
"Jadi ini rumah kediaman Yue?"
Ye Chen menghela nafas, rumah ini sangat besar dan kuat, meskipun tidak sangat mewah tapi terlihat terlihat sangat mendominasi. Aura kuno dari Phoenix Agung begitu kental, Ye Chen dapat merasakannya karena Ia pernah berinteraksi dengan leluhur Phoenix Agung, yang bahkan inti kehidupan nya masih berada di dalam tubuhnya.
Alih-alih disebut rumah, tempat ini malah bisa disebut kerajaan kecil dengan segala apa yang ada di dalamnya.
Karena Tianmeng mendengar bahwa Ye Chen adalah tuan penyelamat para tawanan, ditambah cerita Yunma tentang hubungan nya dengan Yue dan berita lainnya maka Tianmeng menyambut Ye Chen di aula pertemuan.
Dia percaya dengan Ye Chen, lagipula barusan Yue juga memanggil Ye Chen dengan sangat akrab.
Tianmeng duduk di kepala meja sedangkan Yue ada di sebelah kiri dan Yuo di sebelah kanan.
Penatua dan pemimpin lain mengisi kursi di kanan kiri meja panjang dan besar.
"Yue ini tidak biasa, aku tak pernah mengira status anak ini." Ye Chen mendesah namun tidak merasa kecil.
"Tuan Ye, aku menyambut dan berterima kasih kepada anda secara pribadi."
Kata Tianmeng ramah. Ye Chen hanya mengangguk ringan tanpa mengatakan apa-apa. Berpikir kalau Ia sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir dengan Yue, orang-orang ini kuat, tak ada yang perlu di khawatirkan.
Setelah perkenalan singkat, Tianmeng berkata. "Tuan Ye, seandainya berita yang Anda bawa benar, maka saat ini seluruh alam pasti berada dalam bahaya. Aku akan meneruskan berita ini kepada yang lain kalau berita ini bisa dipertanggungjawabkan."
Tianmeng bukan tidak percaya, tapi berita rencana penyerbuan dari alam Iblis bukan hal bisa ditebak dan disebar begitu saja.
"Aku juga tidak bisa apa-apa kalau begitu, semua hal telah aku sampaikan, terlepasa benar atau tidaknya, aku juga tidak bisa memastikannya." sahut Ye Chen..
"Aku tidak setuju, persiapan pasukan butuh sumber daya yang banyak. Lalu, bagaimana kalau ini hanya berita saja? sumber daya itu pasti terbuang percuma."
Kata penatua lain, diikuti oleh penatua yang lain lagi. Mereka juga ikut bersuara tidak setuju.
"Penatua Mao," dia ini adalah penatua tertinggi yang bertugas menjaga seluruh alam. "Bagaimana menurutmu?"
"Tuan penguasa, aku tak bisa setuju atau tidak setuju. Pasukan memang perlu ditingkatkan dan aku setuju, terlepas dari adanya gangguan atau tidak tapi, sumber daya yang dibutuhkan pasti tidak sedikit."
Penatua mengemukakan pendapatnya. Rapat ini dengan cepat membentuk tiga suara. Yang pertama berpikir harus bersiap, yang kedua mengatakan cukup dengan yang ada sekarang dan yang terakhir adalah netral.
Semua pendapat ini benar, tidak ada yang salah. Tianmeng juga tidak bisa membuat keputusan begitu saja.
Mau tidak percaya tapi informasi itu ditemukan di kapal Ushop, tapi mau percaya juga sulit, bisa jadi itu keinginan Ushop saja atau ambisi pribadinya saja.
"Tuan Ye, anda yang membawa berita ini, apakah anda punya hal yang ingin diucapkan?"
"Aku?" Ye Chen tidak menyangka Tianmeng akan bertanya padanya, dia orang luar dan hanya pembawa berita. Tianmeng memberinya muka. "Baik, karena anda bertanya, aku akan mengatakan sebaiknya ini diselidiki terlebih dahulu. Aku juga minta maaf jika berita ini membuat tidak nyaman."
Karena Tianmeng memberinya muka maka Ye Chen pun bersikap sopan.
Penatua yang menolak dan tidak setuju mencibir, "Dan kalau ternyata tidak benar, tetap saja membuang-buang percuma sumber saya."