
Raja Iblis Sumo terkejut ketika Ye Chen bisa mengimbangi gerakannya, bahkan kecepatannya sendiri masih kalah. Ye Chen juga tidak main-main, Ia membuka semua kekuatannya sampai tingkat puncak. Ia mengamuk, setiap ada makhluk yang mendekat pasti akan musnah kalau tidak terbakar menjadi abu.
Tangan kanan memegang pedang hitam sedangkan tangan kiri sibuk dengan pukulan Qi yang sangat panas.
Baojing dan Giro juga bertempur serius dengan kekuatan puncaknya. Giro, yang sudah dibekali oleh Ye Chen dengan banyak sekali artefak tipe api benar-benar seperti banteng yang mengamuk. Senjatanya yang merupakan rantai yang mengikatnya selama menjadi tawanan Ia gunakan untuk menarik, dan mengikat lawannya menjadi satu setelah itu Ia akan membakarnya, begitu terus sampai makhluk itu hanya tersisa sedikit.
Berbeda dengan Baojing dan Giro yang bahu membahu menghabisi lawannya atau Ye Chen yang menghadapi raja Iblis Sumo dibantu makhluk terkutuk. Mereka masih sangat kuat dan mampu membuat lawan kewalahan, guru Baji malah terlihat sudah sangat payah, beberapa tubuhnya sudah terluka.
Kombinasi Sumo dan makhluk sebelumnya benar-benar membuatnya tak berdaya. Kalau dibanding kan dengan Ye Chen yang juga menghadapi kombinasi ini, guru Baji bukanlah apa-apa, ini karena Ye Chen lebih cepat dari Sumo dan kemampuannya yang bisa membaca gerak dari Sumo.
"Guru Baji!" teriak Baojing ketika melihat guru Baji tersungkur. "Pergilah, yang di sini serahkan padaku." Giro.
Berlatih ke pertempuran Ye Chen dan Sumo, di sana Sumo terlihat geram. Semua serangannya seperti sia-sia saja, bahkan beberapa kali bola apinya menghantam makhluk terkutuk yang membantunya.
"Terkutuklah kau putera Yeming!" teriak Sumo yang mulai putus asa. Ia jadi menyesal hanya menerima sedikit bantuan Pangeran Kegelapan dan menolak bantuan lain dari Mema.
"Tehnik Tapak Semesta...."
Akhirnya Ye Chen mengeluarkan tehniknya setelah melihat gerakan Sumo yang mulai goyah. Ini harus diselesaikan dengan cepat, pikirnya.
Bumm...
Bumm...
Tak peduli dimana makhluk itu bersembunyi, asalkan sedikit saja titik api menyentuh tubuhnya maka Ia akan langsung terbakar hebat. Lalu Ye Chen menggunakan tehnik bayangan untuk ikut membasmi makhluk terkutuk sedangkan tubuh aslinya tetap bertarung dengan Sumo.
Ye Chen bukannya tidak lelah, kondisinya tak jauh berbeda dengan yang lain, apalagi penggunaan senjata tidak terlalu diperlukan di pertempuran ini. Penggunaan Qi yang besar dan tehnik cahaya benar-benar menguras tenaga, Ye Chen di sini diuntungkan dengan adanya Guru Baji yang sebelumnya telah bertarung dengan Sumo.
Saat melihat Sumo yang sudah di ambang batas, guru Baji meminta Baojing membawanya mendekat. Entah apa maksudnya tapi Baojing tetap setia dan mengikuti perintahnya.
"Hahaha aku tau yang kau pikirkan, pasti kau ingin mengambilnya bukan? jangan harap, tak semudah itu Baji...!"
Klon Ye Chen sudah kembali, pertempuran yang sempat berhenti itu kembali pecah lagi. Ye Chen tetap memburu makhluk terkutuk dibantu Giro yang juga datang mendekat sementara guru Baji dengan dipapah Baojing bertempur sengit dengan Sumo.
"Tuan, bagaimana ini?"
"Jangan campuri urusan mereka, aku penasaran tentang benda yang menurut Sumo diinginkan guru Baji."
"Tapi guru Baji bisa tewas tuan, bukankah anda katakan dulu bahwa Ia banyak membantu anda?"
"Aku tau, tapi lihatlah bahkan aku sendiri sudah tidak kuat mengangkat pedang dan kau sendiri, lihat tubuhmu penuh luka begitu."
Blarr...
