
Tadinya Ye Chen malas berurusan dengan sekte, itu juga sebabnya kenapa dia hanya ingin menjadi murid terluar dan alasan lainnya tentu karena tidak mau terikat dengan segala aturan sekte.
Namun, kenyataannya sangat sulit mencari informasi di alam ini tanpa koneksi apalagi statusnya yang hanya sebagai murid terluar. Hanya beberapa informasi kecil yang tidak berarti yang bisa di dapatnya, seperti alat tukar yang menggunakan kristal roh.
Kristal roh dibagi menjadi, kristal roh rendah, menengah dan tingkat tinggi. Lalu, ada empat sekte utama yang mengatur wilayahnya masing-masing.
Selanjutnya ada keluarga atau klan yang juga sangat berpengaruh. Keluarga Baiyun adalah ini adalah salah satu keluarga besar yang ada
Mulanya hanya leluhur keluarga Baiyun yang datang ke ke alam ini namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai membuat koloni kecil dan akhirnya membentuk sebuah keluarga besar yang disegani. Cukup banyak keluarga Baiyun yang menjadi murid sekte Api Abadi dan bahkan ada yang menjadi penatua.
Sedangkan untuk tingkat kultivasi, di alam ini sangat mudah menemukan kultivator tingkat Surgawi yang lalu lalang.
Khusus di sekte Api Abadi sendiri, tingkat Bumi sampai tingkat Langit menjadi murid terluar. Tingkat Surgawi menjadi murid luar dan tingkat Dewa Semu menjadi murid dalam.
Untuk murid inti, kultivasi nya berada di tingkat Dewa. Para tetua sekte di tingkat Dewa Raja. Ye Chen yakin patriark atau pemimpin sekte sama dengannya yakni Dewa Kaisar tapi entahlah karena dia sendiri belum bertemu dengannya dan tidak tau kekuatan sejatinya.
Karena ingin mencari informasi di sekte maka ketua Bong adalah orang yang paling tepat.
Di tempat lain, ketua Bong yang tidak pernah muncul lagi di sisi tanaman herbal dikagetkan dengan laporan salah satu anak buahnya.
"Seperti apa orang yang mencariku?" tanyanya dengan penuh selidik.
"Itu murid yang bertugas menghantar tanaman herbal ke Rumah Pil."
"Ye Chen?"
"Betul!"
"Dimana dia sekarang?" Kalau ada yang paling tidak ingin ditemui ketua Bong saat ini, itu adalah Ye Chen.
Dia masih belum bisa menghilangkan trauma saat Ye Chen membuatnya tidak bisa bernafas, bahkan sampai ke pori-piri kulitnya.
"Aku di sini!"
"Kamu..."
Belum habis ketua Bong berpikir, Ye Chen yang sudah tidak sabar tiba-tiba muncul di depannya sambil tersenyum. Senyum yang membuat punggungnya terasa dingin.
"Apa kabar ketua Bong? apakah kamu akan membiarkan aku tetap di pintu?"
"Ketua Bong, aku ada sedikit yang mau ditanyakan, tidak tau apakah kamu ada waktu."
Semakin sopan dan pelan Ye Chen berbicara, semakin berat tekanan yang ketua Bong rasakan.
Ketua Bong sudah tidak muda lagi, malahan bisa dibilang sudah berumur. Dulunya dia juga adalah salah satu murid sekte Api Abadi dan kultivasinya saat ini sudah di tingkat Dewa Semu.
Dia bisa saja menjadi salah satu penatua dalam tapi karena terus menolak dan enggan maka pemimpin sekte membiarkan nya mengelola segala urusan murid terluar.
Hampir semua tempat dan tetua sekte dikenalnya dan kalau mau membandingkan senioritas, bahkan senior He yang menjadi pemimpin murid terluar pun harus memanggilnya senior.
Ketua Bong bisa dibilang tidak takut dengan tetua sekte tapi saat berhadapan dengan Ye Chen, segala kebanggaannya seakan lenyap. Dia merasa ada selimut gelap yang menyelimuti Ye Chen yang tak sanggup Ia sibak.
"Haha senior Ye, jangan sungkan." Bahkan Ia memanggil Ye Chen dengan panggilan senior. "Hei! apa yang kau tunggu, cepat sajikan teh herbal hijau." Serunya pada anak buah yang tadi melapor.
"Baik, Ketua Bong."
Teh Herbal Hijau adalah teh kualitas terbaik, tidak semua orang bisa mencicipinya. tapi ketua Bong tanpa ragu menyuruh seseorang untuk menjamu Ye Chen. Ini menunjukkan betapa segannya dia.
Pria itu berjalan dengan cepat, dia sesekali melihat Ye Chen berusaha mencari apa yang istimewa pada dirinya tapi biar bagaimana pun Ia mencari, tetap tidak menemukan apa-apa. Yang dia lihat Ye Chen hanyalah salah satu murid terluar yang biasa-biasa saja, sama seperti yang lain.
"Senior Ye, silahkan apa yang bisa saya bantu."
Ye Chen terdiam sesaat lalu berkata, "Ketua Bong, aku ingin informasi tentang alam di sini."
"Itu saja?"
Tanya ketua Bong heran, ini sama sekali bukan pertanyaan. Bahkan jika Ye Chen bertanya pada orang-orang di jalan, dia akan segera mendapatkan jawaban pertanyaan ini.
"Seperti yang kau lihat, aku baru tiba di sini dan menjadi murid terluar. Aku ingin memahami keadaan di sini, itu saja."
"Atau apakah ada sebuah buku yang bisa menjadi referensi bagiku?"
"Senior Ye, kalau cuma ini saja, aku bisa menjelaskan semuanya dengan mata tertutup. Tapi kalau kamu ingin melihat sendiri melalui buku-buku itu, tempat yang paling tepat adalah perpustakaan sekte."
"Kalau begitu, bisakah kamu mengantarku ke sana?"
Masalah baru muncul, ternyata Ye Chen sama sekali tidak tau aturan sekte. Semua aturan sudah jelas terpampang di dinding di dalam gedung.