Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Warisan Leluhur Dewa Obat


"Kakek tua, jangan melawan." ucap Ye Chen yang hendak menyegel Jing. Jing juga cukup patuh untuk tidak melakukan apa-apa. Dia tahu Ye Chen akan menyegel nya agar tidak berani macam-macam tapi bagaimana Ye Chen bisa menyegel nya? sedangkan dia sendiri yang mengajarkannya dan Ye Chen hanya berlatih setengah bulan saja.


Tanpa mengetahui apa yang Jing pikirkan, Ye Chen pun membuat segel. Cukup rumit tapi Ye Chen cukup yakin bisa melakukannya.


Wuss...


Angin lembut bertiup, menerpa tubuh Jing saat Ye Chen melepas segelnya. Tak ada apapun yang terjadi dan Jing tersenyum dalam hati karena sudah menduga sebelumnya. Tapi senyumnya lenyap saat segel yang berada dalam tubuhnya, yang semula berupa segel pengikat biasa tiba-tiba berubah menjadi segel pengikat jiwa.


Dengan begitu Jing seumur hidup tidak akan pernah bisa mengkhianati Ye Chen, dalam keadaan apapun. Ye Chen juga sangat mudah untuk membunuhnya.


"Berhasil!"


Ye Chen berseru senang, dia tidak menyangka percobaan pertamanya berhasil. Namun ini bukanlah kebetulan semata, dalam latihannya mempelajari Segel Pemurni Iblis, Ye Chen berulang kali melakukan simulasi.


Dahulu, sewaktu pertama kali bertemu Bao Jing, Ye Chen sadar kalau Bao Jing pun disegel.


Waktu itu ada tanda segel di lidahnya sehingga membuatnya tidak bisa membocorkan banyak informasi, guru Baji juga menguraikan sedikit tentang segel ini sehingga Ye Chen bisa dibilang cukup akrab tentang segel.


Ada hal lain yang membuat Ye Chen bisa dengan mudah menguasai segel ini, namun Ye Chen tidak begitu yakin.


"Ba-bagaimana anda melakukannya?" Jing sangat kaget, ini tidak mungkin. Tadi, dia merasakan jiwanya seolah lenyap sepersekian detik. Ini adalah tanda bahwa jiwanya telah tersegel.


"Hehe bukankah kamu sendiri yang mengatakan aku memiliki garis darah murni?" Ye Chen asal bicara, bahkan dia sendiri tidak tahu apa yang dia katakan.


"Anda benar tuan, pasti karena itu," sahut Jing sangat yakin. "Itu... bisakah aku memeriksa tubuh anda? maafkan aku."


"Um... baiklah." Ye Chen juga merasa penasaran, lagipula tidak mungkin Jing bisa mencelakainya.


Jing menyentuh pergelangan tangan Ye Chen dan mulai mengedarkan indranya, memeriksa tulang Ye Chen. Namun dia tidak menemukan apa-apa di sana. 'Mungkinkah aku yang salah?' ucapnya dalam hati.


Karena penasaran, Jing mulai merambah ke lautan jiwa Ye Chen. 'Tubuh Surgawi?' batinnya lagi. Tubuh ini sangat langka, biasanya pemilik tubuh ini sangat cepat belajar dan daya tahannya juga kuat tapi ini bukanlah garis darah murni seperti yang Ia duga sebelumnya.


Tepat ketika Jing ingin berhenti dan hendak menarik indranya, sebuah titik kecil berwarna merah tiba-tiba muncul.


Wajahnya pucat dan jiwanya hampir saja musnah saat inderanya ingin menyapu benda ini.


"Tuan... "


Jing buru-buru menarik indranya. 'Hampir saja, tapi apa itu? apakah itu darah murni?' bahkan Jing yang hidup selama ribuan tahun pun tidak sanggup berdiri di hadapan titik kecil yang melayang itu. Ada keagungan yang mengerikan terpancar dari sana.


Membuang rasa penasarannya, Jing pun mendesah pelan, menghembuskan nafas keruh. Semua ini tak lepas dari pengamatan Ye Chen.


"Kakek tua, sepertinya kamu menemukan sesuatu."


"Tuan, aku juga tidak tahu dan tidak bisa menjelaskannya." ucap Jing yang tentu saja tidak akan berbicara. Menurutnya, Ye Chen hanya ingin mengujinya saja, lagipula ada hal yang memang tidak bisa diceritakan, cukup dipahami saja.


