Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Bergerak Mati!


Kemelut di alam Peri akhirnya berhasil diredakan, suka dan duka bercampur menjadi satu. Istana kemudian dibangun kembali seperti sediakala, Kaisar memerintahkan penyelidikan besar-besaran di kalangan petinggi Istana, siapa pun yang kedapatan ikut membantu gerakan menteri Kun dihukum mati tanpa kecuali. Penting untuk membersihkan masalah sampai ke akarnya agar tidak ada ancaman serupa di kemudian hari.


Dua hari setelah insiden, Ye Chen yang memilih bukit Nannan sebagai tempat Istirahat dipanggil untuk menghadap ke Istana.


Hari itu, selain ditemani oleh Giro yang bersembunyi dalam bayangan Ye Chen, pasukan seratus juga terlihat. Mereka adalah pahlawan alam Peri, semua orang tau dan turun ke jalan menyambut dan mengelu-elukan mereka.


Sesampainya di Istana, hanya Ye Chen yang masuk menghadap.


"Anak Chen," kata Kaisar. "Atas nama rakyat dan Istana, aku mengucapkan terima kasih yang sangat dalam atas jasamu membantu memadamkan pengkhianatan menteri Kun." Kaisar terdiam sebentar, lalu melanjutkan lagi, "Kami telah mempertimbangkan ini dengan matang dan akan menganugerahkan wilayah Nannan kepadamu, dengan begini aku nyatakan bahwa wilayah Nannan bukan lagi wilayah di bawah Istana. Wilayah Nannan mejadi wilayah bebas sekarang.


Semua pejabat mengangguk, karena memang ini yang ini sudah disepakati bersama.


Selanjutnya Kaisar dan pejabat tinggi Istana lainnya saling bertukar pandangan dengan Ye Chen. Mereka tampak akrab dan berbicara dengan terbuka.


Ada kekaguman di mata mereka ketika mendengar pandangan-pandangan Ye Chen tentang ketata negaraan, wawasannya dan auranya seperti seorang pemimpin saat sedang membicarakan kedaulatan sebuah negara.


Ye Chen adalah sang pewaris sekaligus penguasaan alam atas, belum lagi menjadi pemimpin desa Ye di alam bawah yang bisa dikatakan sebagai pemimpin karena dia menghubungkan semua tempat di alam bawah dan semua penguasa di wilayah tersebut mengakui Ye Chen.


Sayangnya perbincangan ini seperti ada yang kurang, Kaisar sama sekali tak menyinggung masalah putri Jia.


Ye Chen terus bertanya-tanya dalam hati sementara Ibu Ratu terlihat sedikit tidak nyaman. Putri Jia sendiri hanya diam begitupun dengan panglima besar Lin serta anaknya Lin Yungtao dan Paman. Mereka seolah kecewa tapi tak bisa mengatakan apa-apa.


Merasa ada yang salah Ye Chen lalu berkata, "Kaisar, ini semua aku lakukan karena aku merasa ikut menjadi bagian dari Istana dan alam ini dan juga karena hubungan dengan beberapa orang di ruangan ini."


"Dan yang paling penting adalah karena hubunganku dengan adik Jia."


"Baiklah, kalau begitu kita makan dulu. Jamuan telah disiapkan. Oh ya ini plakat untuk wilayah Nannan." Kaisar meminta panglima besar Lin mengambil plakat untuk diserahkan kepada Ye Chen.


"Tuan Chen, silahkan." panglima besar Lin mengangsurkan plakat. Ye Chen mengambil plakat itu tanpa mengucapkan terima kasih ataupun memandang muka sang panglima.


"Kaisar tubuhku masih bisa menerima makanan, aku masih istirahat karena terluka parah membela kepentingan Istana." Ye Chen jelas menolak undangan jamuan Kaisar dan menekankan kalimat bantuan.


Siapa pun yang hadir di sana tau betul, Ye Chen dan putri Jia adalah adalah sepasang kekasih, Ye Chen juga telah menegaskannya dan mengingat jasa-jasanya yang sangat besar maka tidaklah berlebihan kalau Ia menjadi pasangan putri Jia.


