
"Nah saatnya kau kembali." kata Ye Chen kepada Lin Yungtao. Bukan apa-apa, jika saja perkiraannya benar maka dibalik kabut itu adalah mungkin masih ada Iblis lain atau bisa saja dimensi salah satu raja Iblis.
"Saudara Chen, bukankah dulu sudah kukatakan akan mengikutimu?"
"Aku tidak ingin memaksa, tapi jika kau mati, itu bukan tanggung jawabku. Karena mungkin saja di balik segel ini ada kawanan Iblis yang lebih kuat lagi."
"Aku bersedia," ucap Lin Yungtao yakin. "Oh ya bagaimana dengan kawanan Iblis yang di sana itu?" lanjut Lin Yungtao lagi.
Ye Chen tersenyum, "Tentu saja mereka akan tewas." bersamaan dengan itu, Ye Chen mengangkat tangannya "Tehnik Tapak Semesta."
Awan hitam terbentuk cepat di langit, tepat di atas kawanan Iblis, disusul turunnya bola-bola api yang cukup besar.
Hanya dalam waktu singkat seluruh kawanan Iblis itu tewas, bau seperti daging terbakar yang sempat tercium juga dengan cepat menghilang karena mereka berubah menjadi abu.
Lin Yungtao melongo kagum, "He-hebat... senior memang sangat kuat." kata Lin Yungtao yang kali ini memanggil Ye Chen senior. Baru kali ini Ia melihat kekuatan Ye Chen.
"Rajawali, kau bersama Lin Yungtao. Apa kau sudah siap?" Lin Yungtao mengangguk, lalu mereka masuk melewati segel dimensi itu.
Di luar dimensi.
Tetua Lan, muridmu dan satu orang murid dalam belum keluar, apa mungkin mereka terjebak di dalam sana?" kata tetua yang mengurus dan mendata murid yang berhasil keluar.
"Bagaimana hasilnya? mungkin ada murid lain yang mengenal mereka." kata tetua Lan.
"Belum ada tetua, tapi kami masih menunggu murid yang lain keluar."
Tak berapa kemudian datang lagi seorang pengurus yang bertugas mendata, "Lapor tetua, murid yang belum keluar itu bernama Ye Chen dan Lin Yungtao, menurut laporan beberapa murid, dua orang ini mambantu murid keluar. Mungkin sekarang mereka masih mencari jalan keluar."
"Baik, kau boleh pergi. Tetua Lan bahaimana menurutmu?"
Tetua Lan tampak berpikir sebentar, "Tunggu beberapa hari lagi, keputusan selanjutnya biar dewan yang memutuskannya."
Dua hari berlalu namun Ye Chen dan Lin Yungtao belum juga keluar, pembagian poin misi juga telah dilakukan agar para murid bisa menggunakannya dengan baik.
Hasil rapat dewan akademi yang digelar hari itu juga memutuskan untuk menutup dimensi itu karena dikhawatirkan ada Iblis yang nantinya bisa menyeberang.
Di dapur akademi.
"Maaf tetua, ada seorang gadis ingin menemui anda." lapor seorang penjaga.
"Tetua, namaku Yue dan aku adalah adik kakak Chen. Aku hanya ingin tau apakah kakak Chen sudah tidak bisa keluar dari sana lagi setelah dimensi itu ditutup?" Yue dengan wajah sedih bertanya kepada tetua Lan yang Ia tau adalah guru Ye Chen di akademi.
"Tenanglah, asalkan token yang yang diterimanya tidak rusak dia pasti bisa keluar."
"Benarkah?" wajah Yue berseri.
"Tentu saja. Tapi apa kau yakin kakakmu itu tidak tewas?"
"Kakakku sangat kuat tetua, tak mungkin Ia akan tewas." jawab Yue dengan penuh keyakinan.
Tetua Lan mengangguk, "Baguslah, aku cukup senang mendengarnya sangat kuat."
Di dalam dimensi.
"Tidak seperti yang kubayangkan," kata Ye Chen ketika menginjakkan kakinya di seberang segel.
"Poin?" Ye Chen yang mendengar ini sedikit terkejut.
"Tentu saja, apa kau lupa tugas utama kita adalah mengumpulkan poin?"
