Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Membantu Raja Mayat menerobos


Tubuh Raja Mayat sangat kuat, meskipun terkena pukulan dari ratusan serangan ditambah dengan pukulan Ye Chen namun tubuhnya tetap tidak hancur namun, di dalam penjara kegelapan yang berada di dalam dimensi tersendiri, Ye Chen yakin bisa memusnahkannya.


Raja Mayat telah diamankan, sekarang yang tersisa hanyalah Mayat Hidup dan Mayat Iblis. Kedua makhluk ini masih berjumlah ratusan totalnya, banyak dari mereka menjadi abu akibat terkena dampak pertempuran Ye Chen dan Raja Mayat.


"Oke, semua beres." kata Ye Chen.


Hong Shin dan yang lain yang melihat Raja Mayat hilang begitu saja heran dan takjub dengan teknik yang Ye Chen gunakan. Terutama Hong Shin, dalam hati dia berpikir kalau keputusannya mengikuti Ye Chen tidak salah.


"Baiklah, serahkan cincin penyimpanan kalian." Ye Chen berkata dengan tegas.


"Raja Mayat telah terluka sebelumnya oleh serangan kami. Kamu hanya beruntung karena memiliki teknik yang aneh." pria yang mengambil keputusan itu membantah dan tidak mau memenuhi janji sebelumnya.


Ucapannya ini didukung oleh yang lain. "Memang kenapa kalau kamu bisa membunuh Raja Mayat? apa kamu bisa mengalahkan kami semua dan merampok kami?"


"Kawan, jangan terlalu egois."


"Ya, itu benar."


"Aku hanya akan bertanya sekali lagi," Ye Chen masih memberi satu kesempatan. Dia juga bukan orang yang tidak masuk akal dan haus darah. "Sesuai janji kalian, serahkan atau aku ambil sendiri."


Penjara kegelapan ini berada di dalam jiwa Ye Chen, ini adalah kemampuan khusus yang aktif saat dia menjadi Raja Iblis. Raja Mayat yang berada di dalam penjara ini tidak seperti yang lain, kalau yang lain pasti akan tersiksa oleh ketakutan dan tekanan kegelapan tapi Raja Mayat yang tidak memiliki perasaan seolah kebal dan bisa di bilang tidak berpengaruh padanya.


Sial, aku terlalu meremehkan bocah ini. Ye Chen sangat kesal, butuh usaha berlebih untuk menyiksa dan menghancurkan Raja Mayat.


Agak aneh memang menyiksa Raja Mayat dengan kegelapan. Kalau menyiksanya menggunakan hukum cahaya atau hukum api akan masuk akal. 'Bagaimana dengan hukum kehampaan? haha ide bagus.' pikir Ye Chen.


Perlahan-lahan udara di dalam penjara kegelapan semakin lengket, sekuat apa pun fisik Raja Mayat, tidak mungkin dia akan bertahan dalam tekanan seperti ini. Meskipun mungkin memakan waktu tapi waktu adalah milik Ye Chen, tidak masalah biarpun itu ribuan tahun.


'Oh kamu bisa bersuara juga? hehe bagaimana, rasanya enak bukan? oh ya mungkin akan bagus jika ada api yang bisa menghangatkanmu.'


"Tu... tuan."


"Eh? kamu bisa berbicara?" Ye Chen kaget ketika Raja Mayat memanggilnya tuan. Memang Raja Mayat ini sudah memiliki sedikit kesadaran, kalau saja dia benar-benar bisa melangkah ke alam Dewa Kaisar tahap menengah, maka selain kekuatannya semakin meningkat, kecerdasan spiritualnya juga akan lebih baik.


Rupanya Raja Mayat tidak tahan dengan siksaan yang baru diterimanya. Kulitnya mulai terkelupas sedikit demi sedikit tanpa bisa pulih.


"Tu... tuan, ini... sa...ngat s-sa...kit."


Raja Mayat kali ini tidak tahan, secara naluriah, dia sadar kalau cepat atau lambat dia akan tewas.


"Hehe aku tidak peduli biarpun kamu membusuk di dalam sana." sahut Ye Chen tanpa ekspresi. Namun, dia kaget ketika Raja Mayat berkata ingin mengikuti Ye Chen, kali ini suaranya terdengar takut-takut.


"Eh? begitukah?" Ye Chen berpikir ulang. Tidak ada salahnya juga membiarkan Raja Mayat menjadi pengikutnya, lagipula sayang kalau dua mati begitu saja. Ye Chen juga tidak yakin jika merubahnya menjadi pil, tidak yakin itu akan berguna baginya atau tidak.


"Oke, tapi... ah sudahlah, lagipula kalau kamu berani macam-macam denganku, aku akan langsung membunuhmu saja."


Kemudian Ye Chen berkomunikasi lagi, Raja Mayat berkata lukanya bisa pulih kalau berada di luar dan dia akan menerobos kalau mendapat darah dan jiwa segar.


Tidak masalah. Ye Chen pun mengeluarkan Raja Mayat dan bersiap langsung membunuh nya kalau ternyata ini hanya trik Raja Mayat saja.


Raja Mayat berdiri di samping Ye Chen dengan patuh, dan secara perlaha, semua luka-lukanya pulih.


Saat melihat Raja Mayat muncul lagi, semua jenius itu mundur beberapa langkah.


"Tidak ada waktu lagi, pisahkan diri kalian jika ingin selamat." Ye Chen berseru keras, tiba-tiba saja dia punya ide bagaimana membantu Raja Mayat menerobos.