Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Rahasia Menara Api


Pria tua di samping Ye Chen menggeleng pelan, kali berkata, "Bahkan kompetisi di dalam menara lebih ketat lagi, itu adalah niat dan berkah api dari sang Phoenix Agung."


Alam Phoenix, meskipun tidak semua yang ada di alam ini adalah keturunan langsung dari rasa Phoenix tapi tapi semua orang pasti menginginkan niat api Phoenix Agung dan menara api adalah satu-satunya tempat warisan dari sang Phoenix Agung.


Setiap orang berhak masuk ke dalamnya setelah penatua alam Phoenix membukanya.


"Anak muda, sepertinya kamu bukan berasal dari alam ini, aku mengerti, mungkin kami baru saja tiba di sini." pria tua melanjutkan lagi ulasannya.


Dan akhirnya Ye Chen mengerti, alam ras Phoenix bukanlah alam Phoenix tempat dimana dia berada sekarang, ada alam lain yang jauh di sana.


Menara Api adalah tempat yang menarik orang banyak datang.


"Lalu, bagaimana dengan leluhur Phoenix yang dulu ia temukan sekarat? yang inti kehidupan nya ada di dalam dimensi tubuhnya?"


Ye Chen tertegun sejenak, masih banyak sekali rahasia alam semesta yang belum Ia pahami. Salah satu yang paling menarik dan membuatnya penasaran adalah taman surga yang gurunya ceritakan dulu. Gurunya adalah penjaga taman itu dan pemilik semua yang Ye Chen miliki sekarang.


Pedang hitam dan cincin hijau yang memiliki dimensi dunia kecil sendiri.


Bang! bang!


Ledakan keras terdengar dari menara api, hampir semua kontestan terpental keluar dengan api yang membakar seluruh tubuh.


"Lihat, mereka ditolak." pria tua berkata lagi.


Di dalam menara api, hanya tersisa lima orang saja. Lalu, ledakan keras terdengar lagi dan hanya menyisakan dua orang. Yue dan Baiyun.


"Baiyun, kamu tidak bisa melakukan ini. Pergi...!"


Yue yang sedang berjuang di dalam pusaran api merah meraung keras. Menara api sekali mengeluarkan dentuman keras, namun kali ini tidak ada lagi yang terlempar keluar, hanya getaran dan energi api yang sangat panas yang keluar.


"Hehe kamu tidak bisa menolak kali ini, atau kamu akan tewas menjadi abu."


"Lebih baik begitu." Yue tetap bertahan di dalam lingkaran api merah, namun Baiyun tetap tersenyum dingin. "Sayangnya aku tak akan membiarkannya, hahaha setelah ini akan lahir dua pewaris Phoenix Agung.


"Baiyun! aku akan membunuhmu."


Yue tidak bisa berkata-kata lagi, bahkan menggerakkan badannya saja Ia tidak bisa. Dia hanya bisa mengutuk nasibnya dalam hati.


"Paman, apakah ini normal?"


"Kamu benar-benar baru." kata Pria tua. Ada legenda lain yang mengatakan, jika ada seseorang yang hampir mendapatkan niat Phoenix Agung, namun tidak bisa menembusnya, maka jalan satu-satunya adalah dengan kultivasi ganda bersama di dalam api agung merah.


"Setelah itu bukan hanya nona Yue akan selamat dari bencana niat api tapi dia juga akan mendapat berkah, tentu saja orang yang bersamanya akan mendapatkan apa yang nona Yue dapatkan juga."


"Ha? bahkan ada juga yang seperti itu? mungkinkah pria itu melatih elemen es?"


Cerita ini memang masuk akal tapi bukan hanya itu saja, pria itu pasti melatih teknik tubuh juga.


"Hm yang aku tau nona Yue cukup kuat, apa mungkin pria itu sudah merencanakan ini?" pria tua itu kembali berkata sambil menggeleng sedih. Tak ada yang ada bisa dilakukan lagi, bahkan jika seseorang masuk, orang itu akan langsung menjadi abu.


"Kakak Chen...!"


Tepat pada saat itu, dari dalam menara api, Yue berteriak memanggil Ye Chen.


"Adik Yue."


Ye Chen tidak banyak berpikir, dia menerjang pintu Menara Api. Bahkan peringatan pria tu tidak Ia pedulikan lagi.


Wuss~~


Api besar menyambut Ye dengan ganas.


"Teknik Tubuh Qirin."


Ye Chen diselimuti api merah membara, api melawan api. "ini tidak cukup." gumam Ye Chen ketika. Dalam pikirannya dia harus cepat.


"Teknik Lingkaran Api Phoenix."


Kalau sebelumnya tubuh Ye Chen diselimuti api merah darah, kini muncul lagi api merah yang auranya sama dengan api di dalam Menara Api sehingga membuatnya lebih nyaman.


"Adik Yue, bertahanlah!"


Dari tempatnya berdiri, Ye Chen bisa melihat seorang pria berdiri dekat sekali dengan Yue. menampilkan senyum jahat yang licik.


"Baiyun...." segaris kilatkecil terlintas di mata Ye Chen ketika mengenali siapa pria itu.