"Aku tidak mengerti." kata Ye Chen sedikit lesu.
Lin Yungtao tidak kaget lagi, "Begini, kita akan mengumpulkan inti siluman, senjata atau sumber daya. Nah nantinya semua itu akan ditukar dengan poin misi."
Ye Chen mengangguk mengerti, "Oh begitu, jadi nanti cukup disetorkan saja begitu?"
"Jangan bilang kau tidak mengambil kantung khusus untuk penyimpanan." kata Lin Yungtao yang kemudian menghela nafas karena tatapan Ye Chen sudah mengatakannya.
"Kenapa jadi susah, kan bisa disimpan di tempat lain untuk sementara."
Wajah Lin Yungtao berubah gelap, "Sudahlah, kau tak mengerti apa-apa, lupakan saja."
"Aduuh... kau ini, bukan begitu maksudnya." Lin Yungtao benar-benar dibuat pusing, ingin rasanya mengetuk kepala Ye Chen karena Ia masih saja protes. "Dengar baik-baik."
Kantung penyimpanan itu memang khusus dibuat untuk para peserta, jadi setiap ada peserta yang memasukkan sesuatu ke dalam kantung penyimpanan, maka tetua di luar sana akan mengetahui dan mencatatnya. Dengan begitu, tetua bisa tau mana yang baru saja di dapatkan dan yang yang sudah lama. Ini untuk menghindari kecurangan dan juga sebagai bahan perhitungan untuk menentukan siapa berada di posisi teratas. Tentunya ada hadiah yang menarik untuk itu.
kalau tau begitu, mungkin poinku sudah cukup banyak, pikir Ye Chen yang selama berada di dimensi membunuh cukup banyak siluman tapi tidak pernah mengambil intinya. Kalau tidak dimakan Rajawali, maka Ia akan segera mengekstraknya untuk bahan pil.
"Ingat, nyalakan tanda jika menemukan sesuatu." kata Ye Chen pada Lin Yungtao sebelum mereka berpencar.
"Tuan, di sana." seru Giro, menunjuk ke arah sebuah pusat energi.
"Aku tau." sahut Ye Chen
Ternyata tempat itu adalah sebuah bukit yang tertutup kabut hitam dan terdapat beberapa Iblis di sana.
Tanpa berpikir dua kali, Ye Chen langsung melesat bersama Giro, menyerang Iblis-iblis itu sampai tak ada yang tersisa, semua tewas. Namun sayangnya, di sana tidak terdapat tanda-tanda adanya sebuah celah dimensi yang Ye Chen cari.
"Sial, lalu darimana Iblis-iblis ini berasal?" keluh Ye Chen, merasa kecewa. Ia memutuskan untuk kembali ke tempat pertama tadi.
"Tuan, ada apa?"
"Aku baru ingat, ini adalah dimensi yang sama, hanya dibatasi oleh segel saja yang dibuat penyidik akademi." kata Ye Chen yang teringat saat tidak bisa menemukan ujung dari dimensi pertama.
Berpikir sampai ke sana, Ye Chen kembali terbang tinggi dan menggunakan kekuatan jiwanya untuk mendeteksi seluruh area. "Ketemu, ternyata di sana celah itu." gumam Ye Chen.
"Giro, pergilah ke tempat Lin Yungtao, tunggu aku di sana." Ye Chen memutuskan untuk tidak mengajak Lin Yungtao ikut serta. Menurutnya tempat itu masih terlalu berbahaya.
"Saudara Chen, ada apa? bilakah anda menemukan sesuatu?" Ye Chen sudah bersama Lin Yungtao lagi.
"Tidak ada, justru karena itu aku kesini. Nah apa yang kau temukan?"
"Coba lihat di sana." kata Lin Yungtao.
Ye Chen tersenyum, "Apa kau masih kuat?" tanyanya pada Lin Yungtao yang dijawab dengan anggukan.
Hari itu mereka habiskan dengan membunuhi semua Iblis dan siluman yang ada di sana. Lin Yungtao sangat bersemangat sekali, terutama karena banyak mendapat inti siluman dan lebih penting lagi karena mendapatkan pengalaman bertarung.