
"Aku dengar, kau mencoba masuk beberapa kelas akhir-akhir ini. Bagaimana hasil latihanmu?" tetua Lan bertanya pada Ye Chen.
"Aku hanya mencobanya saja, aku berhenti dan lebih baik fokus di dapur saja. Mana tau nanti bisa membuka rumah makan." jawab Ye Chen.
"Bukankah itu tidak masalah?" sambung Ye Chen lagi.
Memang tidak ada masalah, sepanjang yang Ye Chen tau, kelas memasak juga adalah salah satu kelas di akademi dan murid-murid di sana bebas menentukan masuk kelas yang mana, hanya saja ada kewajiban khusus bagi para murid untuk masuk satu kelas utama. Alkimia, Kultivasi dan Formasi.
"Kau ini, oh ya aku merekomendasikan mu masuk kelas Alkimia, kau kan pengurus gudang sumber daya jadi kelas itu sangat cocok untukmu." Tetua Lan.
"Satu lagi, jangan sembarangan mengambil sumber daya di gudang."
"Aku hanya mengambil yang menjadi hakku saja. Bukankah tetua yang mengatakannya? Kalau tidak ada lagi, aku akan ke kelas Alkimia sekarang."
Di kelas Alkimia, lagi-lagi Ye Chen mendapat perlakuan buruk, sama seperti di dua kelas sebelumnya dan pelakunya adalah senior yang juga merupakan murid dalam.
Senior ini dengan sengaja memberi resep pil pencahar dengan mengatakan bahwa itu adalah resep pil untuk menguatkan stamina. Tentu saja Ye Chen tak bisa dibodohi, jangankan resep pil pencahar yang merupakan pil terendah, resep pil tingkat Surgawi saja Ia hafal diluar kepala.
Pil-pil tingkat rendah tidak memerlukan kontrol api yang tinggi, asal bisa membakar tungku saja sudah cukup.
Ye Chen sengaja meracik pil menggunakan resep yang diberikan senior dan diam-diam menambahkan bahan kain di dalamnya dan membuat dua pil. Ketika pil itu sudah jadi, Ia dengan sengaja menelan satu pil dan membuat seolah-olah resep pil yang diberikan oleh senior itu bukan pil pencahar.
"Saudara Chen, apa kau baik-baik saja?" tanya murid yang berada di sebelahnya. Sebelumya murid ini juga bersimpati terhadap Ye Chen yang mendapat perlakuan semena-mena dari senior.
"Aku Baik-baik saja," kata Ye Chen lalu berpaling ke arah senior. "Senior, terima kasih, berkat resepmu, staminku meningkat, aku merasa sangat segar."
Senior itu tentu tidak percaya tapi karena melihat Ye Chen yang tidak sakit dan bahkan terlihat sangat bugar, Ia menjadi penasaran. Ia mengambil pil di tangan Ye Chen dan menelitinya.
Tapp... Hap
"Hueek, apa yang kau lakukan?" senior itu panik. Ye Chen dengan sengaja menangkap tangannya dan membuka paksa mulut senior dan memaksa pil itu masuk ke tenggorokannya.
"Aku hanya membantumu saja, bukankah kau ingin mencoba resepmu sendiri? benar kan teman-teman...?"
"Benar...!"
Ujar murid-murid itu hampir serempak.
Apa yang terjadi selanjutnya benar-benar membuat seluruh ruangan diam kecuali Ye Chen yang tetap tersenyum. Senior itu jatuh terduduk dengan muka pucat, darah terlihat keluar dari perutnya.
"Kini kau rasakan sendiri resep ciptaanmu itu. Kau tidak tahan? bagaimana kalau kurobek saja perutmu untuk mengeluarkan pil itu?" kata Ye Chen dingin.
Senior itu hanya diam saja, Ia tak pernah berpikir akan berakhir seperti itu.
"Saudara Chen, aku tau kau tau resep apa yang diberikan senior tadi. Yang aku tidak tau, bagaimana kau tidak terpengaruh setelah meminum pil yang sama?"
