
Chu Xiong dan Song keluar dari latihan tertutupnya, masing-masing dari mereka sudah menerobos. Chu Xiong di tingkat Bumi Puncak dan Sing Fei di tingkat Bumi tinggi, sama seperti Lu Jia Li.
Ye Chen sangat puas melihat mereka berdua, ditambah tehnik pedang dan tapak jiwa yang juga telah dikuasai membuat dua orang ini menjadi kultivator yang sangat kuat.
"Bersiaplah, beberapa hari yang lalu aku melihat satu kelompok anggota sekte yang menyelidik sampai kesini."
"Song Fei dan Chu Xiong mengangguk, "Apa rencana anda tuan?" tanya Song Fei.
"Aku akan membuka sedikit aray pelindung. Begitu mereka semua masuk, serang mereka jangan beri ampun."
Ye Chen telah mengambil keputusannya, Ia akan menghancurkan sekte kegelapan dan menguak misteri di dalam sekte itu sendiri.
Tapi bukan menyerang langsung karena tetap saja mustahil mengalahkan mereka semua.
Di kota Kenanga, seperti yang dikatakan Lu Ping, panglima Cia sendiri yang langsung datang dibantu dua orang kepercayaannya.
Sama seperti Lu Ping, panglima Cia saat ini juga telah menerobos ke tahap puncak.
"Ayah, kita akan berangkat?"
"Besok, lebih cepat lebih baik. Pergilah, persiapkan dirimu."
Panglima Cia berkunjung ke kediaman pemimpin kota, di sana telah hadir juga Lu Ping.
"Saudara Lu maaf aku hanya bisa membawa dua orang bersamaku, yang lain akan menyusul dan pasukan berjumlah lima ratus orang tingkat Bumi tahap tinggi juga telah berangkat."
"Saudara Lu Zengguan, bagaimana persiapannya."
"Semua sudah siap panglima, seratus orang pasukan kota telah Berangkat dan berjaga di perbatasan kota."
"Bagus, sisanya akan ikut denganku, suruh mereka bersiap." Lu Zengguan segera pergi menyiapkan orang-orangnya.
"Panglima," ucap Lu Ping. "Sebenarnya ada apa, kenapa anda seperti mengkhawatirkan sesuatu?"
"Saudara Lu, aku menduga desa Bunga adalah markas pusat dari sekte kegelapan. Beberapa kelompok mereka telah berhasil dihancurkan dan itu tersebar di seluruh wilayah kekaisaran."
"Sebenarnya apa tujuan sekte itu? apa anda tau?"
Panglima Cia mengerutkan keningnya, "aku masih menduganya, beberapa anggota mereka yang tertangkap sangat sulit dimintai keterangan. Tapi pernah ada yang menyebut pangeran kegelapan."
Mereka terdiam, larut dalam pikiran masing-masing setelah akhirnya panglima pamit undur diri menyiapkan segala keperluan besok.
...
"Ketua, anda yakin akan ke sana? apa tidak sebaiknya kita memanggil yang lain?"
"Hah takut apa, ayo masuk! panggil yang lain."
Sekelompok anggota sekte kegelapan yang beberapa hari yang yang lalu Ye Chen lihat kini berada di depan taman belakang desa.
Beberapa dari mereka agak ragu karena tempat ini seolah muncul begitu saja.
Ye Chen yang bersembunyi bersiap mengaktifkan aray kembali jika mereka sudah masuk lebih jauh.
"Sekarang saatnya." gumam Ye Chen dan aray pelindungpun aktif, mengurung sepuluh orang anggota sekte kegelapan.
"Chu Xiong, Song Fei, pilih lawanmu, paling tidak dua dari mereka. Jangan ragu, keluarkan semuanya atau kalian yang akan mati."
Berbeda dengan Chu Xiong yang sudah melalui banyak pertarungan, Song Fei bisa dibilang hampir tidak pernah mengalami pertarungan hidup mati melawan kultivator, apalagi sekarang Ia harus menghadapi lima kultivator yang setingkat dengannya.
Chu Xiong mengambil tombak andalannya, hadiah yang Ia peroleh dari paviliun Teratai.
Tehnik yang Ia gunakan adalah tehnik tarian tombak angin yang Ye Chen gubah dari tarian pedang miliknya.
"Langkah angin kedua."
Gumam Chu Xiong mengejar lima lawannya, satu di tingkat Bumi tinggi dan empat di tingkat Bumi Tengah.
"Sabar dulu, cukup keluarkan dua klon tombakmu saja." Ye Chen mengirim telepati ke Chu Xiong.
Dua klon tombak Chu Xiong terus menggempur musuh, sementara tombak asli di tangannya menahan setiap serangan musuh.
