Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Pertempuran Dimulai


Dua kubu saling berhadapan, seratus limapuluh lebih anggota sekte dipimpin oleh tetua kanan dan tetua kiri, berdiri berdampingan di depan sedangkan panglima Cia hanya membawa tidak lebih dari lima puluh orang saja.


"Hahaha dengan kekuatan yang seperti ini berani menyerang kami? jangan mimpi."


"Panglima, sabar dulu," Ye Chen yang ikut berdiri dalam barisan meminta panglima jangan menyerang dulu. "Tunggu sebentar lagi."


Mendengar ini, panglima Cia tidak jadi mengangkat tangannya.


"Kenapa, takut? hahaha... panglima besar kekaisaran ternyata hanya namanya saja yang besar."


"Mungkin tulang tuanya sudah karatan."


Hahahaha


Teriakan-teriakan provokasi dari dua tetua sekte kegelapan terus saja terlontar, diiringi gelak tawa anggota sekte.


Tapi salah besar jika mereka beranggapan bisa memancing amarah panglima Cia, Ia malah mengernyit seolah menyadari sesuatu.


Lain halnya dengan pasukan kekaisaran, kalau saja tidak dicegah, pasti mereka sudah menyerang sejak awal.


"Cukup...!"


Suara menggelegar tiba-tiba saja terdengar bersamaan dengan munculnya patriark sekte kegelapan.


Uap hitam tipis kadang terlihat dari keluar dari tubuhnya.


"Patriark...!"


Seru semua anggota sekte.


"Tangkap mereka semua, jangan biarkan satupun lolos. Biarkan mereka semua menghadap pangeran kegelapan."


Wuss...


Satu persatu anggota sekte kegelapan berubah, kultivasi mereka naik satu tahap, lebih kuat dari sebelumnya.


Langsung merangsek maju menyerang pasukan pimpinan panglima Cia.


"Ye Chen...?" Panglima mengirim suara.


"Sedikit lagi...." sahut Ye Chen.


Hanya sesaat setelah Ye Chen menjawab panglima Cia, pemandangan aneh terlihat.


Lebih dari separuh anggota sekte jatuh terduduk, lemas tidak mempunyai tenaga sama sekali.


"Panglima, sekarang...!"


Ye Chen bergerak lebih dulu membabat anggota sekte yang ada di depannya tanpa kecuali.


"Kurang ajar! apa yang terjadi." teriak patriark dalam bingungnya.


"Entahlah patriark, aku juga tidak tau." ucap tetua kanan yang ada disampingnya.


Blamm...


Blarr...


Pertempuran berlangsung sengit, yang paling dirugikan tentu saja sekte kegelapan.


Belum habis rasa terkejut mereka karena rekan disampingnya tiba-tiba jatuh, Qi berbentuk telapak tangan terbuka susul-menyusul menghantam mereka tanpa ampun.


Bukan hanya Ye Chen yang menggunakan tehnik tapak jiwa, Cia Sun dan teman-temannya juga menggunakan tehnik yang sama yang walaupun belum sekuat Ye Chen tapi sudah cukup membuat musuh menderita.


Tehnik yang memang sangat cocok untuk pertarungan jarak jauh ini berhasil membuat anggota sekte kalang kabut.


Dengan cepat korban berjatuhan dengan leher putus.


"Jangan mengkhawatirkan anggotamu." Panglima Cia menghadang patriark sekte.


"Jangan terlalu yakin," ucap patriark. "mencabut pedangnya, menahan serangan panglima Cia.


Lu Ping juga tidak mau ketinggalan, dengan pedang di tangannya, Ia menghadapi tetua kiri.


Di tempat lain, Ma Dong, Lu Jia Li dan Song Fei bergerak dalam formasi saling melindungi.


"Adik Jia Li, awas belakangmu."


"Eh, apa yang terjadi? kenapa mereka seperti tidak merasakan efek dari serum itu?" Yang Ye Chen tahu adalah serum kegelapan tidak akan bertahan lama setelah digunakan.


Tapi kekuatan anggota sekte kegelapan masih stabil sejauh ini.


Pasti ada sesuatu yang mereka rahasiakan pikirnya.


"Akhirnya kau kembali," Trang... Ye Chen menangkis serangan pedang yang menusuknya. "Aku tau itu kau, kenapa? terkejut dengan kekuatan kami?" tetua kanan tertawa terbahak-bahak di depan Ye Chen.


Ye Chen tidak kaget tetua kanan mengenalinya, Ia hanya tersenyum. "Tetua kanan, ajalmu sudah ditentukan hari ini."


Meski Ye Chen berkata demikian, Ia tidak segera menyerang. Ia tahu serangannya tidak akan banyak berarti menghadapi tetua kanan.


