
Sebagai seorang putri sebuah kekaisaran, putri Jia mempunyai beban sendiri dan hidupnya tentu saja harus diabdikan untuk rakyatnya.
Seperti saat ini, putri Jia dijadikan sebagai alat pertukaran politik. Harus menikah dengan Kunlao yang melakukan kudeta beserta ayahnya dibantu oleh Sirio dan pasukannya. Apakah ada pilihan lain? dilihat dari situasinya, tidak ada.
Jika kekaisaran memilih untuk tidak menikahkan putri Jia Kunlao maka menteri Kun akan mulai menyerang dan rakyat akan menjadi korban. Semua orang tau, jika pernikahan ini sampai terjadi maka sama saja dengan menyerahkan kekaisaran dengan jalan damai.
Kekaisaran Peri bukanlah sebuah kekaisaran yang kecil dan lemah, banyak ahli tingkat Dewa yang ada di sana.
Jika ada kekuatan lain atau jika Sirio dan pasukannya datang menyerang sendiri maka kekaisaran tentu tidak akan begitu mudah terdesak. Yang menjadi masalahnya adalah pengkhianatan yang dilakukan menteri Kun, hampir separuh kekuatan kekaisaran yang berhasil dia hasut untuk mendukung gerakannya sehingga kekaisaran melemah.
"Paman, bagaimana keadaan adik Jia sekarang?"
Paman menghela nafas lalu berkata, "putri Jia baik-baik saja dan begitu juga dengan keluarga Istana tapi sebentar lagi semua akan berubah."
"Apa kaisar tidak berencana melawan?"
Dalam pikiran Ye Chen, kekaisaran seharusnya tidak menyerah. Hasilnya akan tetap sama, tetap saja menteri Kun akan menguasai istana dan yang lebih parahnya lagi adalah adanya Sirio, bisa dipastikan alam Peri hanya akan menjadi boneka bagi Sirio.
"Aku tau perasaanmu, tapi jalan terbaik adalah menikahkan putri Jia dan Kunlao. Paling tidak kita masih bisa punya waktu untuk mengungsikan sebagian orang."
"Dan meninggalkan adik Jia sendiri?" ucap Ye Chen gusar.
"Tidak ada yang menginginkan ini. Tuan Chen, aku tau perasaanmu dan aku yakin putri Jia juga merasakan hal yang sama tapi harus kau ingat putri Jia adalah putri kaisar, kurasa aku tak harus menjelaskannya lagi."
"Aku mengerti Paman." ucap Ye Chen. "Aku hanya berpikir seharusnya Kaisar tidak boleh menyerah, rakyat pasti lebih menderita lagi dibawah kepemimpinan menteri Kun."
"Seandainya saja portal di istana tidak hancur, kita bisa meminta bantuan pasukan Langit."
Ye Chen tidak kaget dengan ucapan Paman barusan, itulah bahayanya jika ada seorang pengkhianat, dia akan bergerak dari dalam dan menghancurkan semua kemungkinan. Yang lebih hebat lagi adalah semua ahli formasi sudah disingkirkan sehingga informasi dari tempat lain di alam Peri terputus dengan istana, tak ada yang bisa dilakukan lagi selain menunggu istana hancur.
"Jadi apa rencanamu Paman? apa kau akan tetap diam di sini dan membiarkan semuanya?"
"Apa yang kau rencanakan?"
Paman tidak menjawab pertanyaan Ye Chen melainkan bertanya balik.
"Aku? hehe tentu saja aku akan membunuh mereka semua, adik Jia menungguku." ucap ye Chen tanpa ragu.
"Mudah mengatakan tapi sulit dilaksanakan." sahut Paman, bukan meragukan kekuatan Ye Chen tapi ini perang, melibatkan ribuan nyawa. Sangat berbeda dengan pertarungan perorangan atau kelompok.
"Aku punya rencana, entah apakah Paman mau ikut atau tidak."
Paman menatap Ye Chen, ada sedikit keyakinan dalam hatinya. "Tuan Chen, jujur saja aku percaya padamu tapi kau juga pasti tau keadaannya. Katakan, bagaimana rencanamu, kalau memungkinkan, aku pasti mendukung."
"Pertama, kita harus memastikan jumlah pasukan yang ada di pihak kita. Kedua ... "
Ye Chen mulai memberikan pandangannya. Cukup lama sampai Ia selesai mengatakan semuanya. Terlihat Paman juga mulai setuju lalu menambahkan sedikit masukan. "Aku rasa rencana ini bisa berhasil."
