
Jalan yang dilewati Ye Chen tidak terlalu lebar, hanya selebar lima meter dengan tinggi sepuluh meter, tidak ada yang istimewa dengan jalan ini hanya auranya saja yang lebih pekat dibandingkan dengan Hutan Mati.
"Kakak, terus saja, jangan pedulikan lorong lainnya." Suara Lanlan kembali terdengar, ini terjadi ketika Ye Chen ingin memastikan sebuah lorong yang tampak lebih kecil.
"Lanlan, aku hanya ingin memeriksa saja, mungkin ada sumber daya si dalam sana."
"Tidak ada, semua itu hanyalah ilusi. Harta sebenarnya berada di tengah makam."
Ye Chen pun mengangguk, jika pun ada, pasti itu sudah hilang diambil orang yang masuk lebih dahulu.
Semakin jauh Ye Chen berlari semakin pekat juga aura jahat yang terasa. "Aura ini? apakah ada yang salah?" Ye Chen merasakan aura yang tampak familiar namun, itu berbeda, yang ini lebih kuno dan dalam.
Lorong ini berakhir di sebuah ruangan yang cukup luas, sekitar tiga ratus meter. Apa yang paling mengesankan dari ruangan ini adalah aura kematian yang seratus kali lebih kuat dari pada si luar.
Tepat di tengah-tengah ada sebuah peti mati kuno berukuran lima meter. Peti mati ini melayang di atas sebuah kabut hitam, dari dalam kabut inilah aura kematian itu berasal.
Ye Chen melihat sekelilingnya dan mendapati hanya ada dua puluh orang yang ada. Ketika berpikir kemana yang lain pergi, matanya melihat tumpukan tulang yang berserakan di sekitar kabut.
Ini pasti orang-orang yang baru masuk, pikir Ye Chen. Dia berjalan untuk memastikan namun suara dari Lanlan melarangnya.
"Kakak, jangan dekati kabut itu? apa kakak tidak melihat kalau mereka sedang di ekstrak?" Lanlan tampak sangat gugup ketika mengatakan ini.
"Apa sebenarnya kabut ini? dan apa hubungnnya dengan peti mati itu?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Yang jelas semua penghuni di Hutan Mati tidak ada yang berani mendekati makam ini."
"Lalu darimana kamu tahu kalau ada mutiara yang bisa membantumu dan lainnya? dan kenapa juga kamu memintaku datang kesini?"
"Ka-kakak, aku tentu saja tahu dan perihal meminta kakak kesini karena aku yakin kakak pasti bisa mengambil mutiara itu. Lagipula apa kakak tidak mau membantu adikmu ini?"
Lanlan berlari ke pojok, meringkuk dan berkata tidak berani dan tidak akan pernah mau keluar.
Ye Chen membeku karena ucapan Lanlan, kalau saja Ye Chen tahu keadaan di dalam ini, mungkin dia tidak akan masuk, atau paling tidak melakukan persiapan dan tidak akan masuk begitu saja.
"Semuanya, tolong dengarkan aku!" Seorang pria berwajah cukup tampan namun memiliki tatapan dingin berseru. Tubuhnya ditutupi sisik hitam yang setiap waktu berkedip.
"Peti mati ini pasti menyimpan harta yang bagus, kita harus bekerja sama menghancurkan terlebih dahulu." Sambungnya lagi, senyum licik sekilas terlihat di bibirnya.
Sebelumnya, orang-orang yang datang terlebih dahulu mencoba menghancurkan peti mati, tak ada kerja sama di antara mereka, bahkan sesama mereka juga saling menyerang.
Tapi karena kekuatan mereka semua hampir setara, ditambah tekanan di tempat itu maka pertempuran pun akhirnya berhenti.
Mereka yang tewas atau terluka sangat sulit untuk sembuh di tempat ini dan pada akhirnya sebuah kekuatan misterius dari dalam kabut itu menariknya mendekat lalu mengekstraknya sampai tinggal tulang yang tersisa.
"Bagaimana dengan harta nya?" seseorang berkata.
"Kita bisa merundingkannya nanti, aku juga tidak memaksa tapi akan sia-sia kalau kita tidak melakukan sesuatu." kata pria itu lagi.
Ye Chen yang terus menatap pria ini tiba-tiba menyadari sesuatu. Ya, aura yang sejak tadi dia rasakan begitu memasuki tempat ini berasal dari pria itu.
Dan yang lebih mengejutkannya adalah ada aura yang samar dari dalam peti mati yang mirip dengan pria di depannya itu.
'Ini ras Iblis. Ya, tidak salah lagi. Dan yang ada di dalam peti mati itu pasti dari ras Iblis juga." Ye Chen memikirkannya dalam hati.
Dimensi ini berhubungan dengan warisan, kalau tebakannya benar maka... Ye Chen sadar, ini tidak sederhana, mungkinkah orang itu sengaja melakukannya?