Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Teknik Tubuh Api Kirin


Degg...


Dada Ye Chen berdegup sesaat, Ia disadarkan oleh ucapan Giro. "Sangat berbahaya." ucapnya dalam hati. Segera Ia memejamkan mata dan menguatkan jiwanya agar tak terpengaruh lebih jauh.


"Aku ingin kau ikut." kata Ye Chen dengan tatapan mata yang tajam dan mencoba menembus masuk ke dalam jiwa Iblis Mema.


"Hahaha apa kau yakin? aku sangat mengenal Yeming ayahmu, Ia sangat pemaaf dan tak akan pernah melakukan pemaksaan."


"Ayah....." Ye Chen bergumam.


Iblis Mema tersenyum, "Benar sekali, Yeming ayahmu, sahabat sejati dan teman seperjuanganku adalah seorang yang bijak dan penuh kasih."


Ye Chen mulai terpengaruh lagi, Ia tertunduk dan tenggelam dalam pikirannya sendiri. "Ikutlah bersamaku, bersama kita bisa berjuang dan meneruskan cita-cita ayahmu, membangun kerajaan Iblis di seluruh alam." Iblis Mema terus saja mengucapkan kata-kata perjuangan dan lain sebagainya untuk mempengaruhi Ye Chen.


Inilah salah satu kekuatan Iblis Mema, Ia dengan kata-kata nya yang merdu dan indah bisa membuai lawannya yang tak memiliki jiwa yang kuat. Jika Ye Chen sampai terpengaruh dan ikut terbuai maka untuk sadar kembali sangatlah sulit, Ia akan menjadi budak Iblis Mema selamannya.


Sementara Giro yang berada dalam bayangan Ye Chen tidak bisa berbuat apa-apa, dirinya seperti terkunci karena ikut mendengar kata-kata Iblis Mema.


"Ya, mungkin lebih baik begitu, aku juga ingin melanjutkan perjuangan ayah." Ye Chen saat ini hampir terpengaruh sepenuhnya, batinnya masih berontak tapi itu sangat sulit, gelombang getaran dari kata-kata Iblis Mema seperti rantai yang mengikat.


"Dimana senjatamu? berikan padaku untuk kita jadikan lambang kekuatan dan perjuangan kita."


"Senjata... oh, pedangku." tanpa sadar Ye Chen mengangkat tangannya ke atas dan mengambil pedang hitam.


Iblis Mema terkesiap melihat pedang hitam di tangan Ye Chen. Ia semakin menguatkan pengaruhnya agar pedang itu bisa Ia dapatkan.


"Ibumu sangat lembut, kita akan membalasnya dengan pedangmu. Sekarang serahkan pedangmu oadaku." Iblis Mema tersenyum lebar, kalau pedang sudah berada di tangannya, Ia akan langsung menikam Ye Chen.


Ye Chen perlahan-lahan menurunkan tangannya, mengangsurkan tangan hendak menyerahkan pedangnya. Namun pedang hitam di tangan Ye Chen berdengung keras dan bergetar seolah tau apa yang akan dilakukan Ye Chen.


"Ibu...


Mula-mula Ye Chen biasa saja saat mengucapkan kata Ibu. Dalam pikirannya, Ia harus membalas perlakuan yang diterima oleh Ibunya seperti yang diucapkan Iblis Mema. Tapi saat menyusuri kehidupan Ibunya sampai ke alam Peri, seketika terbayang wajah puteri Jia yang lembut kemudian Paman dan orang-orang yang membantunya di alam peri.


Perlahan muncul juga orang-orang yang selama ini Ia kenal.


Iblis Mema merasa ada yang salah, Ia mulai merasakan penolakan dari dalam jiwa Ye Chen. "Sial, harinya aku tak menyinggung Ibunya." umpatnya dalam hati.


Ia lalu menghunus pedangnya dan menikam Ye Chen yang masih berdiri ragu.


Trang...


Bunyi keras bergema saat pedang hitam berbenturan dengan pedang ditangan Iblis Mema, pedang hitam seperti mengenal bahaya dan bergerak sendiri.


Iblis Mema tak tinggal diam, Ia dengan cepat mengirim serangan kedua saat serangan pertamanya gagal. Kesempatan ini tak mungkin Ia lewatkan begitu saja.


"Tuaaan....


Giro berteriak keras saat kesadarannya mulai pulih, namun masih belum bisa keluar dari bayangan Ye Chen.


Kwaaak...


Braakk...


