
"Tetua Kun, dia adalah orang yang melukai wakil sekte di kompetisi kemarin." bisik salah satu orang yang menghadang Ye Chen.
Orang yang di panggil tetua Kun ini adalah salah satu pimpinan di sekte Yin, kultivasinya di tingkat Suci tahap tinggi. Pimpinan sekte ada lima orang dan semuanya di tingkat Suci tahap tinggi, patriark Sekte di tingkat Suci tahap puncak. Ia memperhatikan Ye Chen dari atas ke bawah.
"Oh rupanya kau orangnya, berani sekali kau melukai murid kami dan datang ke sini." katanya dengan angkuh, memandang rendah Ye Chen yang dalam pengamatannya hanya berada di tingkat Langit puncak.
"Sama saja," gumam Ye Chen, kecewa karena sikap seorang tetua yang sama dengan muridnya, selalu memandang rendah orang yang menurutnya lemah. "Aku kebetulan lewat dan aku dengar kalian mencariku. Nah sekarang aku di sini, katakan apa maksudmu mencariku." lanjut Ye Chen tanpa sungkan, sama sekali tidak memberi muka tetua Kun.
"Lancang!" seru tetua Kun mulai geram, biasanya orang-orang akan hormat dan kagum padanya, tapi Ye Chen tidak, Ia bahkan sama sekali tidak menganggapnya penting.
Meski begitu, tetua Kun masih tetap sabar, Ia merasa derajatnya terlalu tinggi untuk menghajar Ye Chen. "Katakan, kematian seperti apa yang kau mau."
"Hahaha kau terlalu memandang tinggi dirimu dan sektemu." Ye Chen tertawa keras, membuat tetua Kun semakin geram.
Dalam waktu singkat, tempat itu dipenuhi para murid sekte. "Panggil penjaga, tangkap dan, seret dia ke ruang tahanan." perintah tetua Kun, Ia sendiri lalu pergi dari sana.
Sementara itu Ye Chen hanya tersenyum, perhatiannya lebih banyak ke bangunan yang ada di dekatnya, tempat sebuah aura energi yang menarik perhatiannya.
Sepuluh penjaga mendekat dan mengepung, bersiap menangkap Ye Chen sesuai perintah tetua Kun. Selagi mereka mempersiapkan tehnik khusus, Ye Chen menepukkan kedua telapak tangannya. Sebuah energi tak kasat mata berbentuk lingkaran menghantam mereka, membuat mereka tersungkur di tanah dengan tubuh membiru, pingsan.
Ye Chen melangkah memasuki gedung, meninggalkan penjaga yang pingsan. Ia langsung menuju ruangan tempat aura itu berasal dan tanpa menemui kesulitan Ia membuka ruangan itu.
Wuss...
Angin yang sangat dingin menerpa, membekukan lantai dimana Ye Chen berdiri. Ye Chen buru-buru masuk ke dalam dan menutup pintu.
Di depan Ye Chen sekarang terdapat sebuah bola kecil berwarna biru terang yang kadang bergerak tidak beraturan. Dari sanalah aura dingin yang kuat itu berasal, dan juga menjadi sumber kekuatan dari sekte Yin yang biasa mereka pakai untuk berkultuvasi menyerap energi es. Entah apa jadinya kalau benda itu tidak berada di sekte Yin lagi.
Ye Chen tidak peduli, kalau saja orang-orang sekte Yin cukup ramah, mungkin Ia hanya akan membiarkan benda itu tetap di tempatnya, sayangnya hal itu tidak terjadi dan Ye Chen menginginkan benda itu. Mungkin benda itu bisa berguna untuk menguatkan energi dingin yang sudah ada dalam dirinya, atau mungkin suatu saat bisa berguna untuk hal lain. Setidaknya inilah yang Ye Chen pikirkan.
Tanpa kesulitan yang berarti, Ye Chen mengambil benda itu, memasukkannya ke sebuah kotak kecil dan menyimpannya di dalam cincin dimensi lalu pergi dari sekte Yin.
"Eh, putus?" gumam seorang pria tua di dalam ruangan terdalam di sekte Yin. Dari aura yang dipancarkannya, dapat terlihat bahwa dia adalah patriark sekte Yin. Patriark Pang.
