Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Warisan


Ye Chen tidak memperhitungkan lagi keberadaan Ushop maupun pemimpin agung yang ada di belakang nya, baginya, saat ini sudah cukup dan biarlah masa depan menjadi takdirnya sendiri. Yang paling penting adalah meningkatkan kekuatan sendiri, Ye Chen merasa kemunculan Ushop tidaklah sederhana itu.


"Pengrajin Mingdi, turunlah."


Segera setelah itu, Ye Chen memanggil pengrajin Mingdi turun. Semua hewan-hewan Iblis yang keluar dari lubang hitam sudah tewas, tak ada lagi tersisa.


"Tuan Ye, perahu terbang ini milik siapa?"


Pengrajin Mingdi tersentak kaget, di depannya sekarang berderet lima perahu terbang yang sangat besar dan kuat. Dari auranya bisa terlihat itu sama dengan milik Ye Chen, tapi ini lebih besar.


"Kakak Chen, besar sekali."


"Tuan Ye, ini..."


Berturut-turut datang juga Gu Xia dan yang lain.


"Ini rampasan perang. Selanjutnya itu adalah milik kalian, belajarlah menerbangkannya bersama pengrajin Mingdi."


Mata berbinar senang tidak bisa tidak ditunjukkan oleh Gu Xia dan yang lain. Ye Chen ini sangat murah hati.


"Kenapa, tidak mau? kalau tidak mau ya sudah biar aku simpan saja."


"Ha? mau, mau."


Jawaban mereka hampir serempak, dari awal memang ingin memiliki sebuah perahu terbang sendiri.


"Kalian pulihkan diri terlebih dahulu, aku dan pengrajin Mingdi akan memeriksa dan menetralkan aura nya terlebih dahulu."


Pada akhirnya, hanya Pengrajin Mingdi sendiri yang memeriksa nya, Ye Chen terlalu malas bahkan untuk mengedarkan kesadaran spiritual.


Namun, hanya empat perahu terbang saja yang diperiksa sedang kan yang satu lagi yang terlihat lebih mewah diperiksa oleh Giro.


Ini adalah perahu terbang milik Ushop.


Satu jam kemudian.


"Tuan Ye, anda harus ikut aku ke atas." pinta Giro.


Ye Chen mengangguk, pasti ada sesuatu yang penting di sana.


"Tuan, coba lihat. Ini seperti nya sebuah peta." kata Giro, Ia sengaja membawa Ye Chen karena peta itu tidak bisa dibawa dari perahu terbang.


"Tuan Ye, tiga perahu terbang berisi sumber daya material dan satu lagi berisi orang-orang yang mengaku dari alam atas."


Pengrajin Mingdi akhirnya muncul dengan laporannya,m dan orang-orang itu adalah tawanan yang Ushop tawan dari tiga tambang dan salah satunya adalah orang-orang Yue.


Dan tentu saja mereka tidak mau mengaku dari alam mana, cukup dengan mengatakan dari alam langit saja.


Ketika Ye Chen melihat para tawanan ini, dia semakin yakin akan pilihan rencananya. Lalu memanggil pangling Du dan yang lain.


Di ruang kapal Ye Chen.


"Panglima Du, Xiao Yun, adik Fei, adik Lu Jia berdua dan adik Xia. Setelah ini, kita akan berpisah, aku akan mengurus sesuatu."


Ye Chen berhenti sejenak, melihat reaksi mereka dan seperti dugaannya, mereka kecewa dan enggan.


Tapi Ye Chen tersenyum dan berkata, "Aku akan kembali lagi, orang-orang yang menjadi tawanan itu harus diantar ke tempat asalnya."


"Kakak Chen, apakah kami menjadi beban?"


Gu Xia tertunduk sedih diikuti yang lain, secara samar memang mereka merasakan ini. Bukan hanya kuktivasi yang rendah tapi pengalaman tempur juga sangat minim.


Tapi Ye Chen berpikir lain, meskipun ucapan Gu Xia memang betul. Hanya saja Ye Chen tidak mau mengatakannya langsung, sungguh tidak bijak.


