
Cara bertempur Cia Sun dan yang lain sangat efektif tapi sungguh merepotkan bagi anggota sekte kegelapan.
Banyak jatuh korban dari pihak sekte akibat taktik mereka ini. Setiap keluar dari aray, satu anggota sekte pasti menemui ajalnya karena di serang secara tiba-tiba.
"Kalian istirahatlah, jangan memaksakan diri. Biar kami yang menyelesaikan bagianmu." Chu Xiong mengingatkan Song Fei dan Lu Jia Li.
Mari kita lihat pertarungan antara Lu Ping dan tetua kiri.
Bisa dibilang, Lu Pin mendapat lawan yang lebih lemah dibanding yang lain. Ia yang sudah tingkat Langit puncak berhadapan dengan tetua kiri yang berada di tingkat Langit tinggi.
Mengandalkan tingkatan kultivasinya, Lu Pin menyerang tetua kiri dengan cepat. Tehnik pedang Matahari yang Ia gunakan yang telah Ia gabungkan dengan tehnik tarian pedang milik Ye Chen terus mendesak tetua kiri.
"Sial orang tua ini sangat kuat." tetua kiri mulai mengumpat dalam hati, tak ada jalan keluar lagi baginya.
Slass...
Leher tetua kiri putus, "Tehnik ini jadi tambah kuat." gumam Lu Pin meninggalkan lawannya dengan senyuman.
"Panglima, kau semakin lembek saja." Lu Ping yang melihat panglima Cia kewalahan segera melesat dan membantunya.
Panglima Cia melompat ke belakang. "Dia sangat kuat. Hati-hati, uap hitam itu beracun, aku beberapa kali kehilangan kendali tubuhku saat menghirupnya."
"Kita serang dari jauh." ucap Lu Ping kembali mengandalkan tehnik tarian pedang Matahari miliknya.
Dua klon pedang milik Lu Ping terbang ke arah patriark disusul oleh dua klon pedang lagi milik panglima Cia.
Gabungan dua tehnik tingkat tinggi ini mulai membuat patriark kerepotan, uap hitam yang Ia andalkan saat bertarung dengan panglima Cia kini sudah tidak berguna lagi.
Patriark sekte kegelapan melompat jauh kebelakang, melirik sekilas arena pertempuran. Pasukan kekaisaran mendominasi, hanya tinggal menunggu waktu saja sampai semua berakhir, pikirnya.
"Tak akan kubiarkan," gumamnya. "Hisap....!" Teriak patriark sekte mengangkat tangannya perlahan ke atas.
Bersamaan dengan itu, uap hitam mengalir pelan seperti disedot oleh tangan patriark.
Uap hitam ini berasal dari anggota sekte, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.
Saat peristiwa ini terjadi, Ye Chen sedang menyerang tetua kanan dengan gencar bersama pelindung paviliun teratai.
Tetua kanan tiba-tiba saja saja terjatuh dengan uap hitam tipis yang keluar dari tubuhnya.
Pertempuran berhenti, semua melihat kejadian aneh ini tanpa bergerak dari tempatnya.
Sementara Ye Chen yang mengikuti arah uap hitam ini pergi tiba di depan patriark sekte kegelapan. Ia mengernyit.
"Gawat..." ucap Ye Chen ketika melihat patriark yang diselimuti uap hitam yang semakin tebal.
Sekali lagi Ia menghunus pedangnya, hendak menyerang patriark.
Tapi baru selangkah Ye Chen berjalan, tiba-tiba Ia juga ambruk dan sedikit uap hitam tipis keluar dari tubuhnya.
Dengan sekuat tenaga, Ia berusaha melawan dan menahan daya sedot dari patriark. Dan, Jleb... Ye Chen berhasil menyegel energinya.
"Ye Chen," panggil panglima Cia dan Lu Ping hampir bersamaan ketika melihat Ye Chen yang datang San langsung ambruk ke tanah.
"Aku tidak apa-apa. Panglima, kakek, jangan biarkan dia menerobos." jawab Ye Chen sembari memegang sebelah lututnya dan berdiri.
Benar juga, seperti sadar dari lamunan, panglima dan Lu Ping dengan mengumpulkan tenaga dan mulai menyerang dengan sepenuh tenaga.
Bumm...
Lubang besar tercipta di tempat patriark berdiri, tapi Ia sendiri lebih dulu menghindar.
