Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Iblis Kraten


"Tuan, aku kembali."


"Apa yang kau temukan?"


Malam itu, saat Ye Chen merayakan keberhasilan panglima Du dan yang lain menerobos, Ye Chen meminta Giro menyelidiki tempat mereka berada.


"Ada yang mengawasi kita tapi aku tidak yakin siapa dan dimana. Orang ini sangat pandai bersembunyi."


"Mungkin saja itu hewan iblis yang memiliki kesadaran. Tapi yang aku tidak habis pikir, kenapa di tempat ini banyak sekali hewan Iblis? apa wilayah selatan memang dikuasai seorang iblis?"


Giro melaporkan temuannya sekaligus menyatakan keheranannya, menurut dia mustahil hewan-hewan iblis itu bergerak tanpa ada yang memerintah. Ye Chen bahkan telah mengeluarkan aura kaisar iblis tapi hewan-hewan itu tidak peduli, normalnya, meraka pasti akan lari menjauh.


"Mungkin memang ada sesuatu di sini, aku sendiri juga tidak tau." ucap Ye Chen.


"Tuan, sebenarnya apa yang anda cari?"


"Apa kau ingat dulu aku pernah bercerita mengenai pesan yang ditinggalkan ayahku?" Giro mengangguk, lalu Ye Chen berkata lagi, "Aku juga penasaran kenapa ayahku memintaku ke selatan."


"Tapi apakah anda yakin, selatan yang dimaksud yang mulia raja Yeming itu di sini."


Ye Chen terdiam sejenak, "Tidak yakin, tapi firasatku mengatakan iya. Dan di sinilah tempat yang paling mungkin, kecuali alam surga tapi kurasa itu mustahil."


"Alam surga?"


Giro sedikit bingung, dia memang tau ada banyak alam atau dimensi lain di seluruh alam semesta tapi alam surga? dia bahkan tidak tau apakah itu benar-benar ada atau tidak.


"Aku hanya menebak-nebak saja, sudahlah, ayo kita lanjutkan perjalanan. Tidak ad apa-apa di daratan ini."


"Alam surga." gumam Ye Chen. Dulu dia tidak tau apa-apa tapi sejak kultivasi nya meningkat, Ia merasa samar-samar dapat merasakan alam itu. Dulu gurunya juga pernah berkata, dia adalah penjaga taman surga, jadi tempat itu pasti. Terlepas dari apakah taman surga itu ada di alam surga seperti yang Ia rasakan ataukah hanya namanya saja.


Perahu terbang mulai melayang lagi, tapi kali ini tidak cepat. Perjalanan ini bisa dibilang perjalanan tanpa tujuan, jadi tidak harus buru-buru, Ye Chen hanya mencari tempat-tempat yang auranya kuat saja.


Suasana di perahu terbang penuh sukacita, terobosan yang dilakukan panglima Du dan yang lain memberi mereka semangat baru. Setelah ini mereka tidak akan terlalu menjadi beban yang lain.


"Tuan Ye di depan ada laut." seru pengrajin Mingdi.


Ye Chen dapat melihat ujung laut ada sebuah daratan besar. Garis hitam memanjang adalah tandanya. Dan didalam lautan yang tenang itu terdapat sesuatu yang berbahaya.


"Terbang lebih tinggi dan tambah kecepatan maksimal."


Wungg...


Perahu terbang bergetar, melayang lebih tinggi dan melesat sangat cepat meninggalkan bayangannya jauh di belakang.


Saat tepat berada di tengah laut, dua sulur sebesar batang kelapa mencuat dari dalam laut. Namun sulur sepanjang seratus meter itu hanya diam, seolah menunggu perahu terbang itu jatuh.


"Sepertinya kita terlalu tinggi, benda menjijikkan itu tidak bisa menjangkau ketinggian ini." kata pengrajin Mindi sambil bernafas lega.


Tapi Ye Chen berpikir ada sesuatu yang salah di sini namun tak tau apa. Barulah setelah melihat mereka seperti berputar-putar di tempat, Ia pun menyadari sesuatu.


"Lebih rendah lagi."


