
Fenomena yang terjadi di atas laut Mati menarik perhatian Ye Chen, ini pertama kalinya Ia melihat ada kekuatan lain yang yang bisa membuat ilusi dan kehampaan.
Ilusi yang pernah dan bahkan bisa dibuatnya itu tidak terlalu menarik perhatian selain kestabilan nya saja. Yang lebih menarik perhatian Ye Chen adalah kehampaan yang ada di antara udara, tergantung bersama kekuatan ilusi.
Ada beberapa hukum mutlak di seluruh dunia, tiga di antaranya sudah Ye Chen kuasai yakni hukum ruang dimana Ia bisa memanipulasi portal dan bisa muncul dimana saja sesuai tanda yang dia ciptakan, kalau ada hukum waktu yang membuat Ye Chen bisa memanipulasi waktu. Ini seperti yang Ye Chen lakukan pada kebun tanaman herbal, dimana Ia memajukan waktu menjadi lebih cepat untuk menumbuhkan tanaman herbal.
Yang berikutnya adalah hukum ilusi. Hukum yang kerap Ye Chen lakukan saat membuat perisai ilusi untuk melindungi wilayahnya.
"Di sini benar-benar hampa." gumam Ye Chen saat berada jauh di atas laut mati. "Apa rahasiamu? apakah kamu muncul begitu saja dan kapan saja?" lanjut Ye Chen lagi.
Hukum keempat adalah hukum kehampaan, udara sama sekali tidak ada di sana. Saya rusak hukum ini sangat kuat, mula-mula seseorang yang terjebak di dalamnya akan merasa sakit kepala lalu nafas sesak kemudian tewas karena seluruh pori-pori di dalam tubuh akan mengkerut.
Dan Ye Chen sekarang berada di dalamnya, waktunya tidak lebih dari sepuluh menit saat Ye Chen keluar dari sana dengan wajah memucat dan dada sesak, seperti mau meledak.
Hosh hosh...
Nafas Ye Chen terengah-engah, lalu Ia melompat lagi dan masuk ke dalam kehampaan, lalu keluar lagi kemudian masuk lagi.
Semakin lama Ye Chen melakukan ini maka semakin lama juga dia di dalam kehampaan. Ada secercah harapan saat Ye Chen berada sedikit lama.
Ini adalah keberuntungan lain dalam perjalanan Ye Chen ke selatan, hukum ruang hampa bukanlah hukum yang bisa dipelajari atau dipahami dengan mudah.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Ye Chen melihat hukum kehampaan. Di saat melompati portal menuju ke portal lain, hukum kehampaan selalu ada di sekitarnya. Namun untuk bisa memahami nya, Ye Chen harus keluar dari jalur portal dan itu sungguh tidak mungkin dilakukan.
Barulah di wilayah selatan ini Ye Chen memperoleh kesempatan itu, jika dia tidak kuat, maka dia hanya perlu melompat keluar dari sana dan dia akan terbebas dari belenggu ruang hampa. Sedangkan jika Ye Chen melakukannya di ruang hampa yang ada di antar portal, dia tidak akan bisa ke mana-mana. Mau Melompat kembali ke jalur portal? itu tidak mungkin kecuali Ye Chen rela tewas dan meledak hancur karena kekuatan tubrukan yang berkali-kali lipat jauh lebih besar dari yang bisa Ia tanggung.
Sementara itu, dalam pengawasan penuh oleh Giro, panglima Du dan lainnya masih juga bisa membunuh iblis Kraten.
"Adik Yun, bawa semuanya ke sebelah kiri dan kalian pasukan seratus, bagi menjadi tiga kelompok, serang secara bersamaan sesuai aba-ana dariku."
Panglima Du sangat bersemangat, entah sudah berapa lama Ia tak pernah lagi memimpin sebuah pasukan. Pasukan seratus juga tidak berkata apa-apa, mereka tau panglima Du adalah seorang mantan panglima sebuah kekaisaran dan memang strateginya sangat jenius.