Sebuah ledakan keras kembali terdengar, guru Baji dan Baojing terlempar menghantam tanah sedangkan Sumo juga sama.
"Baojing, sekali lagi." seru guru Baji yang masih tak mau mengalah.
"Giro, ini mungkin kekuatan terakhirku. Akan kupaksa Sumo, masalah guru Baji kita lihat nanti."
"Maksud tuan?"
"Kalau aku pingsan, bawa aku ke gua kita. Tenang saja guru Baji pun tak akan bisa memaksa masuk."
"Hoho jadi kalian ingin mengeroyokku? aku raja Iblis Sumo tidak pernah takut."
Ketiga raja Iblis itu berubah sekali lagi, masing-masing mengeluarkan kekuatan terkahir. Guru Baji mendorong lembut Baojing agar melepasnya.
Bummm...
Tiga bila api besar bertabrakan, sebuah kawah besar tercipta dengan empat tubuh tergelatak tak berdaya di tengahnya.
"Tuan...!" tanpa pikir panjang, Giro melompat memasuki kawah, kulitnya yang perih akibat hawa panas yang masih tersisa tidak Ia pedulikan.
"Bawa aku ke dekat Sumo, kata Ye Chen lemah." Giro lalu menuruti keinginannya, oun demikian dengan guru Baji, dengan bantuan Baojing, Ia juga mendekati Sumo yang masih tergeletak.
"Tak pernah kusangka aku akan tewas di sini."
Hueekk....
Raja Iblis Sumo memuntahkan darah, Ia lalu mencoba berdiri dengan susah payah. "Siapa namamu?" tanyanya pada Ye Chen.
"Aku Ye Chen, putera raja Iblis Yeming." kata Ye Chen dengan mantap.
"Yeming, ya raja Iblis Yeming. Apa kau tau? ayahmu adalah sahabatku, tidak bukan aku saja, tapi kami berempat, Baji dan Mema. Tak kusangka akan begini jadinya, dulunya kami disegani dan ditakuti tak ada yang berani macam-macam dengan kami berempat bahkan sang Pangeran akan berpikir dua kali untuk menyinggung kami."
"Tuan, jangan lengah." bisik Giro yang di balas dengan anggukan oleh Ye Chen.
"Panglima perang Giro, kau memang penuh perhitungan."
Raja Iblis Sumo terdiam sebentar, lalu berkata lagi. "Chen'er apa kau tau sebutan kami dulu? seluruh alam memanggil kami dengan sebutan empat Iblis. Hei Baji, apa kau tak mau memeluk sahabatmu ini untuk terakhir kalinya?"
Ye Chen melirik guru Baji yang tersenyum, entah apa maksud senyumnya, "Oh ya aku lupa mengucapkan selamat padamu karena telah menjadi raja Iblis." kata Sumo lagi sambil tersenyum lalu secepat kilat Ia menusukkan dua jarinya ke tengah dadanya.
"Tuan cepat lari!" teriak Giro, Ia baru sadar Giro dari tadi hanya mengulur waktu saja untuk melepaskan kunci segel tubuhnya, niatnya adalah untuk meledakkan diri.
"Jangan...!" teriak guru Baji yang langsung menghampiri Sumo dengan batuan Baojing. Sementara Ye Chen yang baru menyadari keadaan ini juga sambil mengibaskan tangannya.
Sett...
Bruk...
Raja Iblis Sumo menghilang bersama guru Baji dan Baojing masuk ke dalam penjara kegelapan yang Ye Chen aktifkan.
Sasarannya adalah Sumo, karena jika Ia berhasil meledakkan dirinya maka bisa dipastikan semua pasti akan terluka parah kalau tidak ikut tewas. Sayangnya saat itu guru Baji yang menyentuh Sumo karena ingin menghentikan tehnik meledakkan dirinya itu juga terhisap bersama Baojing yang memapah guru Baji.
Sedangkan Ye Chen langung jatuh karena kehabisan tenaga tanpa tau guru Baji dan Baojing ikut masuk penjara kegelapan.
"Tuan, bertahanlah." Sesuai pesan Ye Chen tadi, jika terjadi sesuatu, Ia harus segera pergi ke tempat mereka. Di dalam gua yang telah Ye Chen segel sebelumnya.
"Aaahh...."
Ye terus berusaha tidak pingsan, berkali-kali Ia berteriak kesakitan karena mencoba menahan penjara kegelapan agar tetap stabil.