"Baiklah, paling lambat besok kita sudah harus bergerak. Paman tolong siapkan petanya."
Rencananya adalah mereka akan membuat keributan di barisan pasukan Sirio lalu Ye Chen akan menyusup dan masuk ke dalam Istana untuk bertemu dengan Panglima Lin, ayah dari Lin Yuntgtao. Dari sana, Ye Chen akan membuat portal yang menghubungkan istana dan bukit Nannan.
"Tuan aku sudah siap." Giro.
"Baik, kita berangkat sekarang."
"Tunggu dulu, bukankah rencananya kita akan menyerang lalu kau akan masuk Istana tuan Chen?" kata Paman ketika melihat Ye Chen dan Giro yang bersiap pergi tanpa membawa seorang pun.
"Rencana berubah Paman, aku tak mau ada korban jiwa, cukup aku dan Giro saja yang pergi. Lebih baik siapkan anggota kita untuk menyambut kaisar dan yang lain."
Ye Chen tidak menunda lagi, salah satu yang membuat dia tidak ingin berlama-lama adalah Sirio, selama Sirio masih hidup maka rencanannya untuk pergi ke dimensi pangeran kegelapan akan terhalang.
Ye Chen dan Sirio tiba di portal pertama, yakni di rumah hutan Paman.
"Giro, jangan terlalu menarik perhatian. Begitu aku masuk istana, cari dan tandai Sirio."
"Baik tuan."
Tidak butuh waktu lama bagi Ye Chen dan Giro untuk menyusup masuk ke dalam pasukan Iblis. Mereka tidak akan dicurigai sebagai penyusup karena aura keduanya yang sama.
"Siapa di sana!"
Ye Chen yang sudah masuk di wilayah istana di hadang beberapa penjaga yang sedang patroli.
"Aku utusan Paman, ingin bertemu dengan panglima besar Lin. katakan saja aku dari bukit Nannan." kata Ye Chen sambil tersenyum tenang.
Penjaga ini tidak bisa percaya begitu saja tapi Ye Chen berhasil meyakinkannya setelah berkali-kali mencoba, hal ini juga ditambah dengan penampilan Ye Chen yang memakai pakaian ringkas dan sama sekali tak memiliki aura seorang kuktivator. Jadi penjaga itu menganggap Ye Chen benar-benar seorang utusan dari desa.
"Hahaha aku tak menyangka kau berhasil sampai kesini. Tuan Chen, silahkan... silahkan masuk."
Panglima besar Lin sangat senang menyambut kedatangan Ye Chen. Setelah menyilahkan Ye Chen masuk dan menyuruh penjaga yang membawa Ye Chen pergi, Ia berkata dengan nada sedih. "Tuan Chen, situasi sudah begini, kau pasti sudah mendengar semuanya dari Paman."
"Aku tau, justru itulah kenapa aku kesini."
Ye Chen lalu memberitahu rencana yang telah Ia susun bersama Paman, "Panglima Lin?"
"Oh maaf, maaf aku memikirkan berapa banyak rakyat yang akan menjadi korban jika rencana ini kita lakukan," setelah berpikir sejenak, panglima Lin mengajak Ye Chen pergi. "Ikut aku, kita adakan rapat bersama kaisar."
"Panglima, berapa banyak pasukan yang bisa dikumpulkan dari luar istana?"
Kaisar Peri yang mendengar rencana Ye Chen yang bisa membuat portal penghubung keluar istana sangat senang, kedatangan Ye Chen merupakan bantuan yang sangat besar. Hari itu juga panglima besar Lin keluar dari istana untuk mengumpulkan pasukan luar sementara keluarga istana menetap di bukit Nannan untuk alasan keamanan.
Di tempat menteri Kun.
"Ayah, aku perhatikan beberapa hari ini istana sangat tenang, apa mungkin mereka kaisar menolak menyerahkan putri Jia?"
"Kau tenang saja, kaisar tak mungkin akan mengorbankan rakyatnya. putri Jia pasti akan jadi milikmu, setelah itu istana akan kita kuasai hehe."
Kunlao sangat senang mendengar ini, "Terima kasih ayah kaisar." ucapnya dengan bangga dan seolah ayahnya sudah menjadi kaisar saja dengan memanggilnya ayah kaisar.