
Sukses memisahkan antara air dan bubuk obat tidur, Ye Chen mencoba eksperimen lain yaitu mencampur arak dan obat tidur.
Kenapa tidak membuat saja obat tidur yang lebih kuat? jawabannya adalah karena anggota sekte kegelapan akan curiga. Mereka adalah kultivator, meskipun Ye Chen bisa membuat obat tidur Tanpa rasa dan warna tapi tetap saja akan menimbulkan sedikit kecurigaan.
Apalagi bubuk obat tidur ini akan Ia campur dengan arak, masalahnya adalah bubuk ini masih terlalu sedikit.
Paling tidak Ia harus mengambil satu tong air yang ada di asrama anggota sekte.
Sambil menopang kepalanya dengan satu tangan, Ye Chen berpikir bagaimana cara mengambil tong air di asrama tanpa menimbulkan masalah.
"Hah sudahlah, yang penting ambil dulu. Masalah lain dipikirkan nanti." ucapnya lalu kembali ke markas sekte, tepatnya ke asrama anggota sekte.
"Eh kemana semua orang...? senior," panggil Ye Chen kepada seorang anggota yang terlihat terburu-buru. "Kenapa asrama sepi? kemana semua orang pergi?"
"Ayo cepat, tetua kiri mengumpulkan semua anggota. katanya ada penyusup dan ingin memeriksa semua anggota."
Bahaya, bisa ketahuan kalau begini pikir Ye Chen "Aku ke asrama sebentar, ada yang tertinggal." sahutnya lalu pergi tanpa menunggu.
Sesampainya di asrama, Ye Chen dengan sigap mengambil tong yang penuh air bercampur obat tidur, tidak peduli kehebohan yang akan terjadi nanti.
"Ini kesempatan, tidak boleh membuang waktu." batinnya kemudian keluar dan berendap-endap mencari kesempatan untuk segera keluar markas.
"Berhenti...!"
Seorang penjaga membentak Ye Chen yang saat ini sudah berada di hutan pintu masuk markas.
"Senior, ada apa?"
"Jangan berlagak bodoh, kau mau kemana? semua anggota saat ini tidak ada yang boleh meninggalkan markas."
"Tapi aku ada tugas luar." Ye Chen membantah.
"Tidak bisa! kau harus kembali, ini perintah langsung dari tetua."
Ye Chen yang tidak ingin berlama-lama di sini tersenyum dan mendekati penjaga ini
"Senior, apa anda hanya sendiri saja?"
"Tentu saja, sudah kukatakan semua sedang berkumpul."
"Apa anda tidak ikut diperiksa, senior?
"Tentu saja tidak, aku ini orang yang bekerja di gedung kiri. itulah kenapa aku yang berjaga."
Hehehe...
Ye Chen mendekati penjaga dengan senyum, "Mau apa kau?" kata penjaga yang merasa tidak nyaman. "Tidak ada, aku hanya ingin menyapa senior lebih dekat saja."
Tapi yang terjadi selanjutnya adalah Ye Chen memukulkan tapaknya tepat di dada penjaga, dan membuatnya tewas seketika.
Tak ada darah, penjaga tewas dengan darah membeku, karena Ye Chen menggabungkan energi dingin dan tapak jiwanya.
"Baru tingkat Bumi tengah saja berani membentakku." kata Ye Chen lalu membuka jubah penjaga dan menyeretnya sampai keluar markas.
Kini tinggallah Ye Chen sendiri yang berperan sebagai penjaga "Sekarang tinggal menunggu penjaga pengganti datang." batinnya.
Tidak berapa lama datanglah penjaga pengganti seperti perkiraan Ye Chen, dan dengan sekali perintah, penjaga ini menceritakan proses pemeriksaan di gedung kiri.
Meskipun agak aneh, namun penjaga ini tetap menceritakan semuanya.
Jubah yang Ye Chen kenakan adalah jubah petugas gedung, semua anggota tau dan mengenalnya, itulah kenapa Ye Chen sangat dihormati.
Hehe berguna juga jubah penjaga sampah itu pikir Ye Chen sambil melenggang menuju gedung kiri, Ia tak lagi kuatir ketahuan atau ditanya oleh penjaga gedung.
Ye Chen bergerak bebas, tak ada yang menaruh curiga padanya.