Rajawali berteriak keras dari atas langit sebelum turun, menghancurkan atap bangunan dan menghadang serangan pedang Iblis Mema.


Clebb...


"Burung bodoh, kubunuh kau." teriak Iblis Mema dangan marah, Ia kembali melakukan serangan cepat setalah mencabut pedangnya.


Rajawali sendiri sudah tidak bisa melawan lagi, serangan ini pasti akan membunuh Ye Chen dan dirinya.


Clebb...


Kali ini Giro yang menahan serangan ini, dada kanannya ditembusi pedang sampai ke belakang. Jika dalam keadaan normal, Giro pasti bisa menghindari serangan ini, paling tidak serangan ini tidak sampai membuatnya terluka parah.


"Panglima Giro! hahaha tak kusangka bisa bertemu lagi denganmu. Pantas saja sangat susah membujuk anak kepar**t ini, rupanya itu karena ulahmu." Iblis Mema cukup terkejut dengan munculnya Giro.


"Ja-jangan lakukan itu."


"Baiklah, aku aka membunuhmu terlebih dahulu bersama burung bodoh itu."


Iblis Mema menarik kembali tangannya dan bersiap menebas Giro dan Rajawali sekaligus.


Trang...


"Akulah lawanmu." Ye Chen akhirnya sadar. Sejak munculnya Rajawali, jiwanya terus berontak mencoba melepas diri dari rantai yang mengikatnya.


"Maafkan aku...." kata Ye Chen kepada Giro dan Rajawali. "Kalian istirahatlah, jangan khawatir, aku baik-baik. Terima kasih." setelah itu, Ye Chen mengibaskan tangannya, mengirim Giro dan Rajawali untuk beristirahat dan memulihkan diri dalam cincin dimensi.


Ia yang ingin merahasiakan tentang cincin dimensi kepada Giro terpaksa melakukan itu karena mereka berdua tak akan sanggup bertahan jika masih terus berada di luar. Bukan saja karena ada Iblis Mema tapi masih ada banyak makhluk terkutuk yang mengepung bangunan itu.


"Bersiaplah." kata Ye Chen dingin. Ia melepas semua energinya sampai puncak, urusan ini harus dibereskan secepatnya. Kalau tidak mungkin Giro dan, Rajawali akan tewas kalau tidak cepat diobati meskipun Ia telah memberikan mereka pil pemulih.


"Hanya itukah kemampuanmu yang kau andalkan?" Iblis Memo juga membuka kekuatannya. Tak lupa Ia memberi tanda untuk kepada makhluk terkutuk untuk membantu.


"Kau boleh mencobanya."


"Tehnik Tapak Semesta." gumam Ye Chen dan langsung mengirim bola api besar dan memusnahkan hampir separuh makhluk terkutuk.


Andai saja Iblis Mema tak menahan serangan itu, mungkin korbannya akan lebih banyak lagi.


Trang...


Trang...


Pedang beradu, Ye Chen dengan langkah cahayanya bukanlah tandingan Iblis Mema dalam hal kecepatan.


"Anak ini kuat." batin Iblis Mema. "Hahaha bagus, teruslah berjuang karena ini adalah hari terakhirmu menghirup udara bebas." lanjut Iblis Mema lagi. Kata-kata ini bukanlah kata-kata biasa saja karena getarannya yang menusuk jiwa kerap kali menganggu serangan Ye Chen.


Ye Chen sangat kewalahan. Jika Ia menyerang dengan pedang, satu makhluk terkutuk akan menghadang nya sehingga Iblis Mema bisa terhindar dari bahaya. Makhluk terkutuk tidak akan mati, mereka hanya akan tewas dibakar atau terkenal pukulan Qi tapi itu juga sulit karena setiap kali Ye Chen menggunakan serangan Qi, Iblis Mema selalu saja memblokirnya.


Hoss hoss...


Ye Chen terengah-engah, pertempuran ini benar-benar menguras stamina dan jawanya.


"Baiklah, saatnya menggunakan teknik Kirin." ucap Ye Chen dalam hati sambil menelan lima pil pemulih Qi.


Wusss...


Suhu udara ditempat itu seketika menjadi sangat panas. Ye Chen, yang menggunakan tehnik tubuh api milik Ye Chen berhasil.


"Bukankah itu teknik tubuh api milik Kirin?" ucap Iblis Mema dalam hati ketika melihat perubahan wujud Ye Chen, seluruh tubuhnya berubah menjadi api yang panas.