Seru Ye Chen. Setelah itu, Ia menarik nafas panjang-panjang. Raut mukanya menunjukkan ketidakberdayaan, dan itu di rasakan oleh semua yang ada di perahu terbang.


"Tak ada jalan lain, turunlah." ucap Ye Chen kemudian.


Laut mati. Seperti namanya, laut ini memang menyimpan kata mati di dalamnya. Satu-satunya jalan keluar adalah dengan berlayar di atas laut.


Di atas ketinggian, tak ada angin, tak ada udara, yang ada hanya uap beracun yang mengapung. Kultivator mungkin akan bertahan cukup lama, tapi sampai berapa lama? Belum lagi dengan adanya sebuah ilusi yang membuat mereka hanya bisa terbang berputar. Jalan keluar terasa jauh padahal sudah dekat dan sangat dekat tapi tidak bisa dijangkau.


Ini adalah fenomena alam, bahkan Ye Chen yang notabene merupakan kaisar Iblis juga tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin saja dia bisa memecahkan misteri ini tapi sampai kapan, tidak ada yang tau.


Dua sulur panjang segera membelit perahu terbang dan menariknya dengan cepat ke bawah.


Byurr...


Lambung kapal menghantam air, sangat keras sampai seluruh kapal terguncang. Begitu kapal terjatuh, sulur-sulur lain segera bermunculan, sulur-sulur yang memiliki alat penghisap itu menempel dengan sangat kuat.


Dari dalam kapal, pandangan semua orang gelap, yang terlihat hanyalah alat penghisap besar di seluruh kapal.


Slassh....


bayangan pedang yang dilepaskan panglima Du, menghantam sulur, namun tidak cukup kuat. Sulur itu hanya terluka sedikit.


tebasan lain datang dari arah lain, bahkan anak panah juga terlihat menancap di sana tapi tak ada satupun yang bisa memotongnya. Hal yang mengejutkan kembali terjadi, hanya berselang beberapa detik saja luka yang ditimbulkan pada sulur itu kembali rapat, tak ada bekas sedikit pun.


"Apa ini, kenapa sangat kuat dan apa-apaan daya penyembuhan itu." ujar panglima Du. Ini jauh diluar kekuatannya, bahkan saat sudah masuk di tingkat Dewa, tapi itu belum ada apa-apa nya.


Makhluk ini bernama iblis Kraten, Gurita besar dengan delapan buah tentakel.


Kekuatannya berada di tingkat Dewa tahap tinggi, namun tingkat Surgawi juga akan sulit untuk memotong tentakelnya dengan sekali tebas.


Kraten ini memiliki daya penyembuhan yang sangat kuat, bahkan jika salah satu anggota tubuhnya terpotong, itu akan tumbuh lagi dan sangat lentur.


"Gunakan Qi dengan unsur api." kata Ye Chen memecah keheningan. Dia juga belum bergerak, membiarkan yang lain bekerja sama melawan Kraten.


Bertarung bersama itu lebih sulit dibandingkan dengan bertarung sendiri. butuh kekompakan agar tidak melukai teman sendiri dan inilah yang diharapkan Ye Chen.


Sejak masuk ke wilayah selatan ini, Ia telah melihat banyak bahaya yang membutuhkan kerjasama tim. Kalau dia hanya sendiri saja maka itu bukan soal, termasuk pasukan seratus, mereka juga harus lebih kompak lagi.


"Giro, potong satu tentakel itu, biarkan mereka keluar dari sini. Pengrajin Mingdi, setelah mereka di luar kunci dan perkuat perisai."


"Oh ya aku akan ke atas, aku serahkan keadaan di sini pada kalian berdua."


Udara terbelah saat Giro melancarkan tebasan pedang ke arah tentakel Kraten. Sesaat setelah tentakel itu terpotong, pasukan seratus terbang keluar disusul oleh panglima Du dan lainnya yang terbang menggunakan pedang terbang.


Pedang terbang ini secara khusus diberikan Ye Chen, ini adalah artefak khusus yang tidak membutuhkan banyak Qi untuk mengontrolnya.