
Puncak bukit itu tidak terlalu luas sehingga pertempuran antara Fu Khuang dan Ye Chen tentu saja dapat dilihat oleh semua yang ada di sana. Apalagi skala pertempuran ini juga cukup besar dan panasnya badai api menghapus aura-aura yang muncul dari tungku terbalik karena pertempuran ini sangat dekat dekat dengan nya.
Yang terjadi selanjutnya sudah bisa ditebak, semua orang akhirnya menghentikan aktifitas mereka. Sebagian mengutuk pertempuran ini dan sebagian lain tidak berkata apa-apa.
Yang tidak mengutuk tentu saja dari kelompok mandiri atau kelompok yang merasa tidak ingin membuat masalah, tapi berbeda dengan kelompok lain yang kuat.
Fang Kun dari Istana Ilusi misalnya, dia sama sekali tidak takut. Meskipun memang pertempuran itu sangat mengerikan, lalu kenapa kalau mengerikan, dia pun menyimpan teknik kuat di lengan bajunya.
Kelompok kedua yang merasa terganggu berasal dari sekte Api Langit. Fang Yang (Tidak ada hubungannya dengan Fang Kun) juga sangat kesal dengan pertempuran ini.
Dan, sasaran adalah Ye Chen. Fu Khuang telah tewas.
"Sobat berhenti dulu."
Ye Chen menoleh sebentar mendengar ucapan ini, kata-kata nya enak didengar tapi yang berbicara sama sekali tidak terlihat ramah.
"Bukankah kamu harus meminta maaf? Lihat hasil dari perbuatanmu, kami semua jadi kehilangan kesempatan yang berharga."
"Itu bukan urusanku." ucap Ye Chen yang kembali melangkah mendekati tungku terbalik.
"Tapi itu menjadi urusanku sekarang." sejak tadi, Fang Yang lah yang berbicara, dia mempunyai dendam pribadi dengan Ye Chen dan Hong Shin. Ciri-ciri Ye Chen dan Hong Shin sangat cocok dengan orang yang membunuh murid sesama sektenya.
"Senior, bagaimana ini?" Hong Shin yang belum pernah menghadapi situasi ini berdiri mendekati Ye Chen.
Dikepung hampir lima puluh orang dengan tingkat kultivasi yang sama bukanlah mainan, apalagi beberapa dari mereka adalah jenius ditempat asalnya masing-masing. Jenius yang bisa melawan tingkatan di atasnya.
"Aku sarankan untuk tidak menahan diri dan jangan ragu terhadap musuh-musuhmu. Tapi kalau kamu takut, berdiri saja di belakangku hehe."
"Senior, jangan main-main. Aku tidak mungkin takut, hanya saja musuh kali ini terlalu banyak." Hong Shin berkilah. Seberani apapun dirinya, dia tidak mungkin tidak memikirkan jumlah lawan.
"Habisi saja yang bisa dihabisi, tidak usah memilih untuk membunuh secara langsung. Paling baik adalah melumpuhkan musuh sebanyak mungkin."
Sementara itu, Istana Ilusi dan sekte Api Langit juga sudah bergabung. Mereka sepakat untuk menyerang Ye Chen dan Hong Shin bersama-sama.
Di sisi yang lain, di tempat murid-murid sekte Pengobatan Ilahi berada, terjadi sedikit perdebatan. Mereka mengenal Ye Chen dan Hong Shin sebagai sesama utusan sekte, beberapa murid tampak berniat membantu tapi yang lain melarangnya. lalu akhirnya mereka hanya menonton saja.
"Hong Shin, aku akan mengambil dua orang itu, kamu urus sisanya."
"Baik." Hong Shin mengeraskan niatnya. Sebuah pedang perak yang belum pernah dia gunakan selama memasuki dimensi ini pun telah terhunus.
Fang Yang juga tidak main-main kali ini, sebilah pedang yang dipenuhi api yang membara juga terhunus. Dengan gerakan melintang, dia menyerang ke depan, menciptakan kilatan api seperti bulan sabit.
Sementara Fang Kun memukul dengan tinjunya, menyusul kilatan cahaya pedang.
Serangan ini seperti saling melengkapi. Cahaya pedang seperti membuka ruang untuk tinju yang ganas.
"Langkah Cahaya."
Langkah angin agak tidak berguna di situasi ini, jadi Ye Chen memutuskan untuk menggunakan langkah cahaya yang jauh lebih cepat.
"Hehe mau lari? jangan bermimpi." Fang Yang mencibir ketika Ye Chen berhasil menghindari serangan gabungan ini dan seperti sudah sering bekerja sama kembali memburu Ye Chen, diikuti setengah anggota mereka.
"Siapa bilang aku lari? aku hanya tidak ingin menganggu pertempuran rekanku."
"Makan ini!" kembali Fang Yang melancarkan serangan, kali ini jauh lebih kuat.
"Baru-baru ini aku mempelajari sebuah teknik, coba perhatikan baik-baik." Bahkan setelah diserang, Ye Chen masih tetap tenang dan santai.
"Neraka Api."