
"Kalau begitu, aku akan pergi. Semua yang aku tau sudah aku katakan. Mau percaya atau tidak itu bukan urusanku."
Ye Chen bersikap tegas, kalau bukan Yue, dia juga tidak mau repot-repot mau datang. Jangankan datang, memberi kabar ini saja Ye Chen pasti tidak mau.
Tapi perbuatan baik memang kadang tidak selalu baik di mata orang lain. Contohnya beberapa penatua yang hadir, jelas-jelas berita itu datang dari kapal Ushop dan tawanan dari orang-orang mereka juga ada dj sana.
Baiyun adalah salah satu penatua yang dengan tegas menolak dan tidak percaya berita ini.
Dia adalah penatua dalam, posisinya sangat dihormati di alam Phoenix.
"Tunggu dulu, apa kau punya motif lain?" kata Baiyun.
"Menurutmu?"
Ye Chen membalas pertanyaan Baiyun dengan pertanyaan lain dan berhasil membuat nya terdiam, tak berpikir Ye Chen akan berkata seperti itu.
"Baiklah, karena aku tidak ada kepentingan lain lagi maka akau harus pergi."
"Tuan Ye, tunggu dulu. Paling tidak tinggallah untuk sementara."
Tianmeng membuka jalan, dia sembilan puluh persen percaya dengan Ye Chen. ini semua karena Yue. Kalau memang Ye Chen tidak baik dan tulus, pasti Yue tidak akan menyapanya terlebih dahulu.
Tapi sebelum Ye Chen menjawabnya, Yue telah berlari dan mengajaknya pergi.
"Kakak Chen, ayo temani aku jalan-jalan. Aku lapar hehe."
"Adik Yue, ternyata kamu seorang putri. Biar aku tebak, Ibumu juga tidak sakit kan?"
Di Akademi dulu, Yue pernah membuat alasan mencari herbal tertentu untuk merawat ibunya yang sakit.
"Tapi aku tidak sepenuhnya berbohong, Ibu memang sakit, hanya saja hanya saja tidak di sini, dia di atas."
Kata Yue sambil menunjukkan ke atas. "Dan sebentar lagi aku juga akan kesana. Kakak Chen? nanti ikut ya, Ibu juga sudah tau, aku menceritakan semuanya tentang kita." ucap Yue lagi, tapi kali ini sambil tertunduk malu.
Tak lama kemudian, mereka masuk ke sebuah rumah makan.
"Lihat, bukankah itu nona Yue?"
Sekelompok pria menunjuk arah tempat Yue dan Ye Chen duduk dan memberi tahu kepada orang pria lain yang berjalan paling depan.
"Tapi siapa pria yang bersama dengannya? mereka tampak sangat akrab."
"Cepat, cepat panggil tuan muda."
Lalu salah satu dari mereka berlari ke depan, menghampiri seorang pemuda dan membisikkan sesuatu padanya.
Di rumah makan, Ye Chen dan Yue yang tampak asik menikmati hidangan nya sambil tertawa itu dikagetkan dengan kedatangan seorang pemuda yang diikuti empat pemuda lain.
"Adik Yue, siapa dia?"
"Baishen? untuk apa kamu di sini?" Yue tampak tenang sementara Ye Chen hanya melirik sebentar sebelum makan lagi.
"Adik Yue, jangan lupa, kamu adalah tunanganku?" ucap pemuda itu lagi.
"Jangan bicara sembarangan! siapa juga yang jadi tunanganmu?" Yue meraung, air mukanya berubah menjadi jelek.
"Karena kamu sudah pulang, maka kompetisi akan dilanjutkan kembali."
"Cih, kakak Chen, kita pulang. Nafsu makanku sudah hilang."
"Oke." sahut Ye Chen pelan. Dari awal sampai akhir dia tidak pernah melihat pemuda itu dan tidak juga terlalu memperhatikan obrolan mereka.
"Tunggu saja, kamu akan menjadi milikku."
Baishen mengepalkan tangannya, ada kilatan aneh di matanya.