Selain karena jubah yang Ia pakai, juga karena tetua gedung tidak menemukan penyusup setelah memeriksa semua anggota dan dengan yakin berkata tidak mungkin ada orang yang menemukan dan berani masuk ke markas mereka.
"Senior, anda istirahat dulu biar aku yang menggantikanmu."
"Kau serius?" kata penjaga yang ingin Ye Chen gantikan.
"Tentu saja, lagipula aku masih kuat, tenang saja. Aku yakin senior pasti lelah dan bosan di sini terus."
"Kau benar, dari kemarin tak pernah ada yang datang menggantikanku."
"Tapi senior aku penasaran, apa yang di balik ruangan sana? maaf aku baru saja bertugas menjadi penjaga gedung ini.
"Ruangan yang di sebelah kiri itu khusus untuk tawanan yang baru, sedangkan yang kanan itu khusus untuk yang sudah terpilih."
"Terpilih apa senior?" tanya Ye Chen penasaran.
"Hais kau ini, mau menggantikan jaga atau mau nanya-nanya."
"Senior... nanti aku akan repot kalau salah, senior sendiri nanti akan terseret karena tidak memberitahu dengan jelas." bujuk Ye Chen.
Benar juga pikir si penjaga "Mereka adalah budak yang sudah memiliki majikan dan yang di ujung sana adalah ruangan untuk pengantin patriark."
"Kalau gedung kanan itu?"
"Aku kurang paham kalau itu, tapi sepertinya itu ruang alkemis karena semua pil dan air yang di asrama itu asalnya dari sana."
Penjaga yang terbujuk oleh Ye Chen ini juga menerangkan bahwa gedung utama adalah tempat tinggal patriark dan di sanalah artefak pangeran kegelapan berada.
"Sudah, aku pergi. Baik-baiklah kau berjaga."
Ye Chen hanya mengangguk, Ia tidak sabar untuk segera memeriksa ruangan di depannya.
Di dalam gedung ini Ye Chen tidak bisa sembarangan mengeluarkan kesadaran spiritualnya, takut terdeteksi seperti yang Ia alami tempo hari.
Satu yang sangat menguntungkan Ye Chen adalah tetua sekte ini sangat yakin dengan keamanan markas mereka, bahkan setelah merasa ada penyusup saja masih tenang dan tidak melakukan penjagaan tambahan.
"Song Fei...?" Ye Chen terkejut ketika Ia memeriksa sampai ke ujung ruangan.
Di atas pembaringan, Song Fei yang kedua tangan dan kakinya terikat juga kaget "tuan muda, tolong aku...." katanya lirih. Ia tak pernah menyangka bisa melihat Ye Chen lagi, dan di tempat seperti ini.
"Tenanglah," ucap Ye Chen yang masih berdiri di luar pintu dengan mengirim suara telepati. "Apa kau hanya sendiri? apa ada perangkap di dalam sana?" selidik Ye Chen.
Dengan tatapan sendu, Song Fei menggeleng, Ia juga tidak tau betul keadaan ruangan tempatnya ini.
"Sudah kubilang, tenanglah," ucap Ye Chen sambil tersenyum, berusaha menghibur Song Fei. "tunggulah aku akan menyelamatkanmu." lanjutnya lagi lalu memperhatikan keadaan sekeliling ruangan dan setelah memastikan aman, Ia baru berjalan dengan sangat hati-hati mendekati Song Fei.
Kondisi fisik Song Fei bisa dibilang tidak masalah, hanya luka lecet di beberapa bagian saja.
Yang jadi masalah adalah Ia tidak bisa mengumpulkan Qi, entah apa yang mereka berikan padanya.
"Telan dulu pil ini." kata Ye Chen sambil memasukkan pil ke dalam mulut Song Fei. "Aku pergi dulu, aku pasti akan kembali." sambungnya sambil tersenyum.
Tiba di luar ruangan, Ye Chen mengepalkan tangannya, matanya terpejam.
Meskipun sejak melihat Song Fei tadi Ye Chen Selalu tersenyum tapi dalam hatinya Ia benar-benar marah.
Ia tak akan pernah membiarkan orang yang kenal menderita di depan matanya
"Sekte kegelapan, tunggu saja. namamu akan kuubah menjadi sejarah." ucap Ye Chen lalu melangkah keluar gedung, niatnya sekarang adalah menyeliki gedung kanan.