawab rumah lelang, mustahil Ia tidak tau siapa yang masuk di kamar vip.


Ye Chen yang ditinggal kelompok akademi belum beranjak dari tempatnya.


Ia memandang jauh ke depan. "Sampai kapan kalian akan bersembunyi? keluarlah, kita selesaikan urusan kita." ucapnya lalu mengambil pedang tipis yang dimenangkan di acara lelang.


"Tehnik menekan aura, sangat menarik. Jika aku tak melihatmu, mungkin aku akan bertindak sembrono seperti orang-orang bodoh itu"


Dua wakil sekte Yin keluar. Niatnya sudah jelas, ingin merebut pedang.


"Tak usah banyak bicara, kalian akan maju berdua atau satu-satu."


"Sombong sekali! jangan samakan kami dengan mereka, kau akan menyesal," kata seorang mewakili temannya."


"Tidak sama? lalu menginginkan barang milik orang lain apakah tidak sama?" sindir Ye Chen. "Kalian yang mengaku sebagai orang baik-baik, sebagai kelompok kuat adalah orang yang paling serakah dan suka berbuat seenaknya saja."


"Kau...! berani sekali menghina kami?" akan kubunuh kau."


"Majulah, jangan pikir semua orang bisa kau tindas seenaknya."


Tanpa pikir panjang, anggota sekte Yin yang dari tadi hanya diam saja menyerang Ye Chen. "Kakak, biar aku yang merobek mulut orang ini."


Pedang kembali beradu namun kali ini suaranya lebih halus, hal ini karena Ye Chen menggunakan pedang tipis dan lebih banyak menghindar daripada menangkis.


Merasa lawannya tak berani mengadu pedang, anggota sekte Yin semakin mempercepat serangannya. Sayangnya Yang Ia hadapi adalah Ye Chen, pemuda jenius yang mempunyai banyak tehnik tersembunyi.


Pedang tipis di tangan Ye Chen bergerak sangat ringan seperti mempunyai mata, beberapa titik darah mulai terlihat di tubuh lawannya akibat terkena tusukan pedang.


"Adik, aku membantumu," teriak anggota sekte Yin yang dari tadi hanya menonton. "Gunakan tehnik sekte."


"Awaass...!"


Ye Chen memanfaatkan lawannya yang menoleh ke arah kakaknya, pedangnya melesat cepat menembus dada.


Lalu dengan santai Ia menginjak dada lawannya, mencabut pedang dan merobek mulutnya.


Wuss...


Angin dingin tiba-tiba saja berhembus, anggota sekte Yin yang masih hidup sangat marah.


Aura Langit tengah yang dingin terasa sangat kuat, sementara Ye Chen yang masih diam berdiri, hawa dingin ini masih belum cukup membuatnya melepas energi kultivasinya yang sama-sama di tingkat Langit menengah.


"Kali ini lawanmu lebih kuat, jangan mengecewakanku." gumamnya kepada pedangnya. Akan kutunjukkan arti kata dingin yang sebenarnya pikir Ye Chen.


Di samping, dimana Chu Xiong dan Cia Sun berdiri. "Paman Chu, apa saudara Chen akan baik-baik saja?" tanya Cia Sun yang agak khawatir.


"Aku yakin tuan muda akan baik-baik saja, dia tidak pernah berbuat sesuatu tanpa perhitungan."


Ye Chen mulai mengalirkan energi Qi dingin ke pedangnya secara perlahan sampai mencapai batas yang bisa pedang terima.


"Kau cukup hebat." gumamnya sambil tersenyum puas.


Percikan bunga es berhamburan ketika dua pedang yang diselimuti Qi dingin berbenturan. Kali ini Ye Chen tidak ragu menangkis pedang lawan.


Satu kesalahan anggota sekte Yin ini adalah Ia terlalu memandang rendah Ye Chen, sehingga tidak langsung mengeluarkan tehnik-tehnik andalannya.