Tiga tentakel telah terpotong, sisa lima lagi. Namun, tidak butuh lama sampai tiga tentakel itu tumbuh kembali. Tapi ukurannya kurang dari setengah dari ukurannya yang asli.
Atas perintah panglima Du, tidak ada yang menyerang tentakel itu sampai tumbuh sempurna. Mereka menyerang tentakel lain. Dan hasilnya satu tentakel lagi telah terpotong lagi, sisa empat tentakel.
"Tembakkan Qi api ke dalam laut!"
Begitu suara ini hilang, ratusan bola api menyentuh permukaan laut dan membuatnya mendidih. Kraten tersentak dan menyelam jauh lebih dalam namun, ratusan anak panah mengejarnya dan melukai tentakel dan sebagian tubuhnya.
Kraten perlahan-lahan naik ke atas, mencoba menyergap panglima Du dan lainnya. Sayangnya dia sedikit ceroboh, tubuh yang besar dan tentakel yang sangat panjang membuat air laut sedikit bergejolak.
Panglima Du memberi isyarat tangan untuk mengepung Kraten dalam jarak tertentu.
Tepat ketika tentakel Kraten muncul di permukaan, tebasan demi tebasan saling susul memotongnya. Kraten yang merasa tertekan tiba-tiba menyemburkan tinta hitam dari mulutnya. Untungnya jarak mereka tidak terlalu dekat sehingga masih bisa menghindar namun percikan kecil tetap mengenai pakaian.
"Hati-hati cairan ini bersifat korosi."
Panglima Du yang berada paling dekat berseru, dia terkena sedikit percikan tinta Kraten.
"Aku punya rencana lain tapi tidak tau apakah kalian setuju atau tidak."
"Kita membagi jadi dua tim. Tim pertama menyerang dari dalam laut dan tim kedua dari atas. Tim pertama menggunakan pedang sedangkan tim kedua menggunakan panah."
Semua mengangguk setuju, ini memang jalan terbaik. Lima puluh pasukan seratus segera terjun ke dalam laut, menghunus pedang tanpa rasa takut. Sementara tim kedua menghujani Kraten dengan panah dari atas.
Strategi ini berhasil, Kraten tampak kerepotan diserang dari dua arah. Dia bingung harus menyerang yang mana terlebih dahulu.
Jika Ia fokus ka atas maka yang di dalam segera menyerangnya dan jika fokus ke dalam lautan maka yang di atas tidak memberikan celah untuk lolos.
Tinta hitam memenuhi lautan, lima puluh pasukan seratus telah naik ke perahu terbang disusul oleh yang lain. Kraten akhirnya tewas dengan tubuh terpotong-potong.
"Selamat! akhirnya makhluk itu tewas juga."
Giro menyambut panglima Du dan yang lain. Matanya berbinar, ini seperti yang diharapkan tuan Ye pikirnya.
Jauh di atas langit, Ye Chen saat ini sudah bisa berada lebih dari satu jam di dalam kehampaan. Rasa sesak yang menekan pernafasannya pelan-pelan dapat Ia redam.
Seperti cincin ruang dimensi yang hanya benda mati yang bisa berada di dalamnya, seperti itulah hukum kehampaan, makhluk hidup sama sekali tidak punya hak untuk berada di dalamnya.
Hukum kehampaan lainnya adalah dunia air, dimana hanya makhluk air yang bisa hidup di dalamnya, makhluk daratan tidak mungkin hidup di sana dan sebaliknya juga begitu, Ikan yang merupakan makhluk air tidak dapat hidup di atas daratan.
Kalau ini dilanggar, maka itu akan menentang hukum alam.
Ye Chen merentangkan kedua tangannya ke samping, seolah ingin merasakan kehampaan melalui semua pori-pori di tubuhnya.