
"Hoho, murid sampah dari tepi sekte ini ingin menantangku? memang harus dipukul dulu baru dia bisa tau posisinya."
Yang Ru mulai membuka tekniknya, alasan sebenarnya dia menyinggung Ye Chen adalah Yue. Dia tidak akan membiarkan ada pria lain yang mendekati nya, apalagi itu dari murid terluar.
Dia mulai mengaktifkan tekniknya, kedua tangan nya yang terkepal mulai terlihat kemerahan, lidah api tampak yang samar-samar juga muncul.
"Senior, jangan meladeninya, anak ini hanya berlagak."
Ye Chen mengangguk, dia juga tidak mau membuang tenaga percuma. "Kamu benar." ucapnya kepada ketua Bong. "Kalau ingin memamerkan kepalan kecilmu itu, tunggu seleksi murid dimulai."
"Tunggu."
"Hais, anak ini kalau belum dipukul, dia tidak akan paham arti sebenarnya." keluh Ye Chen,, Ia juga mulai melangkah sedikit ke depan. Ingin melihat kenapa Ketua Bong menahannya.
"Senior, ini tidak akan berhasil. Anda tau kenapa beberapa waktu ini sekte sangat tenang? itu karena ada larangan membuat masalah, jika ada yang membuat masalah dia tidak akan di izinkan membuatnya kehilangan hak untuk seleksi."
Pantas saja sekte sangat sunyi, "Ketua Bong mari kita oergi."
Ye Chen dan Ketua Bong pergi begitu saja sementara Yang Ru yang sudah terlanjur mengaktifkan tekniknya merasa canggung sendiri.
Di tempat itu hanya dia sendiri, "Tunggu saja." ujarnya dengan tangan masih terkepal.
Sejak hari itu, Yue juga tidak pernah datang lagi. Ini sesuai dengan apa yang Ye Chen katakan untuk tidak datang lagi dan harus fokus melatih tekniknya.
Seminggu kemudian, seleksi pun dimulai. Tampak ribuan murid hadir untuk melihat sesuatu yang sangat jarang terjadi si sekte.
Pertarungan para jenius sekte. Kalau bukan karena alasan ini, para murid diragukan akan datang.
"Harap tenang."
seorang tetua berdiri di udara, memberikan instruksi.
Di depan sana muncul sebuah area yang tertutup oleh kabut formasi.
"Untuk menjadi wakil sekte, kalian hanya harus bertahan di dalam sana. Aku tidak peduli cara apa yang akan kalian lakukan, selama itu tidak membunuh, anda bebas melakukan apa pun."
Ye Chen tanpa ragu melangkah mendekati kabut formasi, namun sesaat sebelum Ia sampai, terdengar beberapa suara kesakitan di ikuti dengan terlempar nya satu sosok tubuh.
"Oh ya satu lagi, gunakan kekuatan elemen api kalian untuk masuk ke dalam sana."
Bless...
Ye Chen tidak tau caranya, Ia hanya mengeluarkan sedikit Qi elemen api ketika tangannya menyentuh kabut.
"Eh? ini berhasil." Ye Chen memandangi area di depannya. Dengan hanya sedikit menggunakan kekuatan api, dia sudah dapat mengatasi cobaan pertama.
"Baik, mati kita lihat apa yang ada di depan sana."
Ye Chen berjalan perlahan, melangkah tanpa tujuan yang jelas. Entah kenapa dia merasa ada yang mengawasi, itulah sebabnya Ye Chen hanya menggunakan sedikit kekuatan dan kadang terlihat sangat susah di sana.
Dia merasa belum saatnya mengekspos kekuatan yang dimilikinya.
"Murid tepian sekte, akhirnya kita bertemu kembali. Kamu tau? sejak hari itu aku selalu berdoa agar kita dipertemukan di sini. Rupanya doaku terkabul haha."
Lalu, suara tetua kembali bergema.
"Ujian dimulai! kalian harus bertahan selama satu hari untuk bisa mewakili sekte.
Sesaat setelah suara itu lenyap, Suhu di dalam sana tiba-tiba saja berubah semakin panas. Ini secara bertahap terus naik sampai kulit terasa terbakar.