
"Sebenarnya, perangkap seperti apa itu, lubang hitam itu seperti yang ada di dimensi waktu itu." tanya Baojing.
"Sayang sekali kau tidak mau mencobanya, padahal aku ingin lihat sampai sejauh mana perangkap itu bekerja," kata Ye Chen dengan gaya sedih. "Nah biar kuberitahu, perangkap itu akan memenjarakan siapa pun yang terperangkap dalam ruang yang sangat gelap. Tubunya akan masuk ke lubang hitam penjara."
Baojing tersenyum kecut, "Kalau ada aku, tidak masalah, aku bisa menariknya kembali. Ah sudahlah, kita harus berangkat sekarang."
...
Tidak ada yang ikut bersama Ye Chen selain Baojing, selain karena harus meningkatkan kekuatan, desa pun harus siaga, menjaga kemungkinan akan adanya serangan lagi.
"kemana kita akan pergi?" tanya Baojing setelah keluar dari perbatasan desa.
"Ke Timur, kekaisaran. Panglima Du pasti sudah menunggu, aku juga akan membuat sebuah portal penghubung."
Panglima Su sudah kembali, Ia ditemani nona Xiao Yun memeriksa kondisi kekaisaran sekaligus mencari korban yang masih selamat. Sementara Ye Chen ingin membuat beberapa portal yang menghubungkan Timur, Barat, Utara dengan desa Ye.
Sepanjang perjalanan, Ye Chen kerap menumpas habis setiap gerombolan pengacau yang biasanya selalu saja muncul untuk mengambil kesempatan ketika situasi sedang kacau.
Pernah sekali waktu Ye Chen menghancurkan sebuah markas gerombolan dan membunuh dengan sadis setiap orang di sana. Sepak terjangnya sangat menakutkan karena bukan saja terbunuh melainkan tewas dengan kondisi sangat mengenaskan. Kalau ada korban terbunuh dengan tangan, kaki atau anggota tubuh lainnya terpisah, atau dengan luka yang terlalu banyak, bisa dipastikan itu adalah perbuatan Ye Chen.
Baojing kadang hanya menggeleng saja melihat ini, Ia juga tak berusaha mengingatkan dan kadang malah mengikuti perbuatan Ye Chen.
Berita tentang adanya pembunuhan ini sudah tersebar kemana-mana, bahkan telah sampai ke tempat panglima Du, sedangkan Ye Chen masih jauh di sana.
Jika melihat dua orang lewat, yang satu kadang berjubah hitam yang satu lagi seorang pria tua, maka cepatlah menyingkir, jangan sekali-kali menyinggungnya atau berbuat tidak baik di depannya kalau tidak mau tewas mengenaskan.
"Yun'er apa kau sudah mendengar berita munculnya seorang pembunuh sadis?" tanya panglima Du di rumahnya.
"Apa kau takut?" goda Xiao Yun.
"Tentu saja tidak, menurutku itu juga bagus, lihat saja, kejahatan menurun sejak dia muncul. Seharusnya aku berterima kasih padanya dan mungkin akan mencarinya suatu hari nanti."
"Tidak usah mencarinya, sebentar lagi pasti orangnya muncul." kata Xiao Yun sambil tersenyum.
"Apakah kau mengenalnya? Dan untuk apa juga dia kesini."
"Kalau aku tidak salah menduga, dia pastilah tuan Ye."
"Eh, apa kau yakin?" Panglima Du meragukan ucapan Xiao Yun.
"Sangat yakin, aku tak pernah melihat ada yang sanggup melakukannya selain dia. Apa kau sudah lupa bagaimana cara dia bertarung dulu?"
"Benar juga," kata panglima Du setelah mengingat yang dulu. "Yun'er jangan marah, tapi apakah menurutmu itu tidak terlalu kejam? jujur saja aku kadang merinding dibuatnya."
"Kalau begitu bersiaplah, mungkin beberapa hari lagi tuan Ye akan tiba di sini."
...
