Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Gerakan Ratu


"Aku tidak peduli, jadi kuingatkan sekali lagi bagi kalian yang masih memilih untuk tinggal. Pikirkan kembali sebelum aku mengaktifkan kubah pelindung." kata Ye Chen saat melepas anggota bukit Nannan yang akan pergi menjemput kerabat mereka.


Tak ada yang bergeming, kehidupan yang mana lagi yang ingin diraih? semua sudah ada di wilayah Nannan, hidup di sini lebih baik dari kehidupan yang dulu. Hidup bahagia dan tenang tanpa kekurangan apapun adalah impian dan impian itu ada di bukit Nannan.


"Sampaikan kabar ini kepada orang luar bahwa wilayah Nannan adalah wilayah tertutup, tidak ada yang diterima untuk masuk. Dan untuk keluarga Istana itu, kalian tidak perlu mengawal mereka. Urus urusan kalian dan cepat kembali."


"Batas waktu kalian adalah tiga hari, gunakan portal untuk masuk ke kota terdekat."


Aula bukit Nannan kembali sepi, hanya tersisa Ye Chen dan Giro.


"Tuan, sampai kapan anda akan menutup wilayah ini."


"Entahlah, aku juga tidak tau, yang jelas bukan dalam waktu dekat ini."


"Lalu apa yang akan tuan lakukan? apakah anda akan memburu pangeran kegelapan?"


"Giro, kau sendiri tau, aku tak pernah memburu atau membunuh tanpa sebab. Aku tidak suka itu. Aku tidak akan mencarinya meskipun aku sekarang sudah tau tempatnya."


"Aku hanya memastikannya saja hehe," Giro menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ye Chen melirik Giro."Iblis ini bisa mengekeh juga ternyata." ucap Ye Chen dalam hati, bibirnya tersenyum. Kalau di ingat langi, Giro lah yang selama ini membantunya. Giro akan membunuh siapapun yang Ia anggap mengganggu, tak peduli orang itu kuat atau lemah.


Di depan Ye Chen tentu Giro tak akan sembarangan tapi dibelakang Ye Chen, Giro adalah Iblis haus darah, licik, ganas tapi setia.


"Giro, kau bilang aku kultivasi ku sekrang adalah Kaisar Iblis, sebenarnya ada berapa tingkatan lagi di atasku?" Ye Chen benar-benar tidak tau, Ia merasa kesulitan mengalahkan Sirio tapi Ia dapat merasakan kekuatannya bisa mengalahkan Sirio.


"Kalau aku bisa menebak, tuan sekarang adalah Kaisar Iblis. Sepanjang pengetahuanku, ada beberapa tingkatan lagi tapi maaf aku tidak tau banyak, yang aku tau di atas Kaisar Iblis ada Penguasaan Iblis dan Dewa Iblis."


"Menarik juga, mungkin kalau adik Jia tidak memanggilku kemarin, aku bisa sampai di Penguasa Iblis. Bukankah begitu?"


"Bahkan bisa lebih tuan, tapi itu sangat berbahaya dan aku rasa tuan tidak akan sanggup karena kondisi tuan saat itu."


"Sudahlah, biarkan saja, kita makan dulu. Bagaimana kalau kita ke desa Ye? aku merindukan masakan bibi Xiao."


"Oh ya panggil juga yang lain. Kita pergi bersama saja." kata Ye Chen lagi dan tak lama kemudian, rombongan besar pun berangkat. Kecuali Giro dan beberapa anggota pasukan seratus, Ye Chen meminta mereka ke alam Langit untuk memburu hewan untuk dibawa. Pasti mereka akan kagum padaku karena membawa daging dari alam langit hehe, batin Ye Chen.


Saat Ye Chen kembali ke desa Ye bersama para penghuni bukit Nannan, putri Jia juga telah dinobatkan menjadi Ratu alam Peri menggantikan ayahnya, setelah yang sebelumnya mengumumkan pengangkatan dirinya sebagai Ratu alam Peri.


Hal pertama yang putri Jia lakukan adalah mengangkat Paman menjadi perdana menteri dan sebagai wakil Ratu untuk semua urusan tanpa terkecuali. Setelah itu putri Jia kembali membersihkan semua yang berpotensi ke arah pengkhianatan, semua dihukum mati.


