
"Tuan, kita sudah sampai."
Perahu terbang melayang di sekitaran desa Jiang di Selatan, "Sebaiknya kita turun di sini saja." lanjut Baojing lagi, Ye Chen hanya mengangguk.
Tanpa ragu, Baoijng dan Ye Chen masuk ke dalam dimensi sekte kegelapan, perahu terbang di simpan dalam dimensi cincin.
Baojing membawa Ye Chen ke sebuah lokasi tapi mengernyit, "lubang hitamnya menghilang, apakah ada yang memakainya?" Ye Chen yang berada di sampingnya, "Ada apa?"
"Tuan, di sinilah letak lubang hitam, portal yang menghubungkan dunia tuan, alam atas ini dan alam kita, tapi tampaknya ada yang sudah masuk dan mengacaukannya."
"Kita masuk saja kalau begitu." ucap Ye Chen tapi ditahan oleh Baojing dan berkata sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin tuan, portal itu tidak stabil, kita bisa berada terlempar atau terkurung selamanya di sana, kemungkinan terburuknya adalah kita akan mati karena tekanan ruang hampa."
Baojing melanjutkan lagi, "Sebenarnya bukan kapasitasku untuk menjelaskan tapi akan aku coba." Ia kemudian mengatur nafas dan bercerita dengan sangat hati-hati, ini membuat Ye Chen bingung, dari awal Baojing tak pernah mau membuka rahasianya dan sekarang berkata akan membukanya tapi yang Ia lihat, Baojing ini mengumpulkan tenaga dan berbicara sangat pelan dan tidak langsung ke tujuannya. Hanya berputar-putar dan sering mengulang kata yang tidak berguna.
Yang Ye Chen tangkap dari ceritanya adalah, cincin peninggalan ayahnya yang diberikan oleh A Kiu adalah kunci untuk portal. Portal akan berubah menjadi lubang hitam jika portal tidak stabil.
"Baojing...? kau tidak apa-apa?" Ye Chen bertanya setelah melihat Baojing seperti sangat menderita menahan sakit dan lebih heran lagi ketika melihatnya memuntahkan segumpal darah dan jatuh tersungkur. "Ambil ini." ucap Ye Chen memberikan pil tapi ditolak oleh Baojing.
Tak lama kemudian, kondisi Baojing berangsur-angsur membaik tapi masih terduduk lemah. "Maaf tuan." ucapnya.
"Jangan dipikirkan, kau istirahatlah. Aku akan memeriksamu." Baojing diam saja ketika diperiksa.
Pertama-tama Ye Chen meraba nadi, lalu menekan beberapa titik syaraf. "Ini aneh, dia tidak terluka, tapi kenapa sangat lemah?" batin Ye Chen sambil terus memeriksanya, "Coba buka mulutmu."
Permintaan ini membuat Baojing berusaha menjauh, tapi karena masih lemah, Ia hanya bisa mundur sedikit.
"Percuma," Ye Chen berkata lalu dalam sekejap menotok syaraf di rahangnya dan memaksa Baojing membuka mulutnya lebar. "Eh, mungkinkah...?" Ye Chen menotok lagi, lidah Baojing seketika menjulur keluar. "Ternyata begitu. Pantas saja..."
Di lidah Baojing terdapat sebuah tanda, ini seperti segel formasi tapi lebih kuat. Menurut perkiraan Ye Chen, segel yang berbentuk seperti sebuah kata berwarna hitam itu adalah segel jiwa, artinya itu berkaitan langsung dengan jiwa orang di segel.
"Kau tenang saja, aku pasti bisa menghancurkan segel itu." ucap Ye Chen menenangkan Baojing lalu membantunya menelan sebuah pil. "tenang saja pil itu tidak akan membunuhmu." lanjutnya. "Terima kasih tuan." Akhirnya Baojing kembali berkata dengan lancar dan kondisinya perlahan membaik seperti semula.
"Aku akan mengatakan sesuatu, dengarkan saja." lalu Ye Chen berkata, itu adalah segel jiwa yang mengikat Baoing untuk tidak berkata apapun tentang dirinya dan semua hal yang berkaitan dengan alam asalnya, kalau sampai melanggarnya maka jiwanya perlahan akan terbakar dan akhirnya tewas.
