
"Patriark, anda larilah, aku akan menghadang mereka untukmu."
"Mana bisa begitu."
"Patriark, cepatlah!"
Tetua yang lari bersama patriark berulang kali membujuk patriark untuk pergi namun patriark menolak dengan tegas.
"Bahkan jika kamu lari, kami akan total menemukanmu!"
Suara menggelegar dari langit diiringi retakan ruang di atas langit, tepat di atas patriark dan tetuanya.
"Terlambat." gumam tetua itu.
Saat dia mengatakan itu, dari retakan di atas langit muncul Usopp bersama Bai Hai serta beberapa kepala keluarga lain yang bersekutu dengan Bai Hai.
Di belakang mereka masih ada makhluk terkutuk yang mengikuti.
"Bai Hai! berani sekali kamu sampai kesini."
"Haha patriark, sekte mu sudah aku ratakan dengan tanah, lalu kamu mengatakan aku tidak berani mengejarmu? apa kamu pikir aku takut padamu?"
"Cepat serahkan batu inti jiwa padaku. Aku berjanji akan memberikan kematian cepat padamu."
Kata Bai Hai, dia berdiri dengan sangat arogan di depan patriark.
Patriark sendiri tiba-tiba sadar maksud dari permintaan Bai Hai. Tentu saja dia tau apa kegunaan dari batu inti jiwa yang dimiliki oleh lima sekte.
Ternyata selama ini itulah tujuan sebenarnya keluarga Bai melakukan serangan terencana pada lima sekte. Lalu, patriark menatap lekat-lekat ke arah Usopp, matanya menunjukkan kemarahan saat itu juga.
"Bai Hai, jujur saja aku juga tidak tau siapa yang mengambil batu inti jiwa itu tapi asal kamu tau, aku sekarang sangat bersyukur benda itu telah dicuri orang lain."
"Kamu benar-benar telah melangkah terlalu jauh, bahkan kau menjadikan ras Iblis sebagai sekutumu?"
Kolam jiwa yang menyimpan batu inti jiwa yang berelemen adalah harta terbesar dari lima sekte, kalau tujuan sebenarnya keluarga Bai yang bersekutu dengan ras Iblis di depannya ini adalah benda itu maka bisa dipastikan itu bukan hal yang remeh.
Tiba-tiba patriark merasa menyesal telah memulai pertengkaran dengan patriark Su dari sekte Api Abadi. Kalau saja waktu itu dia bisa berpikir sedikit lebih tenang, mungkin masalah yang mungkin akan muncul nanti bisa diatasi.
Memberitahu patriark sekte lainnya juga sudah terlambat.
Dengan penuh tekad, dia mengambil keputusan untuk berjuang sampai akhir untuk membunuh Bai Hai, meskipun harus mengorbankan nyawanya sendiri.
"Tetua, kau sudah mendengar semuanya. Dengarkan aku, kau harus bisa selamat dari sini, bagaimana pun caranya. Sampaikan permintaan maaf ku pada kawan lamaku patriark Su."
"Tapi patriark... "
"Jangan membantahku lagi. Katakan pada sekte lainnya mengenai hal ini."
Selepas ucapan terakhirnya, patriark langsung membakar seluruh darahnya tanpa ragu.
Tingkatan kultivasi pemimpin lima sekte adalah tingkat Surgawi tahap puncak. Dengan pemahaman tentang unsur elemen awal, kekuatan patriark ini sungguh tidak bisa diremehkan. Apalagi saat ini, saat patriark membakar darahnya sendiri menjadi Qi, kekuatan nya meningkat berkali-kali lipat.
"Tuan, bagaimana ini?"
Bai Hai yang sudah keringat dingin bertanya dengan gugup. Baru sambaran angin dari Qi patriark saja sudah membuatnya merinding, ini bukan sesuatu yang bisa dia hadapi.
Usopp hanya tersenyum saat mendengar pertanyaan Bai Hai, biarpun dia hanya dalam bentuk pecahan jiwa tapi kali ini dia menggunakan lebih dari setengah kemampuannya.
Mungkin agak sedikit repot menghadapi patriark yang membakar darahnya tapi dengan bantuan Bai Hai dan yang lain, itu bukan menjadi masalah.
Masih dengan senyum licik nya, dia berkata. "Patriark, apa kamu tau siapa aku? hehe biar kuberitahu, aku pangeran Usopp, putra pemimpin agung."
Degg...
Patriark yang sudah siap menyerang itu terdiam, dia yang belum selesai membakar seluruh darahnya terhenyak dan proses itu akhirnya terganggu.
Siapa pemimpin agung? hampir semua tetua di seluruh alam tau siapa dia.
Pemimpin agung adalah pemimpin tertinggi ras Iblis yang sangat jahat. Sebutan Pemimpin Agung sendiri merupakan momok bagi generasi tua, mungkin Pemimpin Agung yang lama sudah menjadi abu tapi tidak menutup kemungkinan akan ada sangat pewaris yang meneruskan nama ini.