Istana Peri seperti mengalami masa pemerintahan yang baru yang bisa dikatakan kejam tapi semua juga tahu kalau ini demi keamanan, lagipula tak ada yang bisa menghentikan putri Jia. Dia sama sekali tak akan mendengarkan pendapat orang lain. Setiap perkataan putri Jia adalah perintah.


Masalah pertama muncul saat pengembangan portal penghubung. Ini sangat penting untuk menghubungkan Istana dengan daerah-daerah di seluruh alam Peri, master formasi yang dulu bertugas merawat dan membuat portal hampir semuanya berkhianat dan hanya menyisakan penerus yang masih berada di tahap awal saja.


Perintah telah keluar, banyak pejabat yang menyayangkan tindakan ini termasuk ayah dan ibunya sendiri namun putri Jia hanya menenangkan orang tuanya saja dengan berkata tidak mau ada bibit pengkhianatan lagi. Dan untuk pejabat yang menentang keputusannya Ia persilahkan mengundurkan diri.


Akhirnya lebih dari separuh pejabat senior mengundurkan diri. Mereka beranggapan putri Jia akan kewalahan mengurus Istana tapi kenyataannya tidak begitu, mereka terlalu meremehkan putri Jia. Sesaat setelah gelombang pengunduran diri terjadi, Putri Jia membuat keputusan untuk tidak memberi tunjangan apapun, dengan alasan mereka mengundurkan diri sendiri dan negara dalam masa transisi, dana habis untuk perang.


Dalam sebuah ruangan khusus di Istana.


Putri Jia duduk di depan tiga orang terdekatnya, Paman panglima besar Lin dan putranya.


"Panglima, Paman, tolong katakan, apa keputusanku terlalu buru-buru dan berbahaya? apa yang kulakukan ini sangat kejam?"


Putri Jia bertanya dengan cemas, dia bukan tipe wanita yang bisa berbuat sangat dingin.


"Semua ada konsekuensinya, jangan khawatir." kata panglima besar Lin.


"Ada sebab ada akibat, tenang saja semua akan baik-baik saja." Paman.


"Kami bertiga mendukung apapun yang anda lakukan selama itu untuk kepentingan alam ini." kata paman lagi.


"Terima kasih. Asal kalian tau, aku tidak akan bisa bertahan tanpa dukungan kalian." putri Jia akhirnya kembali tenang dan semangatnya muncul kembali.


"Paman, bolehkah aku minta pendapat dan bantuan Paman?"


"Tentu saja, bukan hanya aku tapi panglima dan Yungtao juga akan membantu."


Putri Jia terdiam sejenak lalu berkata, "Aku ingin Paman membuat tim khusus untuk menyebarkan berita tentang pengkhianatan menteri Kun dan perang itu serta menyebarkan berita tentang bantuan besar kakak Chen."


Baik Paman dan panglima Lin serta putranya tau kemana arah tujuan putri Jia, Selain bisa memenangkan hati rakyat juga bisa menekan para pejabat yang ingin membuat masalah, dan dengan cara ini aksi heroik Ye Chen akan terus dikenang dan tertanam di hati setiap orang. Ye Chen pasti akan dicintai.


"tuan putri, aku harap kau bisa bahagia." ucap Paman dan yang lain dalam hati.


Jalur informasi adalah hal yang sangat berharga dan paling penting, dan bukan tanpa alasan putri Jia menghukum mati para master formasi sehingga portal penghubung tidak diperbaiki.


Sekarang putri Jia memegang jalur informasi ini sehingga semua tindakannya di dukung penuh oleh rakyat.


Di masa depan, jika keadaan sudah terkendali, putri Jia tinggal meminta Ye Chen membangun ulang portal penghubung, jasanya pun akan semakin besar dan rakyat pun akan semakin mencintainya.


Semua rencana ini telah dipikirkan baik-baik oleh putri Jia. Membuat Ye Chen menjadi pahlawan sekaligus menstabilkan alam Peri.


Putri Jia tersenyum lembut, Ia tidak sabar untuk bertemu Ye Chen. Ia sadar butuh waktu cukup lama tapi hari itu pasti akan tiba.