Sayangnya sang Kaisar dan petinggi Istana tidak mau melihat hal ini, dari pertarungan dengan Iblis Sirio di medan perang indentitas Ye Chen terkuak, ras Iblis.


Bisakah ras Iblis menjadi pasangan putri ras Peri, apakah nanti alam Peri akan di pimpin oleh ras Iblis? tentu tidak bisa dan tak akan pernah bisa. Putri Jia adalah calon ratu alam Peri.


Namun Ye Chen sudah sangat kecewa, bukankah sudah terlihat jelas Ia berjuang atas nama ras Peri dan membunuh ras nya sendiri?


Kalau tidak ada Ye Chen maka hari ini tidak akan ada lagi ras Peri, kalaupun ada, pasti akan menjadi budak abadi ras Iblis.


Yang Ye Chen sayangkan adalah kenapa Ia tidak diajak berembug, seharusnya mereka menanyakan terlebih dahulu dan mencari jalan terbaik bukan dengan membuangnya begitu saja. Membebaskan wilayah Nannan, Ye Chen tidak kekurangan wilayah kekuasaan bahkan kalau mau Ia bisa menghancurkan seluruh alam Peri dan menjadi satu-satunya yang bediri di sana.


"Lancang!"


Seorang petinggi Istana berdiri dan membentak Ye Chen namun Ye Chen tidak peduli, Ia berjalan ketempat duduk putri Jia lalu memberikan sebuah token.


"Kakak Chen... aku, aku...."


Putri menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia menangis.


"Jangan, jangan menangis." hibur Ye Chen sambil mengusap kepala putri Jia. "Aku ada di sana."


Ye Chen menunjuk token di tangan putri Jia, token batu giok itu adalah satu-satunya token yang menghubungkan semua tempat yang Ye Chen tandai. Putri Jia cukup menyentuh dimana Ia akan pergi maka saat itu juga Ia akan langsung berada di kamar Ye Chen, baik itu di alam bawah alam atas maupun alam langit.


"Nah aku pergi, jangan khawatir, aku bisa mengerti." Ye Chen tersenyum lembut saat mengatakan ini.


Ye Chen lalu berjalan pelan tanpa menoleh lagi, tatapannya lurus.


"Tangkap, tahan Iblis ini! dia telah melecehkan putri dan Istana." Kembali seorang petinggi Istana berdiri.


Siapa yang tak mengenal Ye Chen? apakah ada prajurit yang berani menangkapnya?


"Panglima Lin, kenapa anda diam saja!?"


Saat ini hampir semua petinggi Istana telah berdiri, tekanan ini membuat prajurit pelindung dan penjaga dengan sangat terpaksa ingin bergerak.


Drrrt...


Istana tiba-tiba saja bergetar kuat. Ye Chen sudah melepas momentum nya.


Udara turun beberapa derajat saat kabut hitam tipis menyelimuti Istana sampai ke luar. Getaran ini juga di rasakan sampai radius 500 meter di luar Istana, seiring dengan adanya suara rintihan yang sangat lirih.


"Bergerak mati!"


Suara Ye Chen sangat dingin, dalam suara ini juga menegaskan bahwa apa yang sudah terucap akan menjadi kenyataan yang tak bisa diubah. Ye Chen siap menghancurkan seluruh alam Peri.


Ras Iblis berhubungan erat dengan dendam, benci, pengkhianatan dan darah. Meskipun banyak juga Iblis yang baik tapi pada dasarnya semua ini adalah sumber kekuatan Iblis.


Inilah yang Ye Chen rasakan sekarang. Dikhianati, dibenci bahkan mungkin ingin dilenyapkan setelah semua yang yang Ia lakukan. Ye Chen tanpa sadar mengonsumsi semuanya dan merubahnya menjadi kekuatan, bahkan Giro yang ada di dalam bayangan Ye Chen sudah keluar karena takut jiwanya akan langsung lenyap tanpa sisa. "Ini bahkan jauh lebih kuat dari Sirio." batin Giro.


"Tarian Pedang Iblis." gumam Ye Chen.


Ratusan pedang hitam seketika muncul di radius 500 meter. Seluruh pedang hitam itu kini diselimuti kabut hitam tipis, auranya bertambah kelam dan dingin.