Beberapa hari kemudian Ye Chen tiba, istana kekaisaran yang dulu berdiri megah, kini hancur, hanya beberapa bangunan saja yang tersisa. "Ini terlalu buruk." Batin Ye Chen melihat reruntuhan yang bahkan belum dibersihkan.
"Tuan Ye, anda datang? Bagaimana keadaan desa?" sambut Xiao Yun dan panglima Du.
"Desa baik-baik saja, semoga tak ada gangguan lagi," balas Ye Chen lalu menerangkan maksud kedatangannya. "Lalu apa rencana kalian setelah ini? Apa tak ada lagi yang selamat?"
Panglima Du menghela nafas, "aku sendiri tak tau harus bagaimana. Lihat saja, semua hancur, semua tewas. Hanya ada beberapa saja dari tokoh kekaisaran yang masih tersisa, itupun sudah pergi dan tak mau kembali lagi."
"Bagaimana kalau mendirikan sebuah sekte? Aku rasa itu cukup baik dan bisa membantu orang-orang di wilayah Timur ini." kata Ye Chen.
Panglima Du setuju, tak lama kemudian diresmikanlah sekte Du di benua timur dengan patriarknya adalah panglima Du sendiri, patriark Du.
Ye Chen melanjutkan perjalanannya, setelah memasang portal di bangunan sekte Du. Ia tidak pergi ke kekaisaran Han melainkan langsung pergi ke benua Barat, melihat keadaan Keluarga Lu, keluarga Gu dan keluarga Cia.
Sayangnya hanya Cia Sun yang dapat Ia temui, dan seperti panglima Du, Cia Sun juga mengikuti saran Ye Chen untuk membuat sebuah sekte, yakni sekte Cia, dengan Cia Sun sebagai patriarknya.
Portal yang menghubungkan desa Ye dengan sekte Du di timur dan sekte Cia di barat selesai, selanjutnya Ye Chen berencana pergi ke benua Utara. Tempat satu-satunya yang tidak terjadi malapetaka.
Kemungkinannya hanya dua, yakni karena Ye Chen tidak pernah pergi ke sana sehingga jejak aura cincin tak pernah ada dan kemungkinan kedua adalah bahwa dari sanalah orang berjubah hitam berasal.
"Baojing, apa kau yakin akan kembali?" tanya Ye Chen ketika mendengar Baojing tidak akan ikut, Ia memutuskan untuk kembali ke tempat guru baji dan berlatih lagi. Baojing hanya mengangguk.
Sepeninggal Baojing, Ye Chen terbang melesat ke arah utara. Sebagai seorang raja Iblis, tentu saja Ia dengan mudah bisa melayang di udara. Kultivasinya sudah setara atau sedikit lebih rendah dengan raja Iblis yang lain, bukan karena prosesnya tidak sempurna, tetapi lebih disebabkan oleh usianya yang lebih muda.
Seorang Iblis akan bertambah kuat seiring dengan usianya yang bertambah.
Pada kultivasi normal, seharusnya Ye Chen saat ini masih berada di tingkat Surgawi. Tapi karena proses khusus maka Ia melewati satu tahapan kultivasi dan berada di tingkat Dewa. Tehnik khusus yang Ia kembangkan setelah menjadi raja Iblis adalah penjara kegelapan, korbannya akan terlempar ke sebuah ruang yang sangat gelap, dingin dan lembab.
Benua Utara.
Sewaktu perang besar terdahulu adalah wilayah yang terpisah-pisah dan kemudian bersatu untuk keluar dari peperangan. Sampai sekarang sudah ada beberapa sekte besar yang berdiri dan diakui, terutama adalah sekte Yin yang menguasai sebagian besar wilayah utara.
Kultivator benua utara kebanyakan adalah kultivator tipe es, ini sesuai dengan iklimnya yang dingin.
Ye Chen memasuki gerbang perbatasan, tak ada penjaga di sana. Setelah berjalan cukup lama akhirnya Ia sampai juga di kota Shiyu, kota terbesar kedua terbesar setelah kota Shue. Pusat dari benua Utara.
"Apa kalian masih belum cukup mengikutiku?" Ye Chen membalikkan badannya, menghadang dua orang yang sejak tadi mengikutinya.