Di sisi lain, Ye Chen memang tidak tahu apa-apa.


Pil Darah yang saat itu memberikan pemahaman Teknik Petir Merah dan Teknik Pembekuan Jiwa pada Ye Chen sebenarnya menyimpan satu lagi yang paling berharga, yaitu darah murni yang melayang di dalam lautan jiwa Ye Chen. Tempatnya sangat dalam sehingga Ye Chen pun tidak menyadarinya.


...


Satu bulan lebih Ye Chen berada di dalam inti Hutan Mati. Kini hutan mati sudah hilang karena semua esensi auranya, yang pada awalnya akan digunakan Jing memulihkan kekuatannya sendiri malah diserap habis oleh Ye Chen.


Kultivasi Ye Chen saat ini ada di puncak tahap awal alam Dewa Kaisar, hanya tinggal selangkah lagi untuk memasuki tahap menengah.


Di luar Hutan Mati saat ini tidak ada siapa-siapa lagi, semua orang sudah pergi karena memang tidak ada apa-apa lagi yang bisa diambil. Hanya ada Hong Shin yang masih setia menunggu Ye Chen keluar.


"Senior! akhirnya kamu keluar." Hong Shin berseru ketika melihat Ye Chen berjalan keluar. "Kemana semua orang?"


"Beberapa hari yang lalu tersiar kabar ditemukannya warisan lain. Semuanya bergegas kesana."


Menurut kabar itu, warisan ini adalah warisan leluhur pengobatan yang kemungkinan besar adalah warisan yang diinginkan sekte Pengobatan Ilahi. Hong Shin tidak pergi karena menunggu Ye Chen.


"Ayo kesana!"


Tanpa membuang waktu, Ye Chen meminta Hong Shin memimpin jalan. Sudah beberapa hari berlalu, siapa yang tahu kalau warisan itu sudah diambil yang lain.


Di tengah perjalanan, Hong Shin yang merasa aura Ye Chen sedikit berbeda tidak tahan untuk bertanya namun hanya dijawab dengan senyuman saja oleh Ye Chen.


Waktu berlalu, kedua pria ini akhirnya tiba di sebuah bukit yang puncaknya datar. Di tengah bukit terdapat sebuah benda seperti tungku terbalik yang sesekali menyemburkan aura seperti bahan herbal yang di masak.


"Memang warisan leluhur pengobatan." gumam Ye Chen, matanya tak pernah lepas dari tungku terbalik di depannya.


"Senior, lihat di sana. Bukankah itu murid-murid sekte Pengobatan Ilahi?"


Memang benar, hampir semua murid sekte Pengobatan Ilahi berada di sana. Duduk berkelompok menghadap tungku terbalik. Ye Chen dan Hong Shin mendekat.


"Jadi begitu... "


Setelah mendekati tungku terbalik itu, barulah Ye Chen dan Hong Shin menyadari jika warisan pengobatan ini bukan diperoleh melalui jalan kekerasan melainkan dengan pemahaman.


Pantas saja semua orang duduk dengan khidmat di sana. Mereka mencoba menangkap aura yang sesekali keluar dari tungku terbalik untuk memahami warisan ini.


Jangan remehkan warisan pengobatan. Menurut catatan yang ditinggalkan, selain menjadi Dewa Obat abadi, leluhur ini juga sangat kuat, terutama teknik ketahanan tubuhnya serta ketahanan kondisi kejiwaannya.


Seorang alkemis harus memiliki kondisi kejiwaan yang kuat untuk bisa menyuling pil tingkat alam menengah ke atas.


"Tuan, aku pernah bertemu salah satu murid langsung Dewa Obat. Meskipun tidak bisa dibandingkan dengan Dewa Obat itu sendiri tapi kekuatan jiwanya memang sangat kuat. Kalau anda bisa memahami warisan ini, mungkin anda bisa membangun kultivasi jiwa tuan ke titik tertentu."


Jing mengingatkan Ye Chen. Ya, ini adalah salah satu warisan dari murid Dewa Obat.


Tanpa berpikir terlalu lama, Ye Chen pun diikuti Hong Shin. Tentu saja tidak berada dekat dengan murid-murid sekte Pengobatan Ilahi.