"Aku mencampurnya dengan bahan lain untuk menguatkan dosisnya sekaligus merubahnya menjadi pil perusak. Kenapa aku tidak terpengaruh? karena aku punya penawarnya." kata Ye Chen.
"Kalau mau, aku bisa mengajarkan cara membuatnya serta pil yang lain juga." lanjut Ye Chen lagi.
"Nah aku pergi dulu, kalau ada yang kurang, cari aku saja." kata Ye Chen tanpa ragu. Dan memang Ye Chen tidak pelit akan ilmu, Ia akan dengan senang hati membagi pengetahuan nya.
"Senior Chen, terima kasih. Hati-hati di jalan."
Sekali lagi, Ye Chen menjadi senior, kali ini senior di kelas Alkimia.
...
"Saudara Chen, atau aku harus memanggilku senior Chen?" kata Lin Yungtao saat mengunjungi Ye Chen di kamarnya.
"Jangan pura-pura tidak tau, orang lain boleh tidak mengenalmu tapi aku tau itu kau."
"Aku benar-benar tidak mengerti, kau ini bicara apa?" bantah Ye Chen, Ia memang tidak tau atau tepatnya tidak mau tau.
"Gara-gara ulahmu di tiga kelas berbeda, murid-murid dalam banyak yang menjadikanmu target." kata Lin Yungtao.
"Oh maksudmu yang itu... boleh saja, katakan pada mereka, besok aku akan keluar menjalankan misi," kata Ye Chen. "Aku akan ke desa Simao di sebelah timur." lanjutnya lagi.
"Desa Simao?"
"Kenapa kau terkejut begitu? memangnya ada yang salah? atau kau tau sesuatu?" tanya Ye Chen ketika melihat ekspresi Lin Yungtao.
"Memang yah, kau tidak pernah berubah. Mungkin semua murid sudah tau apa itu desa Simao, kabar terakhir yang aku dengar, tim penyidik akademi sudah berada di sana."
Kini Ye Chen lah yang terkejut, awalnya Ia hanya iseng saja mengambil misi mencari herbal di desa Simao, itu juga hanya misi yang telah lama Ia ambil namun belum sempat Ia lakukan.
"Katakan, apa ada sesuatu yang terjadi di sana?"
"Entahlah, aku sendiri tidak yakin tapi beberapa murid luar yang pergi ke sana ada yang tidak kembali. Kau ingat Ruoyi?" Ye Chen mengangguk. "Sudah satu minggu ini dia belum kembali." kata Lin Yungtao.
Desa Simao adalah sebuah desa yang cukup subur, Qi di sana sangat murni dan tempat tumbuhnya herbal langka. Akademi kerap memasukkan misi mencari herbal ke desa Simao.
Namun baru-baru ini sesuatu terjadi, banyak murid yang mengambil misi kesana tidak pernah kembali. Lalu misi mencari herbal diganti dengan misi mencari murid-murid yang tidak kembali ini dan hanya dikhususkan untuk murid dalam saja tapi sebagian dari meraka juga tidak kembali lalu diutuslah penyidik akademi kesana.
"menurut murid dalam yang kembali dari sana, mereka bertemu dan bertarung dengan monster yang disebut makhluk terkutuk." kata Lin Yungtao mengakhiri ceritanya.
"Makhluk terkutuk?"
Lin Yungtao menjelaskan siapa dan bagaimana makhluk terkutuk ini, namun Ye Chen sama sekali tak mendengarnya. Ia sibuk dengan pikirannya sendiri, mungkin ini ada hubungannya dengan raja Iblis atau pangeran seperti yang dulu dikatakan oleh raja Iblis Sumo.
"Aku tebak, pasti itu misi yang sudah lama kau ambil tapi tidak pernah kau lakukan." kata Lin Yungtao.
"Sejak aku bergabung di sini, aku mengambilnya. Tapi besok akan kulakukan."
"Percuma saudara Chen, misi itu sudah dibekukan."
"Gampang, aku tinggal melapor saja akan melanjutkan misi yang tertunda. Mereka tak akan memperhatikannya."