Melihat ini Ye Chen dengan memburunya.
"Kau? oh aku ingat." ucap patriark melihat Ye Chen.
"Ya ya ya aku ingat. Cih, lalu kenapa kalau kau ingat?" ucap Ye Chen dengan nada kesal.
"Cih tidak tau terima kasih." patriark mulai marah, dari tangannya melesat sebuah bola qi berwarna hitam.
Tidak terlalu kuat, hanya bisa pingsan saja. Ia masih terlalu sayang jika Ye chen sampai tewas.
Blamm...
Sebuah ledakan besar terdengar lagi. Rupanya patriark sekte ini geram dan melancarkan serangan yang lebih kuat.
Namun kali ini ditahan oleh Lu Ping dan panglima Cia yang juga ikut mengejar.
"Terima kasih," ucap Ye Chen. Sepertinnya kekuatan kita tidak cukup." lanjutnya.
"Kau benar."
"Jangan lupakan kami." Bersamaan dengan datangnya suara ini, pelindung paviliun teratai, Chu Xiong dan yang lain datang.
Bukan hanya mereka saja, tapi semua pasukan juga Ada di sana, ikut mengepung patriark sekte kegelapan walau dengan jarak yang cukup jauh.
"Hahaha kalian pikir bisa membunuhku dengan mudah? aku ini wakil pangeran kegelapan di dunia ini. kalian hanyalah sampah bagi kami."
"Apa maksudmu?" tanya Ye Chen yang sedikit tertarik mendengar ucapan patriark sekte.
Patriark sekte hanya tersenyum memandang Ye Chen. "Kau akan tau sendiri nanti."
Sedikit rasa kecewa nampak di muka Ye Chen. "Kalau begitu tak ada yang perlu kita bicarakan lagi."
"Tarian Pedang Jiwa..."
Sembilan klon pedang tercipta dari pedang Ye Chen, lalu disusul pedang-pedang yang lain.
Hanya Lu Ping yang tidak ikut menyerang dengan klon pedangnya.
Tadi, lewat suaranya, Ye Chen memintanya membuat klon pedang disamping pedangnya. "Aku akan melakukan sesuatu." pintanya.
Klon pedang Ye Chen bergerak cepat, menancap dalam membentuk sebuah lingkaran mengelilingi patriark sekte kegelapan.
"Kakek sekarang."
Wuss...
Klon pedang milik Lu Ping bersinar sangat terang, semua kekuatannya Ia pertaruhkan di sini.
Sekarang giliran panglima Cia melesakkan tehnik pedang anginnya, muncul di sela-sela klon pedang Ye Chen dan Lu Ping.
Aaahhh...
Teriak patriark sekte kesakitan ketika siluet pedang angin mengiris tubuhnya dari pinggang ke bawah.
"Kubunuh kalian semua...!"
Buummm...
Energi yang sangat besar tiba-tiba meledak dari tubuh patriark, semua klon pedang hancur dan hilang dalam sekejap.
"Tidaaak...! apa yang terjadi? kenapa bisa begini?" Patriark sekte tampak sangat bingung, Ia tidak tau apa yang terjadi, seharusnya tadi kekuatannya akan bertambah.
Ye Chen berjalan mendekatinya sambil tersenyum. "Lihat," katanya sambil menunjuk luka kecil di seluruh tubuhnya yang terus mengeluarkan darah tanpa Ia sadari.
Bukan sekedar luka, tapi Ye t dengan cerdik menusuk dan menyegel titik syaraf di tubuh patriark, terutama bagian kakinya.
"Kau terlalu mengaggap remeh, makanya kau lengah."
"Hahaha... sini kuberitahu sebuah rahasia," panggil patriark sekte. "Selamat datang di dunia Iblis hahaha...."
Tubuh patriark terkulai lemas di tanah. "Dia bunuh diri." gumam Ye Chen setelah memeriksanya dan kemudian memenggal lehernya untuk menjaga kemungkinan patriark bangun lagi.
Setelah patriark tewas, dimensi markas bergoyang. Di langit terlihat seperti ada retakan-retakan kecil.
"Cepat, tinggalkan tempat ini."
Entah siapa yang mulai berteriak, yang pasti markas sekte kegelapan sekarang telah kosong, semua orang keluar dengan tergesa-gesa.
Hanya Ye Chen yang tinggal, berdiri sendiri di dekat pintu keluar.