Begitu menyadari kesalahannya, Ia sudah terlambat. Ujung pedang Ye Chen telah menggores lengannya, membawa rasa dingin yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya.


Dengan sigap Ia meloncat jauh ke belakang, mencoba memulihkan diri. Hanya sayangnya Ye Chen tidak mau melepasnya, dua bongkahan es berbentuk mata tombak melesat cepat ke kedua bahunya tanpa bisa Ia hindari.


Setelah serangan ini, Ye Chen melompat kebelakang.


Menyimpan pedang lalu mengangkat tangannya, memanggil pedang hitam. Menunggu dalam diam.


Apa yang Ye Chen lakukan ini terjawab ketika satu siluet wanita muncul di depan anggota sekte Yin. Dia adalah tetua sekte, tingkat Langit tinggi.


"Sekte Yin kami tidak akan melupakan ini." ucapnya lalu membawa dua anggota sekte pergi.


"Tuan muda, anda tidak apa-apa?"


"Aku baik-baik saja, sayang sekali aku tidak sempat merobek mulut yang satu lagi." Ye Chen berkata dengan muka sedih.


Chu Xiong dan Cia Sun saling pandang mendengar ini. Meski sudah tau cara bertarung Ye Chen yang tidak pernah memberi ampun lawan yang berniat membunuhnya tapi tetap saja kata-kata yang Ye Chen keluarkan barusan sangat kejam menurut mereka.


"Jangan melihatku begitu, ayo kita kembali. Jujur, dari tadi aku mengkhawatirkan keadaan Song Fei."


Di penginapan, Song Fei baik-baik saja, ia masih terus berkultivasi.


"Sepertinya aku terlalu khawatir." kata Ye Chen pada Chu Xiong Dan Cia Sun.


"Tuan muda, hari ini utusan rumah lelang datang lagi. Ia mengatakan pihak keamanan kota menyebar mata-mata untuk mencari pembunuh kelompok alkemis itu."


"Benarkah? lalu apalagi yang Ia katakan?"


"Katanya kita harus pergi dari sini secepatnya untuk menghindari hal buruk terjadi."


"Tidak bisa, nona Song tidak boleh diganggu sampai Ia berhasil menerobos," sahut Ye Chen. "Apakah pihak keamanan kota mencurigai kita?"


"Aki tidak yakin tuan, apalagi kelompok alkemis sepertinya tidak memberikan petunjuk apa-apa."


"Haha mereka tidak tidak akan mungkin bicara, reputasi dan harga diri mereka terlalu tinggi untuk mengatakan yang sebenarnya." kata Ye Che lalu meminta Chu Xiong mencari informasi menuju desa Ye.


...


"Baiklah, sekarang waktunya belajar tehnik Belati Iblis." gumam Ye Chen. Tehnik yang sebelumnya belum Ia pelajari karena belum mempunyai sebuah belati.


Ya Chen lalu duduk di dekat Song Fei berkultivasi dan masuk ke dimensi cincin.


Setelah di dalam, Ia akhirnya menyadari benda yang bergetar saat belati hitam pertama kali muncul adalah bola kecil yang Ia temukan di pemukiman pemburu.


Tapi kenapa benda itu bergetar masih menjadi misteri baginya.


Tehnik Belati Iblis adalah tehnik yang menggunakan kekuatan jiwa untuk mengontrol belati, nantinya belati ini bisa terbang kemana saja tanpa menyentuhnya.


Hanya tehnik bertarung jarak dekat saja yang Ye Chen latih karena entah kenapa sampai seharian, Ia belum juga bisa menggunakan kekuatan jiwa.


"Lalu apa gunanya kalau tidak bisa terbang." gerutu Ye Chen sambil memegang belatinya.


Secara tak sengaja Ia melihat ada lubang kecil di gagang belati. "Mungkinkah...?"


Dengan penuh semangat, Ye Chen mengambil bola kecil tapi kembali diam ketika menyadari lubang di gagang belati terlalu kecil.