"Biar kau tidak mati penasaran, akan kuberitahu sedikit rahasia." Tetua kanan lalu menceritakan darimana dan kenapa anggota sekte bisa menahan efek dari serum kegelapan lebih lama.


Serum kegelapan ini adalah serum yang baru dikembangkan oleh sekte dengan menggunakan darah Ye Chen.


"Kau pasti bertanya, dari mana kami bisa mengambil contoh darahmu.Kau ingat ketika kau meraba artefak pangeran kegelapan? darahmu telah disedot dan bercampur dengan cairan hitam."


"Sial aku terlalu ceroboh," gerutu Ye Chen dalam hati. "Rupanya mereka sengaja menyanjungku, padahal sebenarnya mereka hanya ingin memastikan efeknya dengan membiarkanku menyerap energi di sana.


"Kau sudah sadar hahaha... sebenarnya kami ingin mengorbankanmu, dengan begitu kekuatan kami akan semakin tinggi." tetua kanan.


"Tidak apa-apa, aku ikhlas." kata Ye Chen. "Tidak usah banyak bicara, ayo kita selesaikan urusan kita."


Ye Chen menggenggam erat pedangnya, empat klon pedang segera tercipta di atas kepalanya.


"Hoho boleh juga tehnikmu, sayangnya itu tidak ada artinya di hadapanku. Satu keuntunganmu adalah patriark menginginkanmu hidup-hidup." tetua kanan.


Bumm...


Klon pedang dan tapak jiwa menghantam tetua kanan dengan telak, namun tidak dapat melukainya.


"Jangan senang dulu." Ye Chen memaksa energi dari jiwanya keluar, mengisi setiap meridian tubuhnya dan sekali lagi Ye Chen menerobos ke tahap menengah.


"Tuan, aku akan membantumu."


"Pelindung paviliun teratai, terima kasih." ucap Ye Chen.


Tetua kanan mengernyit, Ia sama sekali tidak menyangka Ye Chen berhasil menerobos ke tingkat Langit dan mengambil keuntungan dari tehnik sekte, menerobos sampai ke tahap menengah.


Menghadapi dua tingkat Langit tahap menengah bisa sangat merepotkan jika Ia tidak serius.


Di tempat Ma Dong, Lu Jia Li dan Song Fei yang hanya di tingkat Bumi tahap tinggi mulai kewalahan. musuh yang mereka hadapi sangat kuat, meskipun kultivasi mereka setara tapi lawan yang mereka hadapi lebih kuat.


Pun begitu dengan Ma Dong, keadaannya tidak jauh lebih baik. "Nona Song, jangan sampai terpisah." ucapnya sambil melompat menghadang sebuah tusukan ke punggung Song Fei.


"Terima kasih, saudara Ma sebelah sana." Song Fei memberi isyarat dengan matanya, menunjuk sebuah tempat kosong.


"Aku mengerti, ayo kita kesana."


"Mau kemana kalian?" lima anggota sekte mengejar dengan cepat. "eh, kemana mereka pergi? kenapa tiba-tiba hilang? "


"Aku juga tidak tau, cepat cari, aku yakin mereka tidak bisa lari jauh."


Kemana Ma Dong dan dua rekannya pergi? rupanya mereka masuk dan sembunyi di dalam aray ilusi.


"Huff, untung saja senior membekali kita dengan aray ini."


"Sudahlah jangan terlalu memujinya, nanti dia semakin bergaya. kita harus cepat." Tanpa menunggu, Song Fei menelan pil pemulih dan menyerapnya.


Keadaan ini terus berulang sampai semua pil pemulih yang mereka miliki habis.


Song Fei dan Lu Jia Li saling menempelkan punggungnya, hanya Ma Dong yang terlihat masih kuat menahan serangan musuh.


"Nona Song," satu bayangan bergerak cepat disusul bayangan lain. "Kalian masuklah, yang di sini biar kami urus." ternyata yang datang adalah Chu Xiong dan Cia Sun.


"Kami back saja paman." ucap Lu Jia Li dengan nafas memburu.


"Cepatlah, ini bukan waktunya main-main," Chu Xiong kembali bersuara dan melempar dua pil untuk mereka. "Tunggu kami masuk, baru bicara."


Kekuatan gabungan tiga tingkat Bumi puncak berhasil memukul mundur lawan yang sebelumnya di hadapi Lu Jia Li dan Song Fei.


"Saudara Cia, saudara Ma giliran kalian, aku akan segera menyusul.


Tanpa buang waktu, Ma Dong Dan Cia Sun melompat jauh ke belakang dan hilang, masuk ke aray ilusi