
Hanya tiga kali ayunan pedang, sepuluh orang tewas begitu saja. Ye Chen bahkan tidak mengeluarkan keringat. Ya, sepuluh orang ini, meskipun berada di puncak kultivasi Surgawi tapi mereka bukanlah jenius, kemampuan mereka bukanlah tandingan Ye Chen. Apalagi fakta bahwa mereka tidak saling mengenal sebelumnya jadi serangan gabungan mereka juga tidak terfokus.
"Jangan melihatku seperti itu, aku sudah punya istri, pergi dan kumpulkan cincin penyimpanan."
Tambahan sepuluh cincin penyimpanan cukup membawa suasana baik bagi Ye Chen dan Hong Shin. Selanjutnya tinggal menyusuri jalan kembali untuk menjalankan rencana semula, yaitu menunggu dan merampok siapa pun yang akan keluar dari dimensi Perang Kuno.
Terkadang apa yang sudah direncakan dengan baik bisa meleset, seperti halnya rencana Ye Chen.
Saat mereka menyusuri jalan kembali, mereka tidak menemukan jejak sebelumnya, malah perjalanan ini membawa mereka ke sebuah kawasan hutan yang sangat gelap, aura kematian dan teror sangat terasa, merembet dari dalam hutan.
"Senior, apa kita akan masuk?" Meskipun Hong Shin bertanya, tapi hatinya sangat gugup.
"Tentu saja, tapi kita harus bersiap dulu. Hutan ini tidak sederhana."
Ye Chen lalu memutuskan mencari sebuah gua tersembunyi yang memang banyak terdapat di sekitar hutan.
Di dalam gua. "Hong Shin, aku akan bertanya sesuatu padamu. Apakah kamu akan kembali ke sekte setelah keluar dari sini?"
"Aku masih belum tau. Untuk apa kamu menanyakan itu? apakah kamu tidak akan kembali?" Hong Shin menebak-nebak apa yang akan Ye Chen katakan.
"Jujur saja, aku tidak suka dikekang, aku selamanya bebas dan pergi kemana pun yang aku inginkan."
Ye Chen juga mengatakan kalau dia hanya akan memberikan warisan sekte Pengobatan Ilahi jika memang dan dia mendapatkannya lalu dia sendiri akan pergi.
Menurutku, kamu orang baik dan bisa dipercaya. Kalau kamu mau ikut denganku maka tentu aku tidak akan menolak namun, perjalanan ku ini penuh dengan bahaya, hidupmu bisa berakhir kapan saja."
"Apa tujuan senior?"
"Tujuanku ada dua, pertama mencari sisa-sisa keberadaan guruku dan yang kedua, mencari seseorang. Yang kedua ini aku yakin suatu saat bisa mencarinya."
Ye Chen percaya saja dengan Hong Shin tapi tidak menyebutkan detail tujuannya. Mencari Taman Surgawi tempat gurunya adalah tujuan utamanya sejak menginjakkan kakinya di alam Surga Ilahi ini.
Seperti diketahui, Pohon Kehidupan ini beresonansi dengan Taman Surgawi, tempat asal tumbuhnya sebelum dipindahkan oleh gurunya dan ditanam di dimensi Batu Jajar, kemudian Ye Chen menanamnya kembali di dalam cincin semestanya.
Yang kedua tentu saja mencari Yue, ingin memastikan keadaannya saja.
"Sepertinya ini lebih menarik dan menantang. Senior, asalkan kamu tidak menyimpang dan menindas yang lemah, aku ikut."
"Haha apa kamu pikir aku sejahat itu?"
Ye Chen senang dengan keputusan Hong Shin, "Satu lagi, aku punya musuh... "
"Tidak masalah siapa yang tidak punya musuh?" Hong Shin memotong ucapan Ye Chen, jalan kultivator adalah jalan kematian, lagipula siapa di dunia ini yang tidak punya musuh.
"Musuhku ras Iblis."
"Eh? ra...ras Iblis?" Hong Shin membeku, ini tidak biasa, kalau itu sekte atau kekuatan yang setara tidak masalah, tapi Ye Chen hanya sendiri dan sekarang ada dia juga. 'Aduh ini bukan mempunyai musuh tapi berjalan di jalan kematian.' batin Hong Shin.
"Kenapa, takut? hehe."
"Tidak, aku tidak akan menarik ucapanku."
"Bagus! nah sekarang, berkultivasilah, tiga hari lagi kita akan memasuki hutan itu.
Semakin keras dan berbahaya suatu tempat maka semakin baik pula kesempatan yang ada. Bahaya itu berjalan berdampingan dengan peluang, ini yang Ye Chen yakini, lalu Ye Chen masuk ke bagian dalam gua dan membuat pil.
Kali ini bahan sumber daya yang dimilikinya cukup banyak, Ye Chen bisa membuat banyak pil yang mungkin berguna di dalam sana.
Pil pemulih adalah yang paling banyak, pemulih Qi spiritual dan pil pemulih kejiwaan, ini bekerja di dalam ruang bisa dan bisa memelihara jiwa seseorang yang tersesat. Dalam hal ini disesatkan oleh apapun yang ada di dalam sana.