Orang ini segera keluar, memanggil para tetua untuk melihat yang terjadi. Rupanya Ia memiliki ikatan dengan benda yang diambil Ye Chen.
"Apa! hilang? bagaimana bisa!? cepat cari sampai ketemu." perintahnya, sekte Yin tidak akan ada lagi tanpa benda itu.
Sekte Yin gempar, semua tetua bergerak cepat, mencari informasi. Sampai ketika berita ini di dengar oleh tetua Kun, Ia menjadi gusar sendiri dan melaporkan semua yang terjadi baru-baru ini. Tuduhan langsung mengarah kepada Ye Chen.
Patriark Pang memimpin sendiri orang-orangnya mencari Ye Chen, langsung menuju sekte Chu.
"Ternyata di sana." gumam Chu Xiong.
"Maksudmu benda itu?" tanya Ye Chen.
"Tuan, benua utara mempunyai riwayat yang sangat panjang. Akan kuceritakan garis besarnya saja." kata Chu Xiong.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa benua utara adalah tempat yang sangat dingin. Di lembah terdalam benua utara, sebuah benda kecil tercipta menjadi kristal biru yang menyerap energi dingin ini sampai ribuan tahun lamanya. Kristal ini kemudian menjadi rebutan banyak pihak, terutama para pemimpin sekte-sekte besar.
Terakhir, kristal ini berhasil direbut dan dibawa kabur oleh seorang kultivator ke benua selatan, tempat itu yang juga sangat dingin.
"Aku menduga benda yang tuan ambil itu adalah kristal tersebut." kata Chu Xiong mengakhiri ceritanya.
"Lalu apakah benua utara akan hancur jika kristal ini dibawa pergi dari sini?" tanya Ye Chen, merasa tidak enak juga kalau hal itu sampai terjadi.
"Itu hanya sebuah kristal yang menyimpan energi benua utara saja, tidak menutup kemungkinan masih ada yang lain lagi. Dan semakin lama digunakan, energi yang tersimpan di dalamnya juga akan habis, yang tersisa hanyalah kristal biasa."
"Oh begitu, aku mengerti. Oh ya kau kultivator tipe es kan? nah kristal ini untukmu saja." kata Ye Chen.
"Tidak tuan, jangan, itu milik tuan. Lagipula aku tak sanggup menyimpannya." Chu Xiong menolaknya, memang kristal itu sangat berguna tapi Ia tak mungkin sanggup untuk menahan lonjakan energi yang kadang keluar dari kristal.
"Nanti kupikirkan caranya," kata Ye Chen lagi. Ia mengerti, bahkan sekte Yin saja yang notabene berisi kultivator tingkat Suci sangat berhati-hati sekali. "Baiklah, aku pergi dulu, mungkin beberapa hari baru kembali."
"Apa tuan butuh ditemani?"
"Tidak perlu, aku akan pergi ke ujung benua." kata Ye Chen lalu melayang dan terbang melesat pergi.
"Tuan Ye sangat hebat sekarang, tak heran Ia sanggup menyimpan kristal itu dengan aman." gumam Chu Xiong sambil menatap Ye Chen yang berubah menjadi sebuah titik kecil di langit.
Keesokan harinya sekte Chu terus saja bergetar kuat, ada yang mencoba menghancurkan sekte. "Chu Xiong! keluar kau, cepat!"
Terdengar suara memanggil-manggil dengan penuh amarah, disertai hancurnya pelindung sekte karena dihantam terus-menerus.
"Patriark, mereka dari sekte Yin. Di pimpin langsung oleh patriark Pang." kata seorang tetua yang melapor.
"Patriark Pang, apa maksudnya ini? apakah sekte Yin sudah tidak menghargai sekte lain?" kata Chu Xiong begitu Ia tiba di depan gerbang sekte Chu. Matanya melirik hancurnya gerbang dan beberapa bangunan kecil di sana.
"Tidak usah banyak bicara, cepat seret keluar orang itu atau sektemu akan hancur hari ini." ancam patriark Pang.