Mata Baojing berkaca-kaca mendengarnya, semua yang Ye Chen katakan benar dan yang membuatnya takjub adalah kata-kata Ye Chen yang menyatakan bisa menghilangkan segelnya. Bahkan gurunya saja tidak sanggup melakukan apa-apa.
"Tapi sebelum itu, kita makan dulu, sudah lama sekali aku tidak makan ayam liar yang dipanggang."
Baojing menggeleng, itulah tuannya, selalu saja lapar, seolah tidak pernah peduli, seolah hanya mementingkan dirinya sendiri tapi hatinya sungguh mulia, selalu saja berbuat kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya.
"Mungkin benar kata guru, telah lahir seorang penerus yang akan merubah segalanya." batinnya lalu kembali ke portal dimensi dan memasang kristal roh sebagai penguat di pintu masuk agar tak ada yang datang mengganggu.
Di luar dimensi.
Dua orang pria tua berdiri mematung, "Kenapa kita tidak bisa masuk? atau jangan-jangan pintunya disegel dari dalam?"
Tapi meskipun sudah menggabungkan kekuatan, portal masuk tetap tidak bergeming. Karena kesal dan marah dua batu hitam. "Kalau tidak bisa masuk, kalian yang di dalam juga tak akan pernah bisa keluar."
Blaarr...
Dua batu hitam hancur, pintu masuk telah hancur.
"Kita pulang."
Di dalam dimensi.
"Tuan...."
"Tenang saja, itu hanya pintu masuk, orang-orang bodoh itu tak tau apa-apa. Aku akan tidur sebentar, jangan menggangguku." kata Ye Chen sambil merebahkan tubuhnya dan tak lama kemudian terdengar suara pernafasan halus, tanda Ia sudah tidur.
Ye Chen tidak tidur, melalui kesadaran jiwanya, Ia masuk ke dimensi cincin. Mengambil semua sumber daya untuk membuat pil Suci, Ia harus naik ke tahap berikutnya.
Hari berikutnya, Ye Chen kembali memeriksa Baojing. Ia kembali menotoknya karena tak mungkin Baojing akan dengan sukarela memperlihatkan segelnya kalau tidak mau segel itu aktif. Ia mengamati bentuk segel, dan membuatnya sampai sama persis termasuk rune-rune tersembunyi di dalam segel.
Tiga hari lamanya, Ye Chen mempelajari segel jiwa ini. Hari ke-empat, Ia mengeluarkan seekor Serigala di dalam dimensi cincin dan mulai membuat segel di lidahnya, sugestinya adalah melarangnya menggereng.
"Baojing, kau harus mengembalikan semua makananku nanti." kata Ye Chen, betapa tidak, hampir semua hewan simpanannya habis untuk percobaan.
Jangan mengira membuat segel ini gampang, segel ini diaktifkan dengan kekuatan jiwa dan yang paling sulit adalah menghilangkan segel dan membersihkan sisa-sisa atau jejak yang mengikat di segel. Salah sedikit saja, tentu Baojing akan langsung tewas.
Hari kelima. Ye Chen memanggil Baojing. "Apa kau siap? atau kau tidak mau menghilangkan segelnya?"
"Aku siap tuan, resiko apapun akan aku ambil." jawab Baojing, Ia sangat yakin Ye Chen bisa menghilangkan segelnya.
"Kau lihat semua makananku yang hangus itu? setelah ini, kau harus menggantinya."
Baojing mengangguk, ada rasa sedikit menyesal. Tuannya telah berkorban banyak untuknya. "Tentu saja tuan, aku tak akan mengecewakan anda."
"Bagus! kita mulai."
Metode yang Ye Chen lakukan adalah menumpuk segel lama dengan segel baru, ini untuk melemahkannya. Setelah itu barulah Baojing duduk di atas sebuah lingkaran formasi untuk membersihkan sisanya.
"Katakan, apa kegunaan cincin ini."
Tanpa ragu, Baojing berkata, "Cincin itu adalah kunci untuk portal sekaligus penanda lokasi alam kita berasal."
Tubuh Baojing bergetar tapi tak ada yang terjadi, Ia hanya merasa sedikit pusing. "Tuan....
"Jangan senang dulu, sekarang langkah terakhir. cobalah untuk tetap tenang." ucap Ye Chen, wajahnya terlihat serius saat memejamkan mata. Ia akan masuk ke dalam dunia jiwa milik Baojing.