Yue berkomunikasi dengan orang-orang nya menggunakan kristal komunikasi, setelah berada di sana bersama Yao kakaknya, dia mengirim auranya ke kristal komunikasi.


Dari sinilah Giro mendapati aura sama Yue, sebelum kristal komunikasi nya di sita oleh Ushop.


"Kapal yang paling ujung, untuk desa Ye, sisanya untuk sekte Du, sekte Chu di utara, adik Gu dan kedua adik Lu."


Lu Jia dan Lu Jia Li tinggal bersama jadi di Kekaisaran Barat atau yang sekarang bernama Kekaisaran Cia.


"Semua harta di atas perahu terbang bagi rata untuk semuanya. Aku harap ketika nanti aku kembali, kalian semua sudah berada di tingkat Surgawi."


Pengaturan ini sekaligus membenarkan ucapan Gu Xia sebelumnya. Lagipula harta di setiap perahu terbang itu bahkan bisa membuat satu pasukan besar di tingkat Surgawi.


Memang tidak ada pil atau senjata di sana, tapi sumber daya pembuatan pil dan senjata sangat melimpah.


Harta uji adalah hasil jarahan Ushop dan bawahannya atas tiga tambang utama dari tiga alam.


Namun, masih ada satu perahu lagi yang tersisa. Tadinya Ye Chen akan memberikannya kepada kekaisarn He di sebelah wilayah sekte Du tapi Ye Chen tidak terlalu dekat jadi Ia membiarkan berada di desa Ye.


Biarlah kakek Sing yang akan memutuskannya nanti, pikirnya.


Kemudian,


Ye Chen membuat portal langsung ke desa Ye dan mengirim mereka kembali pulang.


"Pengrajin Mingdi, aku akan merepotkan anda lagi." ujar Ye Chen.


"Hehe tidak masalah."


Tugas selanjutnya Pengrajin Mingdi adalah memberi pelajaran menerbangkan perahu terbang.


"Baiklah sampai jumpa lagi."


Ye Chen dan Giro pun pergi diikuti pasukan seratus setelah menutup portal yang dilalui oleh Pengrajin Mingdi dan lainnya.


Para tawanan untuk sementara tetap tinggal di sana. Kristal komunikasi sudah diambil kembali dan mengirim sinyal ke tuan masing-masing tawanan. Dalam waktu dekat, pasti akan ada yang datang menjemput mereka.


Di sebuah tempat di kedalam wilayah selatan.


"Tuan, sepertinya di sana"


Giro menunjuk sebuah area yang masih tertutup awan, itu adalah area yang ditunjuk dalam peta di perahu terbang Ushop.


Di dalam peta, hanya tersisa titik ini saja yang belum belum ditandai, artinya Ushop belum bisa menembus area ini.


Ada rangkaian yang rumit pada awan, itu adalah sebuah aray yang pelindung, namun ketika Ye mencoba meraihnya, awan itu tersibak begitu saja seperti tidak pernah ada di sana.


Tapi anehnya Giro tidak bisa masuk, Ia seperti ditolak oleh sebuah kekuatan yang tak kasat mata.


"Apakah ini karena kunci peninggalan ayah?"


Ye Chen memegang kunci portal yang biasa Ia pakai yang juga merupakan warisan dari raja iblis Yeming. Kunci itu untuk pertama kalinya membuat gerakan dan berdengung saat mendekati area yang tertutup awan itu.


Lalu Ye Chen menarik kesimpulan bahwa kunci itu memang disiapkan untuk masuk.


Area, di balik awan tidak terlalu lebar, hanya seukuran sebuah kamar tidur biasa dan di sana hanya ada sebuah batu besar dengan sebuah cekungan kecil yang mirip seperti lubang kunci.


Clak...


Bunyi kecil terdengar saat Ye Chen memasukkan kunci portal ke dalam cekungan disusul retakan kecil yang semakin meluas di atas batu.


Terakhir, batu besar itu hancur berkeping-keping, menyisakan sebuah kotak kecil yang melayang di udara, dikelilingi aura yang dingin dan pekat.