Trang... Trang
"Chu Xiong, ini pertempuranmu, antara kau membunuh atau kalah dan tewas. Jangan terlalu fokus ke titik vital lawan. Ayo semangat... setelah ini aku akan mentraktirmu ayam hutan panggang haha."
Ye Chen terus memberi arahan sekaligus semangat pada Chu Xiong yang sedikit kesal mendengarnya.
"Apa-apaan, siapa juga mau memakan ayam panggang buatanmu yang rasanya tidak jelas." batin Chu Xiong.
"mundurlah ke tempat perlindungan kalau sudah tidak kuat, aku pergi melihat nona Song."
Di sisi lain, Song Fei tampak kewalahan, melawan lima orang sekaligus yang memiliki kultivasi yang sama bukanlah pekerjaan mudah.
Pakaiannya tampak sobek di beberapa tempat, membuat Song Fei bertarung sambil sesekali mengernyit menahan perih.
"Nona cantik, dari pada bertarung di sini, lebih baik kita bertarung ditempat lain."
"Betul, aku rela menjadi yang keberapa saja."
"Hahaha...."
Berbagai ucapan tidak senonoh dilontarkan anggota sekte.
Ini membuat Song Fei semakin marah, tapi sayang lagi-lagi Ia mendapat luka baru akibat tidak bisa mengontrol emosinya.
"Gawat," gumam Ye Chen melihat pertarungan Song Fei. "Kau akan tewas kalau tidak bisa mengontrol amarahmu." ucapnya dengan telepati.
Menyadari kesalahannya, Song Fei seketika melompat mundur dan mengatur nafas lalu menyerang kembali.
"Langkah angin kedua."
Song Fei mulai lagi setelah menangkan pikirannya, semua kemampuannya Ia kerahkan tanpa mengenal takut.
Hanya sayang, minimnya pengalaman bertarung membuat Song Fei terpaksa mundur, Ia melompat jauh ke belakang dan masuk ke dalam formasi yang memang sudah Ye Chen siapkan.
"Tenanglah atur nafasmu dengan pelan," ucap Ye Chen melihat keadaan Song Fei yang penuh luka dengan nafas memburu. "Serahkan mereka padaku."
Ye Chen mengambil pedang hitamnya, "Sudah cukup kalian bermain, sekarang kembalilah ke penciptamu." kata Ye Chen di depan lima anggota sekte.
"Hahaha satu lagi anak kemarin sore yang berani sombong."
Hanya sepeminuman teh lima orang ini tersungkur ke tanah, mereka sama sekali bukan lawan Ye Chen.
"Tunggu saja, akan kubunuh dan kuminum darahmu." kata seorang anggota sekte yang masih hidup. Ia lalu mengambil sebotol cairan hitam pekat dan meminumnya, diikuti satu temannya yang juga belum tewas.
Asap hitam menyelubungi dua anggota sekte ini, perlahan tubuh mereka terangkat dan berdiri dengan sempurna.
Tak ada bekas luka, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah kultivasi mereka naik setahap menjadi tingkat Bumi tahap puncak.
Melihat perubahan ini, Ye Chen terdiam sesaat. Ia pernah mendengar ada kultivator yang bisa menaikkan kultivasi secara instan namun tak menyangka bisa melihat ini di depannya.
Meskipun masih bukan tandingannya tapi tetap saja Ye Chen harus berhati-hati.
"Tehnik Tarian Pedang."
Ye Chen menyerang, lima klon pedang hitam tercipta mencari sasaran.
"Haha pedang bututmu takkan bisa melukai kami." ucap anggota sekte yang beberapa kali terkena pedang tapi tidak terluka.
"Sial, tubuhnya sangat keras." keluh Ye Chen yang melihat serangannya tak ada yang berhasil melukai lawannya.
Di tengah pertempuran, Ye Chen melihat tiga anggota sekte yang tidak bangun lagi seperti dua rekannya. "Mungkinkah...?" batinnya lalu melesat cepat mengejar anggota sekte yang berbicara tadi.
Dengan satu serangan cepat, Ye Chen menebas leher anggota sekte dan melompat mundur, melihat efek serangannya.
"Seperti dugaanku."
"Kurang ajar! kubunuh kau." kata anggota sekte yang tersisa lalu menyerang Ye Chen yang hanya tersenyum menyambut serangannya.
"Nona Song, bagaimana keadaanmu?" tanya Ye Chen setelah memenggal leher anggota sekte yang tersisa.
"Aku baik-baik saja." jawab Song Fei lirih. "pulihkan dirimu